Abisai Menawarkan Satu Tikaman
1 Samuel 26:8
Daud Mengampuni Saul untuk Kedua Kalinya
“Abisai berkata kepada Daud, “Pada hari ini, Allah menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu. Karena itu, izinkanlah aku menancapkan dia dengan tombak ini ke tanah, satu tikaman saja, tidak perlu dua kali.””1 Samuel 26:8 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu berkatalah Abisai kepada Daud: "Pada hari ini Allah telah menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu, oleh sebab itu izinkanlah kiranya aku menancapkan dia ke tanah dengan tombak ini, dengan satu tikaman saja, tidak usah dia kutancapkan dua kali."”1 Samuel 26:8 · TB
Terjemahan Baru
“Lalu kata Abisai kepada Daud, "Allah telah menyerahkan musuhmu kepadamu pada malam ini. Izinkanlah aku menancapkan tombaknya sendiri ke badannya tembus sampai ke tanah, kubunuh dia dengan sekali tikaman, tidak usah sampai dua kali!"”1 Samuel 26:8 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Berkatalah Abisai kepada Daud, “Hari ini Allah sudah menyerahkan musuh Tuanku ke dalam tanganmu. Biarlah hamba yang bertindak! Dengan satu tikaman saja, hamba akan menancapkan tombak miliknya sendiri ke perutnya hingga tembus sampai ke tanah!””1 Samuel 26:8 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then said Abishai to David, God hath delivered thine enemy into thine hand this day: now therefore let me smite him, I pray thee, with the spear even to the earth at once, and I will not smite him the second time.”1 Samuel 26:8 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Samuel 26:8?
Abisai melihat ini sebagai kesempatan emas yang diberikan Tuhan untuk membunuh Saul, musuh mereka. Ia meminta izin Daud untuk menancapkan tombak Saul ke tanah, cukup satu tikaman saja. Ini menunjukkan godaan untuk memanfaatkan situasi sulit untuk membalas dendam atau mengambil keuntungan.
Latar belakang
Abisai melihat peluang emas untuk membunuh Saul
Abisai melihat Saul tidur tanpa pengawalan dan berkata bahwa Tuhan telah menyerahkan musuh ke tangan Daud. Dia meminta izin untuk menikam Saul sekali saja dengan tombaknya, begitu yakin bisa langsung membunuh.
Di mana
Bukit Hakhila, Padang Gurun Zif
Di samping Saul yang tidur · malam hari
Kapan
~1017 SM
Masa pemerintahan Saul
Yang berbicara
Abisai
Keponakan Daud, panglima perang, ~35 tahun
Kepada
Daud
Calon raja Israel, ~28 tahun
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
סָגַר
sagar · menyerahkan
Menutup, mengunci, atau memberikan ke dalam tangan seseorang.
אֹיֵב
oyev · musuh
Orang yang memusuhi, lawan dalam peperangan.
יָד
yad · tangan
Bagian tubuh yang melambangkan kekuatan dan tindakan.
Abisai menganggap Tuhan 'menyerahkan' Saul, tapi Daud punya pemahaman lain: ia tidak mau melawan orang yang diurapi Tuhan. 'Tangan' yang seharusnya dipakai untuk membunuh justru dipakai untuk menahan nafsu balas dendam.
Tahukah kamu
Tombak yang sama pernah menyerang Daud
Tombak yang tertancap di depan Saul bukan sekadar properti; tombak yang sama pernah dilempar Saul ke Daud saat Daud memainkan kecapi (1 Samuel 18:11). Kini, tombak itu bisa menjadi alat balas dendam, tetapi Daud menolak.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Samuel 26:8
1 Samuel 24:4
Godaan serupa
“Orang-orang Daud berkata: 'Inilah hari yang difirmankan TUHAN kepadamu: Sesungguhnya, Aku menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu.'”
Roma 12:19
Serahkan pembalasan
“Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah.”
Amsal 24:17
Sikap terhadap musuh
“Jangan bersukacita kalau musuhmu jatuh, jangan hatimu beria-ria kalau ia terperosok.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Samuel 26:8
✕ Sering dikira
Menganggap Abisai benar bahwa Tuhan memang menyerahkan Saul.
✓ Yang sebenarnya
Teks tidak menegaskan itu; justru Daud mengoreksinya. Ini ujian dari Tuhan, bukan perintah.
✕ Sering dikira
Mengira Abisai ingin menikam Saul dengan tombaknya sendiri.
✓ Yang sebenarnya
Abisai meminta izin kepada Daud, dan ide itu muncul karena melihat kesempatan, bukan perintah Tuhan.
Renungan
Renungan Singkat 1 Samuel 26:8
Dalam hidup, sering muncul godaan untuk 'menghabisi' orang yang menyakiti kita saat mereka sedang lemah. Namun, kita harus waspada: tidak semua kesempatan adalah dari Tuhan. Kita perlu bijak membedakan antara kehendak Tuhan dan keinginan pribadi kita.
Tuhan, tolong aku untuk tidak tergoda memanfaatkan kelemahan orang lain untuk keuntunganku sendiri, dan berilah aku kebijaksanaan untuk mengenali kehendak-Mu. Amin.