Kata-kata yang menguatkan orang lain

1 Korintus 14:3

Aturan main untuk ibadah yang sehat

Namun, orang yang bernubuat berbicara kepada manusia untuk membangun, nasihat, dan penghiburan.

1 Korintus 14:3 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 1 Korintus 14:3?

Bernubuat berbeda dengan bahasa lidah. Nubuat berbicara kepada manusia dengan tujuan membangun (menguatkan iman), menasihati (memberi arahan), dan menghibur (memberi semangat). Ini adalah karunia yang bermanfaat bagi jemaat secara langsung.

Latar belakang

Tiga hasil nubuat

Beda dengan bahasa lidah, nubuat bicara langsung ke manusia. Hasilnya jelas: membangun, menasihati, menghibur. Paulus menilai karunia dari seberapa banyak orang lain terbantu.

Di mana

Korintus

Pertemuan jemaat di rumah-rumah kota pelabuhan

Kapan

~55 M

Perjalanan misi ketiga Paulus

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Soal bahasa lidah
Membangun diri vs jemaat
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Paulus

Rasul yang mengukur ibadah dari dampaknya bagi sesama

J

Kepada

Jemaat Korintus

Perlu diingatkan bahwa karunia ada untuk orang lain

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

οἰκοδομὴν

oikodomēn · edification

membangun, seperti mendirikan rumah

παράκλησιν

paraklēsin · exhortation

menyemangati, mendampingi

παραμυθίαν

paramythian · consolation

menghibur dengan lembut

Tiga kata ini menggambarkan kata-kata yang mendirikan, menyemangati, dan menenangkan hati orang.

Tahukah kamu

Definisi sederhana

Ayat ini hampir jadi 'kamus' Paulus soal nubuat: bukan ramalan, tapi kata-kata yang membangun, menasihati, dan menghibur.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 1 Korintus 14:3

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 1 Korintus 14:3

✕  Sering dikira

"Nubuat itu menegur orang dengan keras."

✓  Yang sebenarnya

Fokusnya membangun dan menghibur, bukan menjatuhkan.

✕  Sering dikira

"Karunia ini hanya untuk segelintir nabi."

✓  Yang sebenarnya

Paulus berharap banyak orang bernubuat justru karena dampaknya luas.

Renungan

Renungan Singkat 1 Korintus 14:3

Setiap kali kita membagikan firman Tuhan, tanyakan: apakah ini membangun, menasihati, atau menghibur? Fokus pada kebutuhan pendengar, bukan pada keinginan kita untuk tampil. Nubuat yang benar selalu mengarah pada penguatan iman.

Tuhan, pakai aku untuk menyampaikan kata-kata yang membangun, menasihati, dan menghibur orang lain. Amin.