Apakah kita membangkitkan kecemburuan Tuhan?
1 Korintus 10:22
Apakah kita lebih kuat daripada Tuhan?
“Atau, apakah kita membangkitkan kecemburuan Tuhan? Apakah kita lebih kuat daripada Dia?”1 Korintus 10:22 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Atau maukah kita membangkitkan cemburu Tuhan? Apakah kita lebih kuat dari pada Dia?”1 Korintus 10:22 · TB
Terjemahan Baru
“Ataukah kita mau membuat Tuhan iri hati? Apakah kita lebih kuat dari Tuhan?”1 Korintus 10:22 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Kalau berbuat begitu, artinya kamu sengaja membuat TUHAN cemburu! Apakah kamu pikir dirimu lebih kuat daripada-Nya?!”1 Korintus 10:22 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Do we provoke the Lord to jealousy? are we stronger than he?”1 Korintus 10:22 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 1 Korintus 10:22?
Paulus mengingatkan bahwa kita tidak boleh mencoba membangkitkan kecemburuan Tuhan dengan main-main terhadap hal-hal yang rohani. Tuhan itu kuat dan kita tidak bisa melawan-Nya, jadi lebih baik taat daripada menantang otoritas-Nya.
Latar belakang
Apakah Anda pikir Tuhan tidak peduli bahwa Anda memberikan kesetiaan-Nya kepada orang lain?
Paulus mengajukan dua pertanyaan retorika dengan kekerasan: 'Atau apakah kita membangkitkan kecemburuan Tuhan? Apakah kita lebih kuat daripada Dia?' Pertanyaan pertama mengacu pada emosi Tuhan yang konsisten di seluruh Alkitab—kecemburuan Tuhan atas umat-Nya. Allah adalah Tuhan yang menginginkan loyalitas utama dari mereka yang telah ditebus. Pertanyaan kedua menunjukkan ketidaklogisan mencoba melawan Tuhan. Apakah Anda pikir Anda lebih kuat daripada Tuhan? Apakah Anda pikir Anda bisa membangkitkan amarah-Nya dan lolos? Paulus membawa mereka ke sisi tajam dari logika mereka sendiri: jika Tuhan sungguh Tuhan, maka berkompromi adalah keputusan yang tidak masuk akal.
Di mana
Korintus
Jemaat sedang dihadapkan dengan konsekuensi logis dari mencoba membagi loyalitas
Kapan
~53 M
Waktu ketika Paulus mengajukan pertanyaan retorika untuk menyadarkan jemaat
Yang berbicara
Paulus
Rasul yang menunjukkan logika di balik meninggalkan Tuhan
Kepada
Jemaat Korintus
Mereka yang mungkin mempertanyakan apakah Tuhan serius tentang kesetiaan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
παραζηλόω
parazēloō · provoke to jealousy
membangkitkan kecemburuan; membuat Tuhan cemburu atas kesetiaan yang diberikan kepada yang lain
ἰσχυρότεροι αὐτοῦ ἐσμεν
ischyroteroi autou esmen · are we stronger than he is?
apakah kita lebih kuat daripada dia? Pertanyaan retorika menunjukkan ketidaklogisan pemberontakan
ζῆλος
zēlos · jealousy
kecemburuan, passion untuk melindungi apa yang miliknya
Paulus menggunakan retorika untuk membuat jelas bahwa memberontak melawan Tuhan adalah bodoh. Tuhan cemburu atas mereka karena cinta, dan Dia cukup kuat untuk memaksakan loyalitas.
Tahukah kamu
Kecemburuan Tuhan adalah tema yang konsisten di seluruh Alkitab
Tuhan sering disebut 'cemburu'. Ini bukan kecemburuan egois manusia tetapi kecemburuan Tuhan atas perjanjian yang telah dia buat.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 1 Korintus 10:22
Keluaran 20:5
pernyataan pertama Tuhan tentang kecemburuan-Nya
“Aku, Tuhan, Allahmu, adalah Allah yang cemburu”
Ulangan 6:15
peringatan kepada Israel tentang kecemburuan Tuhan
“Tuhan, Allahmu, adalah Tuhan yang cemburu; jangan sampai murka Tuhan menyala terhadap engkau”
Naum 1:2
deskripsi sifat Tuhan sebagai cemburu
“Tuhan adalah Allah yang cemburu dan yang membalas; Tuhan adalah yang membalas dan penuh murka”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 1 Korintus 10:22
✕ Sering dikira
"Kecemburuan Tuhan berarti Dia adalah tiran yang tidak ingin Anda bahagia."
✓ Yang sebenarnya
Kecemburuan Tuhan bersumber dari cinta dan rencana-Nya untuk kebaikan Anda.
✕ Sering dikira
"Paulus mengatakan Tuhan akan membunuh Anda jika tidak setia."
✓ Yang sebenarnya
Paulus menggunakan pertanyaan retorika untuk menunjukkan bahwa berkompromi adalah keputusan yang tidak masuk akal.
Renungan
Renungan Singkat 1 Korintus 10:22
Jangan pernah mencoba Tuhan dengan sengaja melanggar batas-batas yang Dia tetapkan. Ingatlah bahwa Dia layak dihormati dan ditakuti, bukan dicoba-coba.
Ya Allah, mampukan aku untuk menghormati-Mu dengan hidup yang penuh ketaatan, bukan dengan sengaja mencari batas kesabaran-Mu. Amin.