Bangsa-bangsa dilenyapkan
Zefanya 3:6
Pemimpin yang Gagal dan Anugerah yang Menang
““Aku telah melenyapkan bangsa-bangsa, menara-menara penjuru menjadi reruntuhan. Aku telah merusakkan jalan-jalannya sehingga tidak ada yang melintasinya. Kota-kota mereka telah dihancurkan sehingga tidak ada orang dan tidak ada penduduknya.””Zefanya 3:6 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“"Aku telah melenyapkan bangsa- bangsa; menara-menara penjuru mereka telah musnah. Aku telah merusakkan jalan-jalannya, sehingga tidak ada orang yang lewat. Kota-kota mereka telah ditanduskan, sehingga tidak ada orang dan tidak ada penduduk.”Zefanya 3:6 · TB
Terjemahan Baru
“TUHAN berkata, "Aku telah melenyapkan banyak bangsa; kota-kota mereka Kuhancurkan, dan tembok-tembok serta menara-menara mereka Kujadikan puing-puing. Kota-kota mereka sunyi tanpa penghuni dan jalan-jalannya lengang.”Zefanya 3:6 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“I have cut off the nations: their towers are desolate; I made their streets waste, that none passeth by: their cities are destroyed, so that there is no man, that there is none inhabitant.”Zefanya 3:6 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Zefanya 3:6?
Ayat ini berbicara tentang keputusan Tuhan menghukum bangsa-bangsa, termasuk Yerusalem. Ia telah melenyapkan bangsa-bangsa dan menghancurkan kota-kota mereka sebagai peringatan, tetapi umat-Nya tidak mengambil pelajaran.
Latar belakang
Peringatan dari kehancuran bangsa-bangsa
TUHAN berbicara, mengingatkan bahwa Dia telah melenyapkan bangsa-bangsa dan menghancurkan kota-kota mereka sebagai hukuman atas dosa. Ini menjadi peringatan bagi Yerusalem: jika mereka tidak bertobat, nasib yang sama akan menimpa mereka. Sayangnya, mereka tetap tidak mau belajar.
Di mana
Yerusalem
Mengacu pada kehancuran kota-kota lain sebagai peringatan
Kapan
~625 SM
Periode kerajaan Yehuda (akhir)
Yang berbicara
TUHAN
Allah Israel, penguasa segala bangsa
Kepada
Penduduk Yerusalem
Warga kota yang hidup dengan sesat
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
הִכְרַתִּי
hikharti · melenyapkan
memotong, melenyapkan, memusnahkan
נָשַׁמּוּ
nashammu · reruntuhan
menjadi sunyi sepi, rusak, tandus
יוֹשֵׁב
yoshev · penduduknya
orang yang diam, penduduk
Tindakan TUHAN 'hikharti' (memotong) bukan hanya menghancurkan bangunan, tetapi membuat kota menjadi 'nashammu' (sunyi sepi) tanpa 'yoshev' (penduduk). Ini gambaran kehancuran total akibat dosa.
Tahukah kamu
Menara penjuru: simbol kekuatan kota
Menara penjuru adalah benteng pertahanan terkuat di sudut tembok kota. Menghancurkannya berarti melumpuhkan seluruh pertahanan, sehingga kota menjadi mudah ditaklukkan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Zefanya 3:6
Ulangan 29:23
Negeri menjadi tandus
“seluruh negerinya akan menjadi belerang dan garam, ... tidak ditaburi dan tidak menumbuhkan apa-apa ... seperti kehancuran Sodom dan Gomora.”
Yesaya 6:11
Kota tanpa penduduk
“Sampai kota-kota menjadi reruntuhan tanpa penduduk, rumah-rumah tanpa manusia, dan tanah menjadi sunyi sepi.”
Yeremia 4:7
Pembinasa bangsa-bangsa
“Singa telah keluar dari belukarnya, pembinasa bangsa-bangsa telah berangkat, telah keluar dari tempatnya untuk membuat negerimu menjadi ketandusan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Zefanya 3:6
✕ Sering dikira
Mengira kehancuran itu hanya terjadi pada bangsa-bangsa kafir di luar Israel, bukan pada umat pilihan.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini adalah peringatan untuk Yerusalem sendiri: jika mereka tidak bertobat, mereka akan mengalami hal yang sama.
✕ Sering dikira
Mengira TUHAN kejam dan sewenang-wenang dalam menghancurkan.
✓ Yang sebenarnya
Kehancuran adalah konsekuensi dosa dan merupakan tindakan keadilan, bukan kekejaman, dan selalu disertai tawaran pertobatan.
Renungan
Renungan Singkat Zefanya 3:6
Peringatan Tuhan sering datang melalui peristiwa atau teguran. Apakah kita peka dan mau bertobat, atau justru mengeraskan hati? Marilah merespons teguran Tuhan dengan rendah hati.
Tuhan, mampukan kami untuk belajar dari teguran-Mu dan bertobat sebelum terlambat. Amin.