Satu batu, satu raksasa
1 Samuel 17:49
Daud vs. Goliat: Satu Batu Mengalahkan Raksasa
“Kemudian, Daud memasukkan tangan ke dalam kantongnya untuk mengambil sebutir batu dari dalamnya, lalu diumbannya, dan mengenai dahi orang Filistin itu. Batu itu tertanam ke dalam dahinya, dan dia jatuh dengan menghadap ke atas tanah.”1 Samuel 17:49 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“lalu Daud memasukkan tangannya dalam kantungnya, diambilnyalah sebuah batu dari dalamnya, diumbannya, maka kenalah dahi orang Filistin itu, sehingga batu itu terbenam ke dalam dahinya, dan terjerumuslah ia dengan mukanya ke tanah.”1 Samuel 17:49 · TB
Terjemahan Baru
“Daud merogoh kantongnya, mengambil sebuah batu lalu diumbankannya kepada Goliat. Batu itu menghantam dahi Goliat sehingga pecahlah tengkoraknya, dan ia roboh dengan mukanya ke tanah.”1 Samuel 17:49 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Daud mengambil sebuah batu dari dalam tasnya dan memasangnya pada umbannya. Lalu dia mengayunkan umban dan melontarkan batu itu tepat pada sasarannya. Batu itu terbenam di dahi Goliat, sehingga dia terjatuh dengan muka menghadap ke tanah.”1 Samuel 17:49 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And David put his hand in his bag, and took thence a stone, and slang it, and smote the Philistine in his forehead, that the stone sunk into his forehead; and he fell upon his face to the earth.”1 Samuel 17:49 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Samuel 17:49?
Ayat ini menggambarkan momen klimaks saat Daud dengan cepat dan berani berlari menghadapi Goliat, mengambil satu batu dari kantongnya, lalu melepaskannya dengan umban. Batu itu tepat mengenai dahi Goliat, menembus tengkoraknya, dan membuat raksasa itu jatuh tersungkur ke tanah. Ini menunjukkan bahwa keberanian dan kepercayaan Daud kepada Tuhan membawa kemenangan yang mustahil secara manusia.
Latar belakang
Daud mengumban batu
Saat Goliat mendekat, Daud berlari cepat dan mengambil satu batu dari kantongnya. Dia melemparkannya dengan umban, batu itu tertanam di dahi Goliat, dan raksasa itu jatuh tersungkur.
Di mana
Lembah Tarbantin (Elah)
Lembah Elah, dekat Sokho dan Azeka
Kapan
~1010 SM
Zaman Hakim-hakim / Kerajaan Awal
Yang berbicara
Narator
Penulis 1 Samuel, seorang nabi/sejarawan Israel
Kepada
Pembaca
Orang-orang yang membaca kisah ini
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
וַיּקֶלַּע
wayyaqela' · mengumban
Melemparkan dengan alat umban atau sling
אֶבֶן
'even · batu
Batu, batu kecil yang licin diambil dari sungai
מֵצַח
metsach · dahi
Dahi, bagian depan kepala
Ketiga kata ini (melempar, batu, dan dahi) menyoroti bahwa Daud tidak menggunakan senjata konvensional, tetapi mengandalkan keterampilan dan kekuatan TUHAN. Batu licin itu menjadi alat keselamatan.
Tahukah kamu
Umban, senjata mematikan
Umban adalah senjata yang sangat berbahaya di zaman kuno; seorang pengumban yang terlatih bisa membunuh dari jarak jauh, bahkan bisa menembus tengkorak.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Samuel 17:49
Hakim-hakim 20:16
Umban sebagai senjata
“Di antara seluruh rakyat itu ada tujuh ratus orang pilihan yang kidal, dan setiap orang dapat mengumban dengan tidak pernah meleset.”
1 Samuel 17:40
Batu dari sungai
“Daud mengambil tongkatnya, lalu memilih lima batu licin dari sungai dan menaruhnya dalam kantong gembala.”
Mazmur 18:34
TUHAN melatih tangan
“Dia melatih tanganku untuk berperang, sehingga lenganku dapat melengkungkan busur tembaga.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Samuel 17:49
✕ Sering dikira
Menganggap Daud menggunakan batu biasa yang tidak licin.
✓ Yang sebenarnya
Batu dipilih secara khusus, licin, dari sungai, yang menunjukkan persiapan dan keahlian.
✕ Sering dikira
Mengira batu itu hanya mengenai Goliat dan dia pingsan, lalu Daud membunuhnya.
✓ Yang sebenarnya
Batu itu menembus dahi dan menyebabkan kematian; Daud memenggal kepala untuk memastikan.
Renungan
Renungan Singkat 1 Samuel 17:49
Dalam hidup, kita menghadapi 'raksasa' berupa masalah besar. Seperti Daud, kita tidak perlu takut, tetapi harus bergerak maju dengan iman, menggunakan apa yang ada di tangan kita, dan percaya Tuhan yang berperang bagi kita.
Tuhan, berikan aku keberanian seperti Daud untuk menghadapi tantangan besar dengan iman dan bertindak, percaya bahwa Engkau berkuasa memberikan kemenangan. Amin.