Perkenalan Daud

1 Samuel 17:12

Daud dan Goliat

Daud adalah anak seorang dari Efrata, yang bernama Isai, dari Betlehem-Yehuda. Isai memiliki delapan anak laki-laki. Pada zaman Saul, dia sudah tua dan lanjut usia.

1 Samuel 17:12 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 1 Samuel 17:12?

Daud diperkenalkan sebagai anak Isai, orang Efrata dari Betlehem-Yehuda, yang memiliki delapan anak laki-laki. Daud adalah yang bungsu dan pada zaman Saul, Isai sudah tua.

Latar belakang

Latar Belakang Daud

Penulis menyela kisah pertempuran untuk memperkenalkan Daud: anak bungsu Isai, dari Betlehem, yang terluput dari medan perang karena tugasnya menggembalakan domba.

Di mana

Betlehem-Yehuda

Kota kecil, kampung halaman Daud

Kapan

~1010 SM

Zaman Hakim-hakim dan Saul

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Samuel mengurapi Daud
Daud mengalahkan Goliat
Kamu di sini
N

Yang berbicara

Narator (penulis 1 Samuel)

Penyusun sejarah Israel, memperkenalkan latar belakang Daud

P

Kepada

Pembaca kitab

Umat Tuhan, untuk mengenal pahlawan iman

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

בֵּן

ben · anak

putra, keturunan

אֶפְרָתִי

Ephrati · Efrata

orang Efrata, mungkin merujuk pada Betlehem atau suku Efraim

שְׁמוֹנָה

shemonah · delapan

delapan, angka penuh

Daud disebut 'ben' (anak) dan 'Ephrati'—identitasnya kuat. Delapan anak Isai menunjukkan Daud yang bungsu, sering diremehkan, tetapi Allah memilihnya.

Tahukah kamu

Ingatan pada Rut

Betlehem adalah kota Rut dan Boas, nenek moyang Daud—kisah ini terkait dengan rencana Allah.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 1 Samuel 17:12

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 1 Samuel 17:12

✕  Sering dikira

Efrata berarti dari suku Efraim.

✓  Yang sebenarnya

Di sini Efrata lebih mungkin nama kuno Betlehem, bukan suku.

✕  Sering dikira

Daud tidak penting karena yang bungsu.

✓  Yang sebenarnya

Justru Allah sering memilih yang kecil untuk menunjukkan kuasa-Nya.

Renungan

Renungan Singkat 1 Samuel 17:12

Allah sering memilih orang yang dianggap kecil atau tidak penting untuk melakukan hal besar. Jangan meremehkan diri sendiri atau orang lain, karena Tuhan memakai yang sederhana.

Tuhan, terima kasih karena Engkau memandang hati, bukan status. Pakailah saya apa adanya untuk kemuliaanMu. Amin.