Tiga kakak Daud maju berperang
1 Samuel 17:13
Daud dan Goliat: Iman Mengalahkan Raksasa
“Ketiga anak Isai yang tertua pergi mengikuti Saul untuk berperang. Nama ketiga anaknya yang pergi berperang adalah Eliab, yang sulung, yang kedua Abinadab, dan yang ketiga Syama.”1 Samuel 17:13 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ketiga anak Isai yang besar-besar telah pergi berperang mengikuti Saul; nama ketiga anaknya yang pergi berperang itu ialah Eliab, anak sulung, anak yang kedua ialah Abinadab, dan anak yang ketiga adalah Syama.”1 Samuel 17:13 · TB
Terjemahan Baru
“Ketiga anak Isai yang tertua telah pergi berperang mengikuti Saul. Yang sulung bernama Eliab, yang kedua Abinadab, dan yang ketiga Syama.”1 Samuel 17:13 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Tiga anak tertua Isai yang bernama Eliab, Abinadab, dan Syama, pergi berperang bersama Saul. Dan Daud adalah anak bungsu.”1 Samuel 17:13 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And the three eldest sons of Jesse went and followed Saul to the battle: and the names of his three sons that went to the battle were Eliab the firstborn, and next unto him Abinadab, and the third Shammah.”1 Samuel 17:13 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Samuel 17:13?
Tiga kakak Daud yang paling tua, Eliab, Abinadab, dan Syama, ikut berperang bersama Saul melawan orang Filistin. Ini menunjukkan mereka adalah bagian dari pasukan Israel yang sedang menghadapi tantangan Goliat.
Latar belakang
Kakak-kakak Daud ikut berperang
Tiga anak Isai yang tertua – Eliab, Abinadab, dan Syama – telah mengikuti Saul ke medan perang melawan Filistin. Mereka ada di antara pasukan Israel yang berkumpul di Lembah Elah, sementara Daud yang bungsu tinggal di Betlehem untuk menggembalakan domba.
Di mana
Lembah Tarbantin (Elah)
Lembah Elah, dekat medan perang Israel vs Filistin
Kapan
~1010 SM
Zaman Hakim-hakim dan Raja Saul
Yang berbicara
Penulis 1 Samuel
Narator alkitabiah yang mencatat sejarah Israel
Kepada
Pembaca kitab
Komunitas iman yang membaca kisah ini
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
הָלַךְ
halakh · mengikuti
berjalan, pergi, mengikuti
בְּכוֹר
bekhor · sulung
anak pertama, yang sulung
צֹאן
tso'n · kawanan
kawanan domba atau kambing
Kata 'halakh' menunjukkan tindakan mengikuti secara fisik, menegaskan bahwa kakak-kakak Daud benar-benar hadir di medan perang. 'Bekhor' menekankan status Eliab sebagai anak sulung, yang biasanya memiliki hak istimewa. Sementara 'tso'n' mengingatkan kita bahwa Daud, si bungsu, justru tinggal menjaga domba – gambaran pemazmur yang akan menjadi gembala Israel.
Tahukah kamu
Delapan anak laki-laki Isai?
Meski ayat 12 menyebut Isai punya delapan anak laki-laki, hanya tiga yang disebut di sini, dan Daud adalah yang bungsu. Nama anak keempat sampai ketujuh tidak pernah disebut dalam Alkitab, kecuali di 1 Tawarikh 2 yang mencatat tujuh anak Isai, membuat total delapan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Samuel 17:13
1 Samuel 16:10
Daftar anak Isai
“Isai menyuruh tujuh anaknya yang laki-laki lewat di depan Samuel, tetapi Samuel berkata: 'Ini semua tidak dipilih TUHAN.'”
1 Samuel 17:28
Sikap kakak sulung
“Eliab, kakaknya yang tertua, mendengar percakapannya dengan orang-orang itu. Bangkitlah kemarahan Eliab terhadap Daud.”
1 Tawarikh 2:13-15
Nama kakak Daud
“Isai memperanakkan Eliab, anak sulungnya, Abinadab anak yang kedua, Simea anak yang ketiga, Netanel anak yang keempat, Radai anak yang kelima, Ozem anak yang keenam, Daud anak yang ketujuh.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Samuel 17:13
✕ Sering dikira
Kakak-kakak Daud pergi berperang karena mereka adalah prajurit yang gagah berani.
✓ Yang sebenarnya
Mereka pergi karena Saul memanggil seluruh orang Israel, dan sebagai warga negara, mereka wajib memenuhi panggilan perang.
✕ Sering dikira
Daud tidak ikut karena dia terlalu muda dan tidak layak berperang.
✓ Yang sebenarnya
Daud memang yang bungsu, tetapi tanggung jawabnya menggembalakan domba ayahnya adalah tugas yang nyata, bukan sekadar alasan untuk tidak ikut.
Renungan
Renungan Singkat 1 Samuel 17:13
Dalam keluarga besar, sering kali ada yang terlihat lebih berperan. Namun, setiap orang punya panggilan dan waktunya sendiri. Jangan berkecil hati jika belum dipakai dalam perkara besar; Tuhan sedang mempersiapkanmu.
Tuhan, tolong aku untuk tidak iri pada mereka yang terlihat lebih berperan, dan percaya bahwa Engkau punya rencana untuk hidupku, Amin.