Samuel belajar melihat seperti Tuhan
1 Samuel 16:7
Daud diurapi sebagai raja
PerikopSamuel Pergi ke Betlehem · 1 Samuel 16:1-13 →“Akan tetapi, TUHAN berfirman kepada Samuel, “Jangan melihat wajahnya atau sosok tubuhnya yang tinggi, sebab Aku telah menolak dia. Allah tidak melihat seperti manusia melihat, sebab manusia melihat yang ada di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.””1 Samuel 16:7 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."”1 Samuel 16:7 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi TUHAN berkata kepada Samuel, "Janganlah kau terpikat oleh rupanya yang elok dan tinggi badannya; bukan dia yang Kukehendaki. Aku tidak menilai seperti manusia menilai. Manusia melihat rupa, tetapi Aku melihat hati."”1 Samuel 16:7 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Tetapi TUHAN berkata kepada Samuel, “Jangan melihat wajah atau tinggi badannya, sebab Aku tidak memilih dia. Aku tidak menilai seseorang seperti cara manusia menilai. Manusia menilai berdasarkan penampilan luar saja, tetapi Aku menilai isi hatinya.””1 Samuel 16:7 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“But the LORD said unto Samuel, Look not on his countenance, or on the height of his stature; because I have refused him: for the LORD seeth not as man seeth; for man looketh on the outward appearance, but the LORD looketh on the heart.”1 Samuel 16:7 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Samuel 16:7?
Ayat ini mengajarkan bahwa Allah menilai manusia bukan dari penampilan luar, melainkan dari hati. Samuel awalnya terkesan dengan Eliab yang tinggi dan tampan, tetapi Allah menolaknya. Ini menegaskan bahwa ukuran Allah berbeda dengan ukuran manusia: manusia melihat yang tampak, tetapi Allah melihat hati yang terdalam.
Latar belakang
Tuhan menegur cara pandang Samuel
Samuel melihat Eliab, anak pertama Isai, yang perawakannya tinggi dan tampan, dan mengira dialah yang akan diurapi. Tetapi Tuhan berkata bahwa Dia telah menolak Eliab, karena manusia melihat penampilan luar, sedangkan Tuhan melihat hati.
Di mana
Betlehem
Di rumah Isai, saat Samuel melihat anak-anak Isai
Kapan
~1020 SM
Zaman Hakim-hakim / Awal Kerajaan
Yang berbicara
Tuhan
Allah Israel, yang berfirman kepada Samuel
Kepada
Samuel
Nabi tua yang sedang mencari calon raja pengganti Saul
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
רָאָה
ra'ah · melihat
melihat, memperhatikan, memahami
פָּנִים
panim · wajah
permukaan, wajah, penampilan luar
לֵבָב
levav · hati
hati, batin, pikiran, kehendak
Kontras antara 'mata' yang melihat penampilan dan 'hati' yang dilihat Tuhan menunjukkan bahwa Tuhan menilai karakter batin, bukan sekadar penampilan fisik.
Tahukah kamu
Kata 'melihat' dalam bahasa Ibrani
Dalam bahasa Ibrani, ada beberapa kata untuk 'melihat'; di sini dipakai kata yang menekankan persepsi batin, bukan sekadar penglihatan mata.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Samuel 16:7
Amsal 21:2
Tuhan menimbang hati
“Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHAN menimbang hati.”
Yeremia 17:10
Tuhan menyelidiki hati
“Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin.”
Yohanes 7:24
Jangan menilai penampilan
“Janganlah menghakimi menurut apa yang kelihatan, tetapi hakimilah dengan adil.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Samuel 16:7
✕ Sering dikira
Berarti Tuhan tidak peduli penampilan fisik sama sekali, jadi boleh asal-asalan menjaga tubuh.
✓ Yang sebenarnya
Bukan berarti penampilan fisik tidak penting, tetapi Tuhan lebih menilai hati yang benar.
✕ Sering dikira
Samuel salah memilih karena dia tidak mendengar Tuhan, padahal dia sedang belajar mendengar.
✓ Yang sebenarnya
Samuel sedang dalam proses belajar; Tuhan dengan sabar mengoreksinya.
Renungan
Renungan Singkat 1 Samuel 16:7
Sering kali kita menilai orang dari penampilan, status, atau kepandaian. Namun, Allah melihat motivasi dan kesetiaan hati kita. Mari belajar untuk melihat diri sendiri dan orang lain dengan cara pandang Allah, mengutamakan integritas dan kasih di atas hal-hal lahiriah.
Ya Allah, ajarilah aku untuk memandang orang lain seperti Engkau memandang, melihat hati dan bukan penampilan. Amin.