Yerusalem Jadi Pasu Mabuk
Zakharia 12:2
Pertarungan Terakhir: Yerusalem Dibela TUHAN
““Lihatlah, Aku menjadikan Yerusalem sebagai pasu berisi air yang memabukkan segala bangsa di sekelilingnya, juga Yehuda akan mengalami kesusahan ketika Yerusalem terkepung”Zakharia 12:2 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“"Sesungguhnya Aku membuat Yerusalem menjadi pasu yang menyebabkan segala bangsa di sekeliling menjadi pening; juga Yehuda akan Zakaria 12.3–6 33 mengalami kesusahan ketika Yerusalem dikepung.”Zakharia 12:2 · TB
Terjemahan Baru
“"Aku akan membuat Yerusalem seperti piala berisi anggur; negeri-negeri tetangganya akan meminumnya dan terhuyung-huyung seperti orang mabuk. Dan jika Yerusalem dikepung, kota-kota di negeri Yehuda yang masih tinggal, akan dikepung juga.”Zakharia 12:2 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Behold, I will make Jerusalem a cup of trembling unto all the people round about, when they shall be in the siege both against Judah and against Jerusalem.”Zakharia 12:2 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Zakharia 12:2?
Ayat ini menggambarkan Yerusalem sebagai sumber pergolakan bagi bangsa-bangsa yang menyerangnya. Seperti pasu berisi minuman memabukkan, mereka akan mabuk dan bingung, sehingga Yehuda pun ikut menderita saat kota itu dikepung. Ini menunjukkan bahwa serangan terhadap Yerusalem akan berdampak besar.
Latar belakang
Peringatan: Yerusalem Membuat Bangsa-bangsa Mabuk
Tuhan menyatakan bahwa Yerusalem akan menjadi seperti pasu berisi anggur yang memabukkan semua bangsa yang menyerangnya. Mereka akan bingung dan kehilangan keseimbangan, dan Yehuda juga akan ikut kesusahan saat Yerusalem terkepung.
Di mana
Yerusalem
Di kota, sekitar tahun 520 SM
Kapan
~520 SM
Pasca-pembuangan
Yang berbicara
TUHAN
Allah Israel, berfirman melalui nabi-Nya
Kepada
Zakharia & orang Israel
Nabi dan komunitas yang mendengarkan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
סַף
saf · pasu
Sebuah cawan atau mangkuk, sering untuk minum; bisa bermakna 'ambang pintu'
רָעַל
ra'al · memabukkan
Membuat gemetar, bergetar, atau menjadi pusing seperti mabuk
מָצוֹר
matsor · terkepung
Pengepungan, dikelilingi oleh musuh; juga bisa berarti 'kesesakan'
Yerusalem bukan sekadar kota biasa—ia akan menjadi cawan yang membuat musuh gemetar dan kehilangan kendali. 'Terkepung' bukan soal kelemahan, melainkan bagian dari rencana TUHAN untuk membawa kemenangan-Nya.
Tahukah kamu
Pasu Mabuk
Di zaman kuno, 'pasu' (cawan) bisa melambangkan hukuman atau murka Allah. Di sini, Yerusalem menjadi alat untuk membuat musuh mabuk dan berantakan—bukan karena mereka minum anggur, tapi karena rencana Allah yang membuat mereka bingung.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Zakharia 12:2
Yesaya 51:22
Cawan murka kepada musuh
“Beginilah kata Tuhanmu, TUHAN, Allahmu yang berjuang untuk umat-Nya: Sesungguhnya, Aku mengambil dari tanganmu piala dengan isinya yang memusingkan, dan isi cawan kehangatan murka-Ku tidak akan kauminum lagi.”
Yeremia 25:15
Bangsa-bangsa dimabukkan
“Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel, kepadaku: Ambillah dari tangan-Ku piala anggur kehangatan murka ini dan minumkanlah isinya kepada segala bangsa yang ke sana Ke Aku mengutus engkau,”
Zakharia 14:2
Pengepungan Yerusalem
“Aku akan mengumpulkan segala bangsa untuk berperang melawan Yerusalem; kota itu akan direbut, rumah-rumah akan dirampok, dan perempuan-perempuan akan diperkosa. Setengah dari kota itu akan pergi ke pembuangan, tetapi sisa bangsa itu tidak akan dilenyapkan dari kota itu.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Zakharia 12:2
✕ Sering dikira
Yerusalem akan membuat semua orang mabuk secara harfiah, menjadi kota pesta.
✓ Yang sebenarnya
Ini bersifat kiasan: bangsa-bangsa akan kebingungan dan terhuyung-huyung karena hukuman TUHAN, bukan karena minum anggur.
✕ Sering dikira
Yehuda dan Yerusalem adalah satu kubu yang sama-sama kuat.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini justru menunjukkan Yehuda juga akan kesusahan selama pengepungan, meski TUHAN akan membela mereka.
Renungan
Renungan Singkat Zakharia 12:2
Tuhan sering memakai situasi sulit untuk menyatakan kuasa-Nya. Saat kita atau komunitas kita menghadapi tekanan, ingatlah bahwa Tuhan sedang bekerja, bahkan di tengah kekacauan.
Tuhan, dalam tekanan yang kualami, tolong aku tetap sadar dan percaya bahwa Engkau berdaulat atas segala keadaan. Amin.