Bahasa Yunani
Euangelion εὐαγγέλιον
Kabar baik yang layak diumumkan ke seluruh kota — akar kata 'Injil' dan 'evangelis'.
Apa Arti Euangelion?
Bayangkan seorang pembawa berita berlari ke alun-alun kota, berteriak membawa kabar yang mengubah segalanya—itulah energi yang terkandung dalam euangelion. Dalam bahasa Indonesia, kita menerjemahkannya sebagai 'Injil' atau 'kabar baik', tetapi nuansa aslinya lebih dari sekadar berita menyenangkan; ia adalah pengumuman resmi tentang kemenangan atau peristiwa besar yang layak dirayakan publik. Penulis Alkitab memakai kata ini untuk menegaskan bahwa keselamatan bukan sekadar perasaan pribadi, melainkan peristiwa nyata dalam sejarah—Allah bertindak melalui Yesus—yang harus diumumkan ke seluruh dunia. Ketika Markus mencatat Yesus berkata 'percayalah kepada Injil', itu berarti percayalah pada pengumuman bahwa Kerajaan Allah sudah dekat dan bertindak. Paulus di Roma 1:16 menyebut Injil sebagai 'kuasa Allah' bukan sekadar informasi, tetapi energi yang aktif menyelamatkan. Dan di 1 Korintus 15, ia menegaskan bahwa Injil adalah fondasi yang bisa kamu berdiri teguh—bukan sekadar ide, tapi realitas yang bisa kamu pegang. Jadi, setiap kali kamu membaca kata 'Injil', ingatlah: ini bukan kabar baik yang pasif, melainkan pengumuman yang menuntut respons dan mengubah hidup.
Ayat-Ayat dengan Kata Euangelion
Markus 1:15
“Dia berkata, “Waktunya telah genap, dan Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!””
Lihat arti & konteks Markus 1:15 →Roma 1:16
“Sebab, Aku tidak malu akan Injil karena Injil adalah kuasa Allah untuk keselamatan setiap orang yang percaya; pertama-tama untuk orang Yahudi, dan juga untuk orang Yunani.”
Lihat arti & konteks Roma 1:16 →1 Korintus 15:1
“Sekarang, Saudara-saudara, aku memberitahukan kepadamu Injil, yang aku beritakan kepadamu, yang telah kamu terima, yang di dalamnya kamu berdiri teguh.”
Lihat arti & konteks 1 Korintus 15:1 →