Allah menegur Yunus tentang pohon jarak
Yunus 4:10
Pelajaran dari Pohon Jarak
“TUHAN berfirman, “Kamu menyayangkan pohon jarak itu, yang tidak kamu usahakan dan tidak kamu tumbuhkan, yang tumbuh dalam semalam dan binasa dalam semalam juga.”Yunus 4:10 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lalu Allah berfirman: "Engkau sayang kepada pohon jarak itu, yang untuknya sedikitpun engkau tidak berjerih payah dan yang tidak engkau tumbuhkan, yang tumbuh dalam satu malam dan binasa dalam satu malam pula.”Yunus 4:10 · TB
Terjemahan Baru
“Lalu kata TUHAN kepadanya, "Tanaman ini tumbuh dalam satu malam saja, dan ia layu pada hari berikutnya; engkau sama sekali tidak menumbuhkannya atau memeliharanya. Meskipun begitu engkau merasa sedih karena ia layu.”Yunus 4:10 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Tetapi TUHAN berkata kepadanya, “Kamu sendiri peduli kepada tanaman yang merambat itu bukan? Meskipun sama sekali tidak kamu tanam atau pelihara, yang tumbuh hanya dalam satu malam kemudian layu pada malam berikutnya.”Yunus 4:10 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Then said the LORD, Thou hast had pity on the gourd, for the which thou hast not laboured, neither madest it grow; which came up in a night, and perished in a night:”Yunus 4:10 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yunus 4:10?
Allah menegaskan bahwa Yunus menyayangkan pohon jarak yang tumbuh dan binasa dalam sehari, meskipun Yunus tidak berusaha untuk menanamnya. Ini menunjukkan bahwa kasih sayang manusia itu wajar, tapi Allah menyayangi manusia yang Dia ciptakan dengan kasih yang jauh lebih besar. Ayat ini menjadi dasar untuk membandingkan perasaan Yunus dengan perasaan Allah tentang Niniwe.
Latar belakang
Allah membandingkan kasih Yunus dan kasih Allah
Yunus marah karena pohon jaraknya mati, padahal ia tidak bersusah payah menumbuhkannya. Allah memakai ini untuk menunjukkan betapa kecilnya belas kasihan Yunus dibanding belas kasihan Allah terhadap Niniwe.
Di mana
Timur kota Niniwe
Di dekat pondok tempat Yunus berteduh
Kapan
~750 SM
Kerajaan Israel
Yang berbicara
TUHAN Allah
Allah yang penuh kasih dan sabar
Kepada
Yunus
Nabi yang sedang kesal dan marah
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
חָסַס
khasas · menyayangkan
merasa iba, mengasihani, atau menyesal kehilangan sesuatu
לֹא עָמַלְתָּ
lo amalta · tidak kamu usahakan
tidak bekerja keras atau bersusah payah untuk mendapatkannya
בִּן לַיְלָה
bin laylah · tumbuh dalam semalam
muncul atau menjadi besar dalam satu malam
Kata-kata ini menekankan bahwa Yunus tidak berjasa atas pohon itu, jadi kemarahannya tidak berdasar. Hal ini mengontraskan kasih Allah yang tanpa syarat kepada manusia yang bahkan tidak berusaha mengenal Dia.
Tahukah kamu
Pohon jarak yang tumbuh dalam semalam
Pohon yang disebut di sini (biasa diterjemahkan 'tumbuhan jarak' atau 'labu') bisa tumbuh sangat cepat, dan dalam kisah ini ia tumbuh sebagai naungan bagi Yunus, tetapi juga cepat layu karena ulat.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yunus 4:10
Matius 20:15
Iri hati
“Tidakkah aku bebas menggunakan milikku sesuai kehendakku? Atau iri hatikah engkau karena aku murah hati?”
Roma 9:15
Belas kasihan Allah
“Aku akan mengasihani siapa yang Aku kasihani dan aku akan berbelas kasihan kepada siapa Aku berbelas kasihan.”
Yunus 3:10
Allah menyesal
“Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu... maka Allah menyesal karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya, dan tidak jadi menimpakannya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yunus 4:10
✕ Sering dikira
Allah menghakimi Yunus karena ia tidak berjasa atas pohon itu, seolah-olah kita harus berjasa untuk dihargai.
✓ Yang sebenarnya
Teguran itu justru menunjukkan bahwa kasih Allah tidak bergantung pada usaha manusia; Ia berbelas kasihan kepada semua makhluk.
✕ Sering dikira
Pohon jarak dianggap sebagai simbol berkat materi, dan Yunus disalahkan karena terlalu terikat.
✓ Yang sebenarnya
Pohon jarak adalah alat Allah untuk mengajar, bukan lambang kekayaan; fokusnya adalah kasih Allah yang melampaui batas.
Renungan
Renungan Singkat Yunus 4:10
Kita menghargai hal-hal yang membawa kenyamanan atau keuntungan bagi kita, tetapi Allah menghargai setiap orang karena mereka adalah ciptaan-Nya. Ketika kita mengasihi orang lain, terutama mereka yang berbeda atau sulit dikasihi, kita belajar untuk memiliki hati yang seperti Allah. Kasih yang Allah berikan adalah kasih tanpa syarat, bukan berdasarkan usaha atau nilai orang itu.
Tuhan, ajari aku untuk menghargai orang lain seperti Engkau menghargai mereka, dengan kasih yang tak bersyarat. Amin.