Bahasa Aram
Abba אַבָּא
Panggilan akrab seorang anak kepada ayahnya — cara Yesus menyapa Allah, yang kini menjadi hak kita.
Apa Arti Abba?
Dalam Alkitab, kata 'Abba' adalah panggilan Aram yang hangat dan akrab—bayangkan seorang anak kecil yang memanggil ayahnya dengan penuh kepercayaan, bukan dengan formalitas. Saat Yesus mengucapkannya di taman Getsemani, kita melihat kerentanan yang luar biasa: Dia tetap menghormati Bapa-Nya, tapi ada keintiman yang begitu dekat, seolah berkata, 'Ayah, aku tahu Engkau bisa melakukan apa saja, tapi aku juga tahu Engkau punya rencana.' Kata ini juga menjadi jembatan bagi kita: Paulus memakainya untuk menegaskan bahwa kita tidak lagi berstatus budak yang takut, melainkan anak-anak yang berhak memanggil Allah dengan sebutan paling lembut. Yang menarik, dua dari tiga ayat ini muncul saat bicara tentang Roh Kudus—Roh itulah yang membisikkan kata 'Abba' di hati kita, membuktikan bahwa hubungan kita dengan Allah bukan sekadar doktrin, tapi pengalaman yang hidup. Terjemahan Indonesia sering mereduksi 'Abba' menjadi sekadar 'Bapa,' yang terasa lebih formal, padahal kata aslinya mengandung kehangatan yang membuat kekristenan awal begitu berani menyebut Allah sebagai 'Bapa' secara pribadi dan dekat.
Ayat-Ayat dengan Kata Abba
Markus 14:36
“Dan, Dia berkata, “Abba, Bapa, segala sesuatu mungkin bagi-Mu. Ambillah cawan ini dari-Ku. Namun, bukan apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki.””
Lihat arti & konteks Markus 14:36 →Roma 8:15
“Sebab, kamu tidak menerima roh perbudakan untuk kembali kepada ketakutan, tetapi kamu telah menerima Roh yang telah mengangkat kamu menjadi anak-anak, yang oleh-Nya kita berseru, “Abba, Bapa!””
Lihat arti & konteks Roma 8:15 →Galatia 4:6
“Karena kamu adalah anak-anak-Nya, Allah telah mengutus Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang memanggil, “Abba, Bapa.””
Lihat arti & konteks Galatia 4:6 →