Doa Ibu yang Getir

1 Samuel 1:10

Hana: Ibu yang Berdoa dan Dikabulkan

Hati Hana getir, dan dia berdoa kepada TUHAN sambil menangis tersedu-sedu.

1 Samuel 1:10 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 1 Samuel 1:10?

Hana berdoa dengan hati yang getir dan menangis tersedu-sedu. Ini menunjukkan doa yang sungguh-sungguh, penuh emosi, dan jujur di hadapan Tuhan. Dia tidak menutupi kepedihannya, tetapi mencurahkannya kepada Allah.

Latar belakang

Menangis di Hadapan Tuhan

Hana, yang mandul dan terus-menerus disakiti oleh madunya Penina, datang ke Bait Suci dengan hati yang pahit dan sedih. Di sana, dia melampiaskan semua kepedihannya kepada Tuhan dalam doa yang penuh air mata.

Di mana

Silo

Di Bait Suci, dekat pintu masuk

Kapan

~1100 SM

Zaman Hakim-hakim

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Hana diejek Penina
Samuel lahir
Kamu di sini
N

Yang berbicara

Narator

Penulis sejarah Israel kuno

P

Kepada

Pembaca

Orang yang ingin memahami karya Tuhan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

מָרָה

marah · getir

pahit atau penuh kepedihan

פָּלַל

palal · berdoa

meminta atau berpetisi dengan sungguh-sungguh

בָּכָה

bakah · menangis

menangis dengan suara atau mengeluarkan air mata

Ketiga kata ini menunjukkan bahwa doa yang tulus bisa muncul dari kepahitan hati dan disertai tangisan. Tidak harus selalu tenang atau indah, tetapi jujur di hadapan Tuhan.

Tahukah kamu

Menangis sebagai Doa

Di Timur Tengah kuno, menangis di tempat umum adalah hal yang lazim, dan Bait Suci menjadi tempat yang tepat untuk mencurahkan isi hati kepada Tuhan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 1 Samuel 1:10

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 1 Samuel 1:10

✕  Sering dikira

Mengira bahwa menangis dalam doa berarti kurang iman.

✓  Yang sebenarnya

Alkitab justru menunjukkan bahwa menangis bisa menjadi ekspresi iman yang dalam dan hubungan yang jujur dengan Tuhan.

✕  Sering dikira

Mengira bahwa Tuhan hanya mau mendengar doa orang yang tenang.

✓  Yang sebenarnya

Tuhan menerima doa apa adanya, termasuk yang penuh air mata dan kepahitan, karena Dia peduli pada kesedihan kita.

Renungan

Renungan Singkat 1 Samuel 1:10

Tuhan menerima doa kita apa adanya, termasuk tangis dan keluhan. Kita tidak perlu berpura-pura kuat di hadapan-Nya. Mari kita belajar untuk jujur dan terbuka kepada Tuhan dalam setiap perasaan kita.

Bapa, aku datang kepada-Mu dengan segala kegetiran hatiku. Dengarlah tangisku dan terimalah doaku yang tulus. Amin.