Mengingat kemenangan Daud
1 Samuel 19:5
Saul ingin membunuh Daud, tetapi Yonatan membelanya
“Dia mempertaruhkan nyawanya di tangannya dan mengalahkan orang Filistin sehingga TUHAN mengaruniakan kemenangan yang besar kepada seluruh Israel. Engkau melihatnya dan bersukacita. Mengapa engkau ingin berbuat dosa terhadap darah orang yang tidak bersalah dengan membunuh Daud tanpa alasan?””1 Samuel 19:5 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ia telah mempertaruhkan nyawanya dan telah mengalahkan orang Filistin itu, dan TUHAN telah memberikan kemenangan yang besar kepada seluruh Israel. Engkau sudah melihatnya dan bersukacita karenanya. Mengapa engkau hendak berbuat dosa terhadap darah orang yang tidak bersalah dengan membunuh Daud tanpa alasan?"”1 Samuel 19:5 · TB
Terjemahan Baru
“Ia telah mempertaruhkan nyawanya ketika membunuh Goliat, dan TUHAN telah memberikan kemenangan besar kepada Israel melalui dia. Ayah sendiri telah melihat kejadian itu, dan Ayah gembira pada waktu itu. Jadi, mengapa sekarang Ayah hendak menganiaya orang yang tidak bersalah dan mau membunuh Daud tanpa alasan apa pun?"”1 Samuel 19:5 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Dia sudah mempertaruhkan nyawanya ketika melawan Goliat, dan akibatnya TUHAN memberikan kemenangan besar kepada Israel. Ayah sangat bersukacita melihat hal-hal itu terjadi! Janganlah Ayah berbuat dosa dengan membunuh orang yang tidak bersalah itu! Tidak ada alasan berbuat demikian!””1 Samuel 19:5 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“For he did put his life in his hand, and slew the Philistine, and the LORD wrought a great salvation for all Israel: thou sawest it, and didst rejoice: wherefore then wilt thou sin against innocent blood, to slay David without a cause?”1 Samuel 19:5 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Samuel 19:5?
Yonatan mengingatkan Saul akan kemenangan besar yang Daud bawa bagi Israel dengan mengalahkan Filistin, dan bahwa Daud mempertaruhkan nyawanya. Ini menunjukkan bahwa Saul tidak punya alasan untuk membunuh Daud, dan tindakannya adalah dosa. Yonatan menggunakan logika dan fakta untuk menyadarkan Saul.
Latar belakang
Mengingat jasa Daud
Yonatan mengingatkan Saul bagaimana Daud mempertaruhkan nyawanya melawan Filistin dan memberi kemenangan besar. Membunuh Daud berarti berbuat dosa terhadap darah orang yang tidak bersalah.
Di mana
Gibea
Di istana raja
Kapan
~1010 SM
Masa kerajaan bersatu
Yang berbicara
Yonatan
putra mahkota Israel, sahabat Daud
Kepada
Saul
raja pertama Israel, ayah Yonatan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
נֶפֶשׁ
nefesy · nyawa
jiwa, hidup, diri
תְּשׁוּעָה
tesyu'ah · kemenangan
keselamatan, kemenangan, pertolongan
שָׂמַח
samakh · bersukacita
bersukacita, bergembira
Yonatan memakai kata nefesy (nyawa) dan tesyu'ah (kemenangan) untuk mengingatkan Saul bahwa Daud adalah alat Tuhan; Saul seharusnya bersukacita, bukan iri.
Tahukah kamu
Frasa 'mempertaruhkan nyawanya'
Dalam teks Ibrani, frasa ini secara harfiah berarti 'menaruh nyawanya di telapak tangannya', gambaran risiko total.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Samuel 19:5
1 Samuel 17:49-50
kemenangan Daud
“Lalu Daud memasukkan tangannya ke dalam kantungnya dan mengambil sebuah batu... dan Daud mengalahkan Filistin itu.”
Mazmur 91:11
perlindungan Tuhan
“Sebab Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk menjaga engkau di segala jalanmu.”
Amsal 24:11
menyelamatkan nyawa
“Selamatkanlah mereka yang dibawa untuk dibunuh, dan tahanlah orang yang akan dibawa ke tempat penyembelihan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Samuel 19:5
✕ Sering dikira
Yonatan hanya berbicara karena kagum pada Daud.
✓ Yang sebenarnya
Yonatan berbicara karena mengakui keadilan dan kebenaran, bukan sekadar kekaguman.
✕ Sering dikira
Saul belum pernah melihat kemenangan Daud.
✓ Yang sebenarnya
Saul ikut bersukacita saat Daud menang, seperti disebut Yonatan.
Renungan
Renungan Singkat 1 Samuel 19:5
Sering kali kita lupa akan kebaikan orang lain dan hanya fokus pada kesalahan atau kelebihan mereka yang membuat kita iri. Yonatan mengajarkan kita untuk mengingat kembali kontribusi positif orang lain dan tidak membalas kebaikan dengan kejahatan.
Bapa, ampuni aku jika aku pernah lupa akan kebaikan orang lain. Ajari aku untuk selalu bersyukur dan menghargai mereka yang telah berbuat baik. Amin.