Penunggang kuda merah

Zakharia 1:8

Tuhan Mengundang Kembali

“Pada malam hari aku melihat, tampak seorang laki-laki menunggang kuda merah, dan dia berdiri di antara pohon-pohon murad yang ada di jurang, sementara di belakangnya ada kuda merah, cokelat kemerahan, dan putih.

Zakharia 1:8 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Zakharia 1:8?

Zakharia mendapat penglihatan: seorang laki-laki menunggang kuda merah berdiri di antara pohon-pohon murad di jurang, dengan kuda-kuda lain di belakangnya: merah, cokelat kemerahan, dan putih. Kuda merah melambangkan peperangan atau pengawasan, dan pohon murad melambangkan umat pilihan Allah.

Latar belakang

Penglihatan pertama dimulai

Zakharia melihat penunggang kuda di antara pohon murad, melambangkan kehadiran Tuhan dan pengintaian atas bumi.

Di mana

Yerusalem

Penglihatan malam, di lembah

Kapan

~520 SM

Setelah pembuangan Babel

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pembuangan Babel berakhir
Bait Allah dibangun
Kamu di sini
Z

Yang berbicara

Zakharia

Nabi pasca-pembuangan, imam, muda

P

Kepada

Pembaca kitab

Orang Israel kembali dari pembuangan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

סוּס

sus · kuda

kuda, binatang tunggangan

אָדֹם

adom · merah

merah, kemerahan

הֲדַס

hadas · murad

pohon murad, myrtle

Warna merah melambangkan darah atau perang, sedangkan pohon murad sering dikaitkan dengan damai; kontras ini menunjukkan penghakiman dan berkat.

Tahukah kamu

Pohon murad

Murad adalah semak harum yang sering tumbuh di lembah; melambangkan perdamaian dan berkat Allah.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Zakharia 1:8

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Zakharia 1:8

✕  Sering dikira

Menganggap kuda merah itu pribadi Yesus.

✓  Yang sebenarnya

Kuda merah adalah bagian penglihatan, penunggangnya mungkin malaikat.

✕  Sering dikira

Mengira pohon murad adalah pohon besar

✓  Yang sebenarnya

Murad adalah semak, bukan pohon tinggi.

Renungan

Renungan Singkat Zakharia 1:8

Allah tidak tinggal diam; Dia memperhatikan dan berpatroli di bumi. Ketika kita merasa sendirian, ingatlah bahwa mata Tuhan selalu tertuju pada kita, dan Dia siap bertindak pada waktu yang tepat.

Ya Tuhan, terima kasih Engkau tidak pernah meninggalkan kami. Ajar kami untuk percaya bahwa Engkau senantiasa menjaga dan memelihara kami. Amin.