Dua-tiga nabi bicara, yang lain menimbang

1 Korintus 14:29

Aturan main untuk ibadah yang sehat

Biarlah hanya dua atau tiga nabi yang berbicara dan yang lain mempertimbangkannya.

1 Korintus 14:29 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 1 Korintus 14:29?

Hanya dua atau tiga nabi yang boleh berbicara dalam satu pertemuan, dan yang lain harus menimbang atau mengevaluasi perkataan mereka. Ini menunjukkan bahwa nubuat perlu diuji dan tidak boleh diterima begitu saja, demi menjaga kemurnian ajaran.

Latar belakang

Bicara dan timbang

Untuk nubuat pun ada aturan: cukup dua atau tiga nabi yang berbicara. Dan yang lain bertugas menimbang, menilai apakah yang disampaikan benar. Bukan ditelan mentah-mentah — jemaat ikut menguji.

Di mana

Korintus

Pertemuan jemaat dengan banyak yang bernubuat

Kapan

~55 M

Perjalanan misi ketiga Paulus

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Tanpa penafsir, diam
Penyataan untuk yang lain
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Paulus

Menerapkan aturan serupa pada nubuat

J

Kepada

Jemaat Korintus

Para nabi dan jemaat yang mendengarkan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

προφῆται

prophētai · prophets

para nabi, penyampai pesan Allah

διακρινέτωσαν

diakrinetōsan · weigh

menimbang, membedakan, menilai

ἄλλοι

alloi · others

yang lain, jemaat yang mendengar

Nubuat dibatasi dua-tiga orang, dan jemaat ikut menimbang kebenarannya.

Tahukah kamu

Nabi pun ditimbang

Menarik: bahkan ucapan nabi tidak diterima begitu saja. Jemaat punya hak dan tugas menilai — tanda komunitas yang sehat, bukan otoritas mutlak satu orang.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 1 Korintus 14:29

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 1 Korintus 14:29

✕  Sering dikira

"Ucapan nabi pasti benar, tak boleh dinilai."

✓  Yang sebenarnya

Paulus justru menyuruh jemaat menimbang setiap nubuat.

✕  Sering dikira

"Menimbang berarti meragukan iman."

✓  Yang sebenarnya

Menimbang di sini adalah kebijaksanaan komunitas, bukan ketidakpercayaan.

Renungan

Renungan Singkat 1 Korintus 14:29

Ketika kita menerima nasihat atau pengajaran, penting untuk mengujinya dengan firman Tuhan dan akal sehat, bukan langsung percaya. Kita bisa menjadi pendengar yang aktif dan kritis, sehingga tidak mudah disesatkan.

Tuhan, berikan aku hikmat untuk menilai setiap pengajaran dan nubuat yang kudengar, supaya aku tetap berjalan dalam kebenaran-Mu. Amin.