Tidak menudungi adalah seperti dicukur
1 Korintus 11:6
Aturan Dalam Jemaat
“Sebab, jika seorang perempuan tidak menudungi kepalanya, biarlah ia juga memotong semua rambutnya. Namun, jika memalukan bagi seorang perempuan memotong rambut atau mencukur kepalanya, biarlah ia menudungi kepalanya.”1 Korintus 11:6 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya.”1 Korintus 11:6 · TB
Terjemahan Baru
“Sebab kalau seorang wanita tidak mau memakai tutup kepala lebih baik rambutnya digunting. Tetapi kalau seorang wanita dicukur kepalanya atau digunting rambutnya, maka itu suatu penghinaan bagi dia. Oleh sebab itu lebih baik ia memakai tutup kepala.”1 Korintus 11:6 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Jika kalian perempuan tidak mau memakai kerudung, sekalian saja potong rambutmu pendek seperti laki-laki! Tetapi kalau kalian malu berambut pendek atau gundul, pakailah kerudung.”1 Korintus 11:6 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“For if the woman be not covered, let her also be shorn: but if it be a shame for a woman to be shorn or shaven, let her be covered.”1 Korintus 11:6 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Korintus 11:6?
Paulus menegaskan bahwa jika seorang perempuan menolak menudungi kepalanya, ia juga harus bersedia memotong rambutnya sebagai konsekuensi. Namun, karena memotong rambut adalah memalukan, ia harus memakai tudung.
Latar belakang
Konsekuensi logis dari pilihan
Jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka konsekuensi logisnya adalah ia juga harus dipotong rambutnya. Tetapi karena pemotongan rambut memalukan perempuan, maka seharusnya ia menudungi kepalanya sebagai gantinya.
Di mana
Korintus
jemaat berkumpul di rumah-rumah, di mana standar moralitas publik diperhatikan
Kapan
~54 M
Paulus memperkuat argumen dengan logika yang jelas
Yang berbicara
Paulus
rasul menggunakan reductio ad absurdum untuk menekankan poin
Kepada
Perempuan Korintus
wanita yang perlu memahami implikasi dari pilihan mereka
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
κειρᾶσθαι
keirrasthai · shorn
dipotong, dipenggal; tindakan permanen yang menunjukkan aib atau hukuman
αἰσχρός
aischros · shame
memalukan, terhormat tidak layak; bertentangan dengan kehormatan sosial
καλυπτέσθω
kalyptestho · cover
hendaklah menudungi; perintah dalam bentuk permintaan yang bijaksana
Paulus menggunakan bahasa tubuh dan simbol budaya untuk menunjukkan bahwa menutupi kepala adalah ungkapan wajar dari penghormatan dan kebijaksanaan.
Tahukah kamu
Strategi Retorika Paulus
Paulus menggunakan absurdity yang dipandu dengan baik—ia tidak mengatakan ia akan memaksa perempuan untuk memotong rambut mereka, tetapi menggunakan kenyataan bahwa hal itu memalukan untuk menunjukkan mengapa menutupi kepala adalah hal yang wajar.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Korintus 11:6
Bilangan 6:5
rambu sebagai tanda vow dan kedudukan khusus
“Sepanjang masa nazirat, ia tidak boleh mencukur rambut di kepalanya”
1 Korintus 11:15
rambut itu sendiri adalah bagian dari penudung perempuan
“Rambut panjang diberikan sebagai penudung kepada perempuan”
2 Raja-raja 5:26
konteks menunjukkan niat tersembunyi memiliki konsekuensi nyata
“Bukankah hatimu turut pergi ketika orang itu turun dari kereta kudanya”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Korintus 11:6
✕ Sering dikira
Paulus sedang mengatakan ia akan memotong rambut perempuan yang tidak menudungi kepala
✓ Yang sebenarnya
Paulus menggunakan reductio ad absurdum: karena pemotongan rambut memalukan, wanita harus memilih untuk menudungi kepala
✕ Sering dikira
Ini berarti pemotongan rambut perempuan dilarang dalam Kekristenan
✓ Yang sebenarnya
Paulus berbicara tentang konteks khusus dalam ibadah jemaat pada zamannya, menggunakan norma budaya untuk memperkuat poin teologis
Renungan
Renungan Singkat 1 Korintus 11:6
Tradisi dan budaya bisa berbeda, tetapi prinsip menghormati dan menjaga kesopanan tetap berlaku. Kita perlu bijak dalam mengambil keputusan tanpa melanggar firman Tuhan.
Tuhan, mampukan aku untuk hidup sesuai firman-Mu dengan tetap peka terhadap budaya di sekitarku. Amin.