Yang menanam bukan apa-apa

1 Korintus 3:7

Allah yang Berperan

Jadi, bukan yang menanam, bukan juga yang menyiram, melainkan Allah yang menumbuhkan.

1 Korintus 3:7 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 1 Korintus 3:7?

Ayat ini menegaskan bahwa pertumbuhan rohani seseorang bukanlah hasil karya manusia, tetapi karya Allah. Paulus dan Apolos hanya alat, sedangkan Allah yang memberi pertumbuhan. Ini mengajarkan kerendahan hati dan ketergantungan pada Tuhan dalam pelayanan.

Latar belakang

Intinya bukan si pekerja

Paulus menyimpulkan: yang penting bukan penanam atau penyiram, melainkan Allah yang menumbuhkan. Pekerja itu nyata, tapi tidak berarti tanpa kuasa Tuhan. Fokus harus pindah dari manusia ke Allah.

Di mana

Korintus

Kota yang gemar mengelu-elukan tokoh berbakat

Kapan

~55 M

Kesimpulan metafora

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Menanam & menyiram
Soal upah pekerja
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Paulus

Menarik kesimpulan tegas dari gambaran ladang

J

Kepada

Jemaat Korintus

Tergoda membesarkan peran manusia

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

τι

ti · anything

sesuatu yang berarti, ada nilainya

ἀλλά

alla · but

melainkan, kontras kuat

θεός

theos · God

Allah, satu-satunya yang menumbuhkan

Dengan 'alla' yang tegas, Paulus mengontraskan pekerja yang 'bukan apa-apa' dengan Allah yang adalah segalanya dalam pertumbuhan.

Tahukah kamu

Bahasa hampir matematis

Paulus menyusun kalimat ini seperti rumus: penanam = 0, penyiram = 0, Allah = segalanya — supaya tak ada celah untuk memuja manusia.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 1 Korintus 3:7

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 1 Korintus 3:7

✕  Sering dikira

'Berarti kerja pelayan tidak penting.'

✓  Yang sebenarnya

Kerja mereka nyata; hanya saja hasilnya tetap dari Allah.

✕  Sering dikira

'Kalau Allah yang kerja, kita santai saja.'

✓  Yang sebenarnya

Ayat berikutnya justru bicara upah sesuai usaha tiap pekerja.

Renungan

Renungan Singkat 1 Korintus 3:7

Ketika kita melayani atau berbagi iman, ingatlah bahwa perubahan hati seseorang adalah pekerjaan Allah, bukan kita. Jadi, jangan mudah kecewa jika usaha kita tidak terlihat membuahkan hasil; teruslah setia, karena Tuhan yang menumbuhkan.

Tuhan, terima kasih karena Engkau yang menumbuhkan iman kami; ajarlah kami untuk setia dalam tugas kami dan percaya pada karya-Mu. Amin.