Saul Menyadari Tuhan Menyertai Daud

1 Samuel 18:28

Karier Daud dan Kecemburuan Saul

PerikopSaul Menginginkan Putrinya Kawin dengan Daud · 1 Samuel 18:17-30 →
“Demikianlah Saul melihat dan mengetahui bahwa TUHAN menyertai Daud, dan Mikhal, anak perempuan Saul, mengasihinya.”

1 Samuel 18:28 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 1 Samuel 18:28?

Saul semakin menyadari bahwa Tuhan menyertai Daud, dan Mikhal, putrinya, mencintai Daud. Ini membuat Saul semakin takut dan iri, karena ia tahu Daud diberkati Tuhan.

Latar belakang

Kebenaran yang Tak Terbantahkan

Saul akhirnya melihat dan mengetahui dengan jelas bahwa TUHAN menyertai Daud. Mikhal pun mengasihi Daud, menambah kompleksitas hubungan mereka.

Di mana

Gibea

Di istana Saul setelah peristiwa tombak

Kapan

~1010 SM

Kerajaan Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Saul coba bunuh Daud
Saul kejar Daud
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis 1 Samuel

Narator yang mencatat sejarah Israel

P

Kepada

Pembaca kitab

Orang Israel dan kita

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

רָאָה

ra'ah · melihat

melihat secara fisik atau memahami

יָדַע

yada · mengetahui

mengenal secara intim, mengalami

עִם

im · menyertai

bersama, dalam hubungan dekat

Kata 'melihat' dan 'mengetahui' menunjukkan pengalaman langsung, bukan sekadar teori. Saul tidak bisa menyangkal bahwa Tuhan 'bersama' Daud secara nyata.

Tahukah kamu

Mikhal: Cinta yang Menjadi Alat

Mikhal adalah satu-satunya istri Daud yang diceritakan jatuh cinta padanya, tapi ayahnya memanfaatkan cinta itu untuk menjebak Daud.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 1 Samuel 18:28

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 1 Samuel 18:28

✕  Sering dikira

Mikhal mengasihi Daud karena Daud sudah hebat.

✓  Yang sebenarnya

Mikhal mungkin sudah mengenal Daud sejak ia datang ke istana.

✕  Sering dikira

Saul takut karena Daud punya pasukan besar.

✓  Yang sebenarnya

Ketakutan Saul terutama karena ia tahu Tuhan di pihak Daud.

Renungan

Renungan Singkat 1 Samuel 18:28

Ketika orang lain lebih berhasil, kita bisa belajar untuk bersukacita atas berkat mereka, bukan iri. Sikap iri hanya merusak diri sendiri dan hubungan dengan sesama.

Tuhan, jauhkan aku dari rasa iri dan takut. Ajari aku untuk bersukacita dalam berkat orang lain dan mempercayai rencana-Mu atas hidupku. Amin.