TUHAN adil di tengah kota
Zefanya 3:5
Pemimpin yang Gagal dan Anugerah yang Menang
““TUHAN yang adil ada di tengah-tengahnya, tidak berbuat kecurangan. Setiap pagi, Dia memberikan keadilan-Nya dan tidak pernah gagal pada waktu fajar. Namun, orang-orang curang tidak tahu malu!””Zefanya 3:5 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi TUHAN adil di tengah- tengahnya, tidak berbuat kelaliman. Pagi demi pagi Ia memberi hukum-Nya; itu tidak pernah ketinggalan pada waktu fajar. Tetapi orang lalim tidak kenal malu!”Zefanya 3:5 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi TUHAN masih ada di kota itu; Ia selalu melakukan yang benar dan tidak pernah yang salah. Setiap pagi pastilah Ia memberi keadilan kepada umat-Nya. Namun, orang yang tidak kenal keadilan di kota itu tetap berbuat jahat tanpa kenal malu.”Zefanya 3:5 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“The just LORD is in the midst thereof; he will not do iniquity: every morning doth he bring his judgment to light, he faileth not; but the unjust knoweth no shame.”Zefanya 3:5 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Zefanya 3:5?
Ayat ini menyatakan bahwa TUHAN yang adil ada di tengah-tengah Yerusalem, tetapi umat-Nya tetap tidak tahu malu dan terus berbuat curang. Tuhan setia memberikan keadilan setiap pagi, tetapi mereka tidak memperdulikannya.
Latar belakang
Kontras antara TUHAN yang adil dan umat yang curang
Zefanya menegaskan bahwa TUHAN sendiri hadir di tengah Yerusalem, dan Dia selalu adil, tidak pernah gagal memberi keadilan setiap pagi. Namun, penduduk kota tetap tidak tahu malu dalam kecurangan mereka. Ini menunjukkan betapa keras kepala umat itu.
Di mana
Yerusalem
Di tengah-tengah kota, kontras dengan kejahatan pemimpin
Kapan
~625 SM
Periode kerajaan Yehuda (akhir)
Yang berbicara
Zefanya
Nabi abad ke-7 SM, mungkin dari keluarga bangsawan
Kepada
Penduduk Yerusalem
Warga kota yang hidup dengan sesat
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
צַדִּיק
tsaddiq · adil
benar, adil, sesuai standar Allah
עַוְלָה
avlah · kecurangan
ketidakadilan, kesalahan, tindakan melanggar hukum
בֹּשֶׁת
boshet · tahu malu
rasa malu, aib; di sini berarti tidak merasa malu
TUHAN itu tsaddiq (adil) dan tidak pernah berbuat avlah (ketidakadilan), tetapi umat tidak punya boshet (rasa malu) ketika berbuat curang. Kesadaran akan keadilan TUHAN seharusnya membawa umat pada pertobatan, bukan terus berbuat dosa.
Tahukah kamu
Keadilan TUHAN seperti matahari terbit
Frasa 'setiap pagi' mengingatkan pada kurban pagi di Bait Suci, tetapi juga gambaran keadilan TUHAN yang tidak pernah terlambat atau gagal, seperti matahari yang selalu terbit.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Zefanya 3:5
Ratapan 3:22-23
Setiap pagi kasih baru
“Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!”
Mazmur 89:14
Keadilan dan hukum dasar
“Keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Mu, kasih dan kesetiaan berjalan di depan-Mu.”
Ulangan 32:4
Allah adil tiada curang
“Gunung Batu, yang pekerjaan-Nya sempurna, karena segala jalan-Nya adil; Allah yang setia, tiada kecurangan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Zefanya 3:5
✕ Sering dikira
Mengira TUHAN adil tetapi tidak peduli pada masalah sosial di dunia.
✓ Yang sebenarnya
Justru karena adil, TUHAN membela yang benar dan menghukum yang curang, dan ini nyata dalam sejarah.
✕ Sering dikira
Mengira keadilan TUHAN hanya untuk masa depan, bukan untuk masa kini.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini menekankan keadilan TUHAN dinyatakan setiap pagi; Dia aktif bekerja dalam keseharian.
Renungan
Renungan Singkat Zefanya 3:5
Tuhan selalu setia dan adil, tetapi kita sering tidak sadar akan kehadiran-Nya. Sudahkah kita mengandalkan keadilan Tuhan dalam hidup kita dan berhenti berbuat curang?
Tuhan, buka mata hati kami untuk melihat keadilan-Mu yang setia, dan jauhkan kami dari kecurangan. Amin.