Melahirkan di Tengah Duka
1 Samuel 4:19
Tabut Allah Direbut
PerikopKemuliaan Telah Berlalu · 1 Samuel 4:19-22 →“Menantu Eli, yaitu istri Pinehas, sedang mengandung dan akan melahirkan. Ketika mendengar kabar bahwa Tabut Allah dirampas dan mertua serta suaminya telah mati, dia berlutut lalu melahirkan, sebab rasa sakit bersalin datang kepadanya.”1 Samuel 4:19 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Adapun menantunya perempuan, isteri Pinehas, sudah hamil tua. Ketika didengarnya kabar itu, bahwa tabut Allah telah dirampas dan mertuanya laki-laki serta suaminya telah mati, duduklah ia berlutut, lalu bersalin, sebab ia kedatangan sakit beranak.”1 Samuel 4:19 · TB
Terjemahan Baru
“Pada waktu itu, menantu Eli, yaitu istri Pinehas, sedang hamil tua, dan saatnya melahirkan sudah dekat. Ketika didengarnya bahwa Peti Perjanjian Allah telah direbut, dan bahwa mertuanya serta suaminya telah meninggal, tiba-tiba ia merasakan sakit beranak, lalu bersalinlah ia tak lama kemudian.”1 Samuel 4:19 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Menantunya, yaitu istri Pinehas, sedang hamil tua dan hampir melahirkan. Saat dia mendengar kabar bahwa peti perjanjian TUHAN sudah dirampas oleh bangsa Filistin, dan bahwa ayah mertua serta suaminya meninggal, perempuan itu langsung merasakan sakit melahirkan. Namun, sakit bersalinnya itu terlalu berat bagi dia.”1 Samuel 4:19 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And his daughter in law, Phinehas’ wife, was with child, near to be delivered: and when she heard the tidings that the ark of God was taken, and that her father in law and her husband were dead, she bowed herself and travailed; for her pains came upon her.”1 Samuel 4:19 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Samuel 4:19?
Istri Pinehas, yang sedang hamil, mendengar kabar bahwa Tabut Allah dirampas dan suami serta mertuanya tewas. Rasa sakit bersalin datang, dan dia melahirkan. Ini menunjukkan tragedi rangkap: kehilangan keluarga dan kemuliaan Allah, yang memicu kelahiran.
Latar belakang
Kabar Buruk Memicu Persalinan
Istri Pinehas, yang sedang hamil, mendengar kabar bahwa tabut Allah dirampas, mertuanya Eli mati, dan suaminya Pinehas tewas. Berita itu menyebabkan dia melahirkan prematur karena syok dan duka.
Di mana
Silo
Di rumah, saat melahirkan
Kapan
~1050 SM
Zaman Hakim-hakim
Yang berbicara
Penulis 1 Samuel
Narator alkitabiah, mencatat sejarah Israel
Kepada
Pembaca Kitab 1 Samuel
Umat Tuhan yang membaca kisah ini
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
הָרָה
harah · mengandung
hamil atau dalam keadaan mengandung
יָלַד
yalad · melahirkan
melahirkan anak, beranak
בּוֹא
bo · datang
datang, tiba, masuk
Kata-kata ini menekankan bahwa kelahiran yang seharusnya menjadi berkat justru terjadi dalam suasana duka karena keputusan Allah. Istri Pinehas mengalami hal yang kontras: melahirkan di tengah kematian.
Tahukah kamu
Melahirkan karena Syok
Dalam budaya kuno, kabar buruk bisa memicu persalinan, tetapi jarang dicatat. Ini menunjukkan betapa dahsyatnya tragedi yang terjadi.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Samuel 4:19
Kejadian 35:16-18
Melahirkan saat mati
“Kemudian mereka berangkat dari Betel... dan Rahel melahirkan... Dan ketika ia akan meninggal, ia menamai anak itu Benoni.”
1 Samuel 4:22
Kemuliaan pergi
“Katanya, 'Kemuliaan telah pergi dari Israel, sebab Tabut Allah sudah dirampas.'”
Yesaya 26:17
Sakit bersalin
“Seperti perempuan yang mengandung dan dekat waktunya untuk melahirkan, menggeliat dan menjerit karena sakit bersalin, demikianlah kami di hadapan-Mu, ya TUHAN.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Samuel 4:19
✕ Sering dikira
Menganggap istri Pinehas melahirkan karena sudah waktunya.
✓ Yang sebenarnya
Teks menunjukkan kabar buruk memicu persalinannya, bukan karena sudah tiba waktunya.
✕ Sering dikira
Mengira dia tidak peduli pada anaknya karena tidak menjawab.
✓ Yang sebenarnya
Dia dalam kondisi sekarat, sehingga tidak mampu merespons, bukan tidak peduli.
Renungan
Renungan Singkat 1 Samuel 4:19
Kita tidak selalu bisa memilih kabar yang kita dengar, tapi kita bisa memilih bagaimana meresponsnya. Saat kabar buruk datang, kita bisa berseru kepada Tuhan untuk kekuatan.
Tuhan, saat kabar buruk datang, kuatkan imanku untuk tetap percaya pada-Mu, sebab Engkau tidak pernah meninggalkan kami. Amin.