Nadab naik takhta Israel

1 Raja-raja 15:25

Dua Kerajaan: Ringkasan Para Raja

Lalu, Nadab, anak Yerobeam, menjadi raja atas Israel pada tahun ke-2 zaman Asa, raja Yehuda. Dia memerintah atas Israel selama dua tahun.

1 Raja-raja 15:25 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 1 Raja-raja 15:25?

Nadab, putra Yerobeam, menjadi raja Israel pada tahun kedua pemerintahan Asa, raja Yehuda, dan memerintah selama dua tahun. Ini menunjukkan pergantian dinasti di Israel utara yang mengikuti jejak ayahnya yang jahat.

Latar belakang

Nadab, Raja Israel yang Jahat

Setelah Yerobeam mati, anaknya Nadab naik takhta di Israel. Namun ia mengikuti jejak ayahnya dalam dosa, menyebabkan seluruh Israel berbuat dosa.

Di mana

Samaria

Istana kerajaan di Samaria

Kapan

~910 SM

Kerajaan Terbagi

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Yerobeam meninggal
Nadab dibunuh Baesa
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis 1 Raja-raja

Narator alkitabiah, menyampaikan sejarah

P

Kepada

Pembaca Israel

Umat Tuhan yang membaca riwayat

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

רַע

ra' · jahat

buruk, jahat, atau merusak

דֶּרֶךְ

derek · jalan

cara hidup atau perilaku

חֵטְא

chet · dosa

kesalahan atau pelanggaran moral

Ketiga kata ini menekankan bahwa dosa adalah 'jalan' yang 'jahat' yang diwariskan dan menyebar, bukan sekadar tindakan sesaat.

Tahukah kamu

Nama Nadab

Nama Nadab berarti 'murah hati' atau 'bangsawan', namun ia hidup bertolak belakang dengan namanya.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 1 Raja-raja 15:25

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 1 Raja-raja 15:25

✕  Sering dikira

Mengira hanya Nadab yang berdosa, padahal seluruh Israel ikut terdampak.

✓  Yang sebenarnya

Ayat menekankan dosa Nadab menyebabkan Israel berdosa, menunjukkan pengaruh kepemimpinan.

✕  Sering dikira

Berpikir masa pemerintahan dua tahun tidak cukup untuk melakukan banyak hal.

✓  Yang sebenarnya

Penilaian Alkitab bukan pada durasi, melainkan kualitas moral dan dampaknya.

Renungan

Renungan Singkat 1 Raja-raja 15:25

Kita sering mengikuti jejak orang tua atau panutan kita, baik atau buruk. Mari kita sadar bahwa kita bisa memilih jalan yang berbeda, mengikuti teladan Kristus, bukan teladan yang salah.

Tuhan, tolong saya untuk tidak mengikuti jejak kesalahan orang lain, tetapi berjalan dalam kebenaran-Mu. Amin.