Kembali dan dihukum

1 Raja-raja 13:23

Peringatan ke Yerobeam dan akibatnya

PerikopAllah Berbicara Melawan Betel · 1 Raja-raja 13:1-34 →
“Setelah dia makan roti dan setelah minum air, dia memasang pelana keledai untuk nabi yang telah dia bawa kembali itu.”

1 Raja-raja 13:23 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 1 Raja-raja 13:23?

Setelah makan dan minum, nabi tua itu menyiapkan keledai untuk abdi Allah, dan dia pun pergi. Ini adalah awal dari perjalanan terakhirnya yang berakhir dengan kematian.

Latar belakang

Nabi muda membawa keledai

Setelah makan, nabi muda menyiapkan keledai untuk nabi tua, lalu nabi muda itu pergi. Ini adalah awal perjalanan yang berakhir fatal.

Di mana

Betel

Setelah makan, di rumah nabi tua

Kapan

~930 SM

Kerajaan Terpecah

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Firman hukuman
Kematian oleh singa
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis 1 Raja-raja

Sejarawan yang mencatat kisah kerajaan Israel

P

Kepada

Pembaca Alkitab

Orang-orang yang membaca kisah ini

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

חֲמוֹר

chamor · pelana

keledai, hewan tunggangan

הָלַךְ

halakh · pergi

berjalan, meninggalkan

נָבִיא

navi · nabi

juru bicara Allah

Keledai dan nabi adalah dua agen yang bergerak; akhirnya nabi mati, tetapi keledai tetap hidup, menunjukkan kedaulatan Allah atas nasib manusia.

Tahukah kamu

Keledai menjadi saksi

Keledai nabi muda itu tetap berdiri di samping mayat ketika singa membunuh tuannya, menunjukkan kendali Allah atas binatang.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 1 Raja-raja 13:23

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 1 Raja-raja 13:23

✕  Sering dikira

Nabi muda itu tewas di jalan karena kecelakaan.

✓  Yang sebenarnya

Kematiannya adalah hukuman langsung dari Allah melalui singa.

✕  Sering dikira

Nabi tua ikut pergi dan mati juga.

✓  Yang sebenarnya

Nabi tua tidak ikut; ia kemudian menguburkan mayat nabi muda.

Renungan

Renungan Singkat 1 Raja-raja 13:23

Setiap tindakan memiliki konsekuensi. Setelah kita memilih untuk tidak taat, kita tetap harus menghadapi hasilnya. Mari kita berhati-hati dalam setiap keputusan, karena Tuhan melihat dan menilai.

Tuhan, bimbing aku dalam setiap langkahku, dan jauhkan aku dari kesombongan yang membuatku meremehkan perintah-Mu. Amin.