Terlihat bodoh bagi yang tak rohani
1 Korintus 2:14
Allah Menunjukkan Hikmat-Nya Melalui Roh
“Namun, manusia yang tidak rohani tidak menerima hal-hal yang berasal dari Roh Allah karena hal-hal itu merupakan kebodohan baginya. Ia tidak dapat memahaminya karena hal-hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.”1 Korintus 2:14 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.”1 Korintus 2:14 · TB
Terjemahan Baru
“Orang yang tidak mempunyai Roh Allah, tidak dapat menerima apa yang dinyatakan oleh Roh itu. Sebab bagi orang itu hal-hal tersebut seperti suatu kebodohan saja. Orang itu tidak dapat mengertinya, sebab hal-hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.”1 Korintus 2:14 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Orang yang tidak memiliki Roh Allah tidak bisa menerima ajaran yang berasal dari Roh Allah, karena orang seperti itu akan menganggap ajaran tersebut sebagai kebodohan. Dia tidak mungkin mengerti, sebab ajaran dari Roh Allah hanya bisa dimengerti dengan bantuan Roh Allah.”1 Korintus 2:14 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“But the natural man receiveth not the things of the Spirit of God: for they are foolishness unto him: neither can he know them, because they are spiritually discerned.”1 Korintus 2:14 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Korintus 2:14?
Orang yang tidak rohani, atau yang belum percaya, tidak dapat menerima ajaran Roh Allah karena menganggapnya bodoh. Hal ini terjadi karena kebenaran rohani hanya dapat dipahami melalui Roh Kudus, sehingga orang yang tidak memiliki Roh tidak akan dapat menangkap maknanya.
Latar belakang
Kenapa banyak orang tak menangkap
Paulus menjelaskan: orang yang tidak punya Roh menolak hal-hal dari Roh Allah karena terdengar konyol baginya. Bukan karena ia kurang pintar, tapi karena hal rohani hanya bisa dinilai secara rohani. Tanpa alat yang tepat, ia tak bisa memahaminya.
Di mana
Ditulis dari Efesus, ditujukan ke Korintus
Surat tentang dua cara menanggapi pesan
Kapan
~53 M
Paulus menjelaskan respons orang tanpa Roh
Yang berbicara
Paulus
Rasul yang menjelaskan kenapa sebagian orang menolak
Kepada
Jemaat Korintus
Orang yang heran kenapa pesan ini ditolak banyak orang
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ψυχικὸς
tidak rohani · natural person
Manusia jiwani, hidup dari nalar alami tanpa Roh
μωρία
kebodohan · foolishness
Hal konyol, omong kosong — akar kata 'moron'
ἀνακρίνεται
dinilai · discerned
Diperiksa, dievaluasi, ditimbang seperti dalam penyelidikan
Bagi manusia 'jiwani', hal Roh terdengar 'bodoh' karena hanya bisa 'dinilai' secara rohani — soal alat, bukan kecerdasan.
Tahukah kamu
'Manusia tidak rohani' = manusia 'jiwani'
Kata aslinya (psychikos) berarti manusia yang hidup hanya dari nalar dan nalurinya sendiri, tanpa Roh — bukan orang jahat, sekadar orang yang belum diberi 'indra' rohani.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Korintus 2:14
1 Korintus 1:18
kebodohan baginya
“Pemberitaan tentang salib memang kebodohan bagi mereka yang akan binasa.”
Yohanes 14:17
tidak menerima hal-hal yang berasal dari Roh Allah
“Dunia tidak dapat menerima Roh Kebenaran sebab dunia tidak melihat-Nya dan tidak mengenal-Nya.”
Roma 8:7
tidak dapat memahaminya
“Pikiran yang dikuasai daging adalah perseteruan terhadap Allah, sebab ia tidak takluk kepada hukum Allah.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Korintus 2:14
✕ Sering dikira
"Orang yang menolak Injil itu pasti kurang cerdas."
✓ Yang sebenarnya
Paulus bilang ini soal tak punya Roh, bukan soal IQ; orang pintar pun bisa menolak.
✕ Sering dikira
"Kalau dijelaskan cukup logis, semua orang pasti mengerti."
✓ Yang sebenarnya
Hal rohani butuh penilaian rohani, yang tak dimiliki manusia jiwani.
Renungan
Renungan Singkat 1 Korintus 2:14
Kita tidak perlu heran atau kecewa jika ada orang yang tidak mengerti iman kita. Yang bisa kita lakukan adalah tetap hidup setia dan berdoa, karena perubahan hati adalah pekerjaan Roh Kudus.
Tuhan, berikan aku kesabaran dan kasih untuk menghadapi orang-orang yang belum mengerti kebenaran-Mu, dan biarkan hidupku menjadi saksi yang menarik mereka kepada-Mu. Amin.