Penglihatan malam Zakharia

Zakharia 1:7

Tuhan Mengundang Kembali

Pada hari ke-24 dalam bulan ke-11, yaitu bulan Syebat, pada tahun ke-2 pemerintahan Darius, firman TUHAN datang kepada Nabi Zakharia, anak Berekhya, anak Ido, yang berkata,

Zakharia 1:7 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Zakharia 1:7?

Pada tanggal 24 bulan Syebat (bulan kesebelas) di tahun kedua pemerintahan Darius, TUHAN menyampaikan firman kepada Nabi Zakharia. Ini menandakan bahwa pesan berikutnya datang sekitar lima bulan setelah panggilan pertama untuk bertobat, menunjukkan kesinambungan komunikasi ilahi.

Latar belakang

Firman datang pada tanggal spesifik

Tanggal ini menandai awal dari serangkaian penglihatan yang akan dialami Zakharia. Tuhan memberikan pesan nyata dan konkret kepada nabi-Nya.

Di mana

Yerusalem

Malam hari, saat menerima penglihatan

Kapan

~520 SM

Setelah pembuangan Babel

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pembuangan Babel berakhir
Bait Allah dibangun
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis Zakharia

Nabi pasca-pembuangan, imam, muda

P

Kepada

Pembaca kitab

Orang Israel kembali dari pembuangan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

יוֹם

yom · hari

hari, waktu, periode

שְׁנָתַיִם

shenatayim · kedua

dua tahun, tahun kedua

דָּבָר

davar · firman

perkataan, firman, perkara

Kata 'davar' menunjukkan firman Tuhan bukan sekadar ide, melainkan peristiwa yang konkret dalam sejarah.

Tahukah kamu

Bulan Syebat

Syebat adalah bulan ke-11 dalam kalender Ibrani, kira-kira Januari-Februari, musim hujan di Israel.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Zakharia 1:7

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Zakharia 1:7

✕  Sering dikira

Menganggap tanggal ini hanya informasi tambahan yang tidak penting.

✓  Yang sebenarnya

Tanggal menunjukkan keakuratan historis dan ketepatan waktu Tuhan.

✕  Sering dikira

Mengira 'bulan Syebat' adalah bulan pertama dalam tahun Ibrani.

✓  Yang sebenarnya

Syebat adalah bulan ke-11, bukan awal tahun.

Renungan

Renungan Singkat Zakharia 1:7

Tuhan tidak hanya berbicara satu kali, tetapi terus berkomunikasi dengan umat-Nya. Mari kita peka terhadap saat-saat Tuhan berbicara kepada kita melalui firman, doa, atau keadaan, dan jangan mengabaikan panggilan-Nya yang berulang.

Tuhan, bukalah hatiku untuk mendengarkan suara-Mu setiap hari, dan berikan aku kerendahan untuk menanggapi panggilan-Mu. Amin.