1 Samuel 4:19
“Menantu Eli, yaitu istri Pinehas, sedang mengandung dan akan melahirkan. Ketika mendengar kabar bahwa Tabut Allah dirampas dan mertua serta suaminya telah mati, dia berlutut lalu melahirkan, sebab rasa sakit bersalin datang kepadanya.”1 Samuel 4:19 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Adapun menantunya perempuan, isteri Pinehas, sudah hamil tua. Ketika didengarnya kabar itu, bahwa tabut Allah telah dirampas dan mertuanya laki-laki serta suaminya telah mati, duduklah ia berlutut, lalu bersalin, sebab ia kedatangan sakit beranak.”1 Samuel 4:19 · TB
Terjemahan Baru
“Pada waktu itu, menantu Eli, yaitu istri Pinehas, sedang hamil tua, dan saatnya melahirkan sudah dekat. Ketika didengarnya bahwa Peti Perjanjian Allah telah direbut, dan bahwa mertuanya serta suaminya telah meninggal, tiba-tiba ia merasakan sakit beranak, lalu bersalinlah ia tak lama kemudian.”1 Samuel 4:19 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Menantunya, yaitu istri Pinehas, sedang hamil tua dan hampir melahirkan. Saat dia mendengar kabar bahwa peti perjanjian TUHAN sudah dirampas oleh bangsa Filistin, dan bahwa ayah mertua serta suaminya meninggal, perempuan itu langsung merasakan sakit melahirkan. Namun, sakit bersalinnya itu terlalu berat bagi dia.”1 Samuel 4:19 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And his daughter in law, Phinehas’ wife, was with child, near to be delivered: and when she heard the tidings that the ark of God was taken, and that her father in law and her husband were dead, she bowed herself and travailed; for her pains came upon her.”1 Samuel 4:19 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Samuel 4:19?
Istri Pinehas, yang sedang hamil, mendengar kabar bahwa Tabut Allah dirampas dan suami serta mertuanya tewas. Rasa sakit bersalin datang, dan dia melahirkan. Ini menunjukkan tragedi rangkap: kehilangan keluarga dan kemuliaan Allah, yang memicu kelahiran.
Renungan
Renungan Singkat 1 Samuel 4:19
Kita tidak selalu bisa memilih kabar yang kita dengar, tapi kita bisa memilih bagaimana meresponsnya. Saat kabar buruk datang, kita bisa berseru kepada Tuhan untuk kekuatan.
Tuhan, saat kabar buruk datang, kuatkan imanku untuk tetap percaya pada-Mu, sebab Engkau tidak pernah meninggalkan kami. Amin.