Tanda dari Langit pada Panen
1 Samuel 12:17
Samuel Memanggil Guntur dan Hujan
“Bukankah sekarang ini musim menuai gandum? Aku akan memanggil TUHAN supaya Dia menurunkan guntur dan hujan. Sadarlah dan lihatlah bahwa besarlah kejahatan yang telah kamu lakukan dalam pandangan TUHAN dengan meminta seorang raja bagimu.””1 Samuel 12:17 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Bukankah sekarang musim menuai gandum? Aku akan berseru kepada TUHAN, supaya Ia memberikan guruh dan hujan. Lihatlah dan sadarlah, bahwa besar kejahatan yang telah kamu lakukan itu di mata TUHAN dengan meminta raja bagimu."”1 Samuel 12:17 · TB
Terjemahan Baru
“Aku akan berseru kepada TUHAN, dan meskipun sekarang musim kemarau, TUHAN akan menurunkan guruh dan hujan sebagai jawaban atas doaku. Pada saat itu, kamu akan sadar betapa besar dosamu terhadap TUHAN karena meminta seorang raja."”1 Samuel 12:17 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Sekarang ini adalah musim panen gandum, dan biasanya tidak akan terjadi hujan. Walaupun demikian, saya akan berdoa kepada TUHAN supaya Dia memberikan guntur dan hujan. Melalui keajaiban itu kalian akan menyadari bahwa kalian sudah melakukan kejahatan besar di hadapan TUHAN, ketika kalian meminta untuk dipimpin oleh seorang raja.””1 Samuel 12:17 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Is it not wheat harvest to day? I will call unto the LORD, and he shall send thunder and rain; that ye may perceive and see that your wickedness is great, which ye have done in the sight of the LORD, in asking you a king.”1 Samuel 12:17 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Samuel 12:17?
Samuel memanggil Tuhan untuk menurunkan guntur dan hujan saat musim menuai gandum, yang jarang terjadi. Ini akan menjadi bukti bahwa bangsa Israel telah berdosa dengan meminta raja. Tanda ini menunjukkan murka Tuhan atas keinginan mereka.
Latar belakang
Samuel Menyatakan Tanda yang Aneh
Samuel menjelaskan bahwa meskipun sedang musim panen kering, ia akan memanggil Tuhan untuk menurunkan guntur dan hujan. Ini adalah tanda yang luar biasa untuk menunjukkan betapa besarnya kejahatan mereka dalam meminta raja, sekaligus membuktikan bahwa perkataan Samuel berasal dari Tuhan.
Di mana
Gilgal
Di tanah lapang, di hadapan raja dan rakyat, saat musim panen gandum.
Kapan
~1050 SM
Masa transisi dari hakim-hakim ke kerajaan
Yang berbicara
Samuel
Nabi tua yang setia, berbicara atas nama Tuhan.
Kepada
Seluruh bangsa Israel
Orang-orang yang berdiri di Gilgal, menyaksikan tanda.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
קֹלוֹת
qolot · guntur
Suara-suara, gemuruh, suara guntur; juga berarti suara Tuhan.
מָטָר
matar · hujan
Hujan lebat, turunnya air dari langit.
רָעָה
ra'ah · kejahatan
Kejahatan, keburukan, hal yang tidak baik.
Kata 'qolot' tidak hanya berarti guntur, tetapi juga bisa merujuk pada suara Tuhan. Hujan yang turun menjadi tanda bahwa perkataan Samuel benar, dan kejahatan mereka telah 'membuat kerusakan' di hadapan Tuhan.
Tahukah kamu
Hujan di Musim Panen
Hujan pada musim panen gandum dapat merusak hasil panen. Jadi, mukjizat ini tidak hanya aneh, tetapi juga berpotensi merugikan, menunjukkan kuasa Tuhan yang mengatasi alam.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Samuel 12:17
Keluaran 9:23
Mukjizat serupa di Mesir
“Musa mengulurkan tongkatnya ke langit, maka TUHAN mengirimkan guntur dan hujan es”
1 Samuel 7:10
Tuhan menjawab melalui guntur
“TUHAN mengguntur dengan suara yang hebat pada hari itu”
Ayub 37:5
Guntur adalah suara Allah
“Allah mengguntur dengan suara-Nya yang mengagumkan”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Samuel 12:17
✕ Sering dikira
Samuel meminta hujan secara alami, bukan mukjizat.
✓ Yang sebenarnya
Karena ini musim kemarau, hujan adalah mukjizat yang menunjukkan kuasa Tuhan.
✕ Sering dikira
Tuhan menghukum bangsa dengan hujan, tetapi sebenarnya ini adalah tanda peringatan.
✓ Yang sebenarnya
Hujan di sini bukan hukuman, melainkan bukti dosa dan panggilan untuk bertobat.
Renungan
Renungan Singkat 1 Samuel 12:17
Tuhan dapat menggunakan cara-cara luar biasa untuk mengingatkan kita akan dosa kita. Ketika kita menyadari kesalahan, jangan mengeraskan hati, tetapi bertobatlah dengan sungguh-sungguh.
Tuhan, sadarkan aku akan dosa-dosaku, dan jangan biarkan aku mengeraskan hati terhadap teguran-Mu. Amin.