Firman TUHAN Digenapi
Zakharia 1:6
Kesetiaan TUHAN dalam Sejarah
“Bukankah firman-Ku dan ketetapan-ketetapan-Ku yang telah Aku perintahkan kepada hamba-hamba-Ku, yaitu para nabi, sudah sampai kepada nenek moyangmu? Lalu, mereka bertobat dan berkata, ‘Seperti yang TUHAN semesta alam rencanakan untuk melakukannya kepada kita sesuai dengan jalan-jalan dan perbuatan-perbuatan kami, demikianlah Dia melakukannya kepada kami!’””Zakharia 1:6 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi segala firman dan ketetapan-Ku yang telah Kuperintahkan kepada hamba-hamba-Ku, para nabi, bukankah itu telah sampai kepada nenek moyangmu? Maka bertobatlah mereka serta berkata: Sebagaimana TUHAN semesta alam bermaksud mengambil tindakan terhadap kita sesuai dengan tingkah laku kita dan perbuatan kita, demikianlah Ia mengambil tindakan terhadap kita!"”Zakharia 1:6 · TB
Terjemahan Baru
“Melalui para nabi hamba-hamba-Ku itu, Kusampaikan perintah-perintah dan peringatan-peringatan-Ku kepada nenek moyangmu. Tetapi mereka tidak menghiraukannya sehingga mereka harus menanggung akibatnya. Lalu mereka menyesal dan mengakui bahwa Aku, TUHAN Yang Mahakuasa, telah menghukum mereka setimpal dengan kesalahan mereka, dan sesuai dengan ketentuan-Ku."”Zakharia 1:6 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“But my words and my statutes, which I commanded my servants the prophets, did they not take hold of your fathers? and they returned and said, Like as the LORD of hosts thought to do unto us, according to our ways, and according to our doings, so hath he dealt with us.”Zakharia 1:6 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Zakharia 1:6?
Firman Tuhan yang disampaikan para nabi telah terbukti benar: nenek moyang mengalami konsekuensi dosa, lalu mereka mengakui bahwa Tuhan memperlakukan mereka sesuai dengan jalan dan perbuatan mereka, dan akhirnya mereka bertobat.
Latar belakang
Ketetapan TUHAN Sampai
Nenek moyang akhirnya mengakui bahwa firman TUHAN yang disampaikan para nabi itu benar. Hukuman yang mereka alami adalah sesuai dengan perbuatan mereka, dan mereka bertobat.
Di mana
Yerusalem
Di kota Yerusalem
Kapan
~520 SM
Pasca-pembuangan
Yang berbicara
TUHAN semesta alam
Allah Israel, berfirman melalui nabi
Kepada
Orang-orang Yehuda
Para pembuang yang kembali, generasi baru
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
חֻקִּים
chuqqim · ketetapan
Ketentuan, hukum, ketetapan Allah
שָׁבוּ
shavu · bertobat
Mereka berbalik, bertobat
עָשָׂה
asah · melakukan
Membuat, melaksanakan, bertindak
Ketetapan Allah pasti digenapi; pengakuan dosa terjadi setelah manusia mengalami akibat perbuatannya, tetapi selalu ada kesempatan untuk berbalik.
Tahukah kamu
Pengakuan di Akhir
Meskipun nenek moyang tadinya tidak mau mendengar, pada akhirnya mereka mengakui kebenaran firman TUHAN, melalui pembuangan yang dialami.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Zakharia 1:6
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Zakharia 1:6
✕ Sering dikira
Mengira pertobatan nenek moyang terjadi sebelum pembuangan.
✓ Yang sebenarnya
Mereka bertobat setelah mengalami hukuman, di pengasingan.
✕ Sering dikira
Menganggap ketetapan Allah bisa dibatalkan oleh pertobatan manusia.
✓ Yang sebenarnya
Ketetapan-Nya pasti terjadi, tetapi pertobatan memulihkan hubungan.
Renungan
Renungan Singkat Zakharia 1:6
Kebenaran firman Tuhan akan selalu ditegakkan, sekalipun kita tidak segera melihatnya. Pengakuan dan pertobatan adalah respons yang tepat ketika kita menyadari kesalahan kita.
Tuhan, aku percaya firman-Mu selalu benar. Sadarkan aku akan dosaku, dan bawa aku pada pertobatan yang tulus. Amin.