Pelacur kuil di Yehuda
1 Raja-raja 14:24
Nubuat Melawan Yerobeam dan Kematian Abia
“Bahkan, ada pelacur-pelacur kuil laki-laki di tanah ini. Mereka melakukan segala kekejian dari bangsa-bangsa yang telah TUHAN usir dari hadapan keturunan Israel.”1 Raja-raja 14:24 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Bahkan ada pelacuran bakti di negeri itu. Mereka berlaku sesuai dengan segala perbuatan keji bangsa-bangsa yang telah dihalau TUHAN dari orang Israel.”1 Raja-raja 14:24 · TB
Terjemahan Baru
“Di tempat-tempat itu mereka mengadakan pelacuran sebagai penyembahan kepada dewa. Bahkan laki-laki pun bertugas sebagai pelacur. Orang Yehuda melakukan semua perbuatan keji yang dilakukan oleh bangsa-bangsa yang telah diusir TUHAN pada waktu orang Israel memasuki negeri itu.”1 Raja-raja 14:24 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Di tempat-tempat itu mereka juga mengadakan pelacuran sesama jenis, yaitu laki-laki dengan laki-laki. Dengan demikian mereka meniru semua kejahatan menjijikkan seperti kelakuan bangsa-bangsa lain yang sudah TUHAN usir ketika orang Israel memasuki negeri itu.”1 Raja-raja 14:24 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And there were also sodomites in the land: and they did according to all the abominations of the nations which the LORD cast out before the children of Israel.”1 Raja-raja 14:24 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Raja-raja 14:24?
Ayat ini menyebutkan adanya pelacur-pelacur kuil laki-laki dan kekejian bangsa kafir yang dilakukan di Yehuda. Hal ini menunjukkan betapa merosotnya moral dan spiritual umat Tuhan, yang meniru kebiasaan bangsa-bangsa yang seharusnya mereka usir. Tuhan mencatat ini sebagai kekejian.
Latar belakang
Praktik kafir yang merajalela
Di Yehuda terdapat pelacur-pelacur kuil laki-laki, yang mengikuti praktik keagamaan bangsa Kanaan yang menyimpang. Ini adalah kekejian di mata Tuhan, sama seperti bangsa-bangsa yang telah diusir dari tanah itu.
Di mana
Yerusalem
Catatan sejarah Kerajaan Yehuda
Kapan
~930 SM
Kerajaan Terpecah
Yang berbicara
Penulis 1 Raja-raja
Sejarawan Israel, mencatat tindakan raja-raja.
Kepada
Pembaca Alkitab
Orang yang mencari kebenaran Allah.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
קָדֵשׁ
qadesh · pelacur
Pria yang dikuduskan untuk prostitusi kuil.
בָּמָה
bamah · kuil
Tempat tinggi, bangunan pemujaan berhala.
תּוֹעֵבָה
to'evah · kekejian
Hal yang menjijikkan, sangat dibenci Allah.
Kata 'qadesh' (kudus) menjadi ironi: yang dikuduskan justru melakukan hal yang menjijikkan. 'Kekejian' (to'evah) menunjukkan betapa seriusnya dosa ini di mata Allah, yang menuntut kekudusan umat-Nya.
Tahukah kamu
Pelacur kuil laki-laki (qadesh)
Kata 'qadesh' berarti 'yang dikuduskan', tetapi dipakai untuk pria yang melakukan prostitusi ritual dalam kuil Asyera/Asytoret.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Raja-raja 14:24
Ulangan 23:17
Larangan pelacur bakti
“Di antara anak-anak perempuan Israel janganlah ada pelacur bakti, dan di antara anak-anak laki-laki Israel janganlah ada pelacur bakti.”
1 Raja-raja 15:12
Asa memberantas
“Ia mengusir pelacur-pelacur bakti dari negeri itu dan menjauhkan segala berhala yang dibuat oleh nenek moyangnya.”
Imamat 18:27
Kekejian bangsa kafir
“Sebab segala kekejian itu telah dilakukan oleh orang-orang yang mendiami negeri itu sebelum kamu, sehingga negeri itu menjadi najis.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Raja-raja 14:24
✕ Sering dikira
Mengira pelacur kuil hanya melayani kebutuhan seksual biasa.
✓ Yang sebenarnya
Itu adalah praktik ritual penyembahan berhala, yang melibatkan hubungan seksual sebagai bagian dari pemujaan.
✕ Sering dikira
Menganggap kekejian itu hanya dosa kecil.
✓ Yang sebenarnya
Kata 'kekejian' menunjukkan kekotoran yang sangat serius, yang menyebabkan Allah menghukum bangsa-bangsa sebelumnya.
Renungan
Renungan Singkat 1 Raja-raja 14:24
Pengaruh lingkungan yang tidak sesuai dengan firman Tuhan dapat merusak iman kita jika tidak waspada. Kita dipanggil untuk menjadi terang dan garam, bukan untuk meniru kegelapan. Jaga pergaulan dan jangan kompromi dengan dosa.
Ya Tuhan, jauhkanlah aku dari pengaruh yang merusak. Berikan aku keberanian untuk hidup kudus di tengah dunia yang gelap. Amin.