Gibeon: Pengecualian yang Damai
Yosua 11:19
Pengecualian di Tengah Penaklukan
PerikopMengalahkan Kota-Kota di Bagian Utara · Yosua 11:1-23 →“Tidak ada satu kota pun yang membuat perdamaian dengan orang Israel, selain orang-orang Hewi yang tinggal di Gibeon. Semuanya telah mereka rebut dengan berperang.”Yosua 11:19 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tidak ada satu kotapun yang mengadakan ikatan persahabatan dengan orang Israel, selain dari pada orang Hewi yang diam di Gibeon itu, semuanya telah direbut mereka dengan berperang.”Yosua 11:19 · TB
Terjemahan Baru
“Dari semua kota-kota di seluruh daerah itu, tidak ada satu kota pun yang membuat perjanjian persahabatan dengan Israel, kecuali Gibeon, kota bangsa Hewi. Semua kota yang lain dikalahkan dalam pertempuran.”Yosua 11:19 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Tidak ada kota yang membuat perjanjian damai dengan Israel kecuali orang Hewi di kota Gibeon. Semua kota lainnya sudah dikalahkan,”Yosua 11:19 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“There was not a city that made peace with the children of Israel, save the Hivites the inhabitants of Gibeon: all other they took in battle.”Yosua 11:19 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yosua 11:19?
Ayat ini mencatat bahwa hanya orang Hewi dari Gibeon yang mengadakan perjanjian damai dengan Israel (lihat Yosua 9). Semua kota lain diperangi dan dikalahkan, menunjukkan bahwa pendudukan tanah Kanaan terjadi melalui peperangan, kecuali Gibeon yang memilih damai.
Latar belakang
Satu Pengecualian
Ayat ini menyoroti bahwa semua kota di Kanaan berperang melawan Israel, kecuali orang Hewi di Gibeon yang telah membuat perjanjian damai (Yosua 9). Ini menjadi pengingat akan satu-satunya kota yang tidak ditaklukkan dengan perang.
Di mana
Kanaan
Setelah pertempuran-pertempuran, saat merenungkan penaklukan
Kapan
~1400 SM
Penaklukan Kanaan
Yang berbicara
Penulis Yosua
Tradisi Yahudi: Yosua sendiri atau imam Eleazar, ~abad ke-14 SM
Kepada
Orang Israel
Generasi yang baru masuk ke Kanaan, menyaksikan penaklukan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שָׁלוֹם
shalom · perdamaian
Kesejahteraan utuh, bukan sekadar tidak ada perang
עִיר
'ir · kota
Kota berbenteng, pusat pemerintahan
לָכַד
lakad · merebut
Menangkap, merebut dengan kekuatan
Shalom (damai) adalah kondisi utuh yang diberikan Allah, tetapi untuk mendapatkannya kadang harus melalui pertempuran—kecuali saat Allah sendiri yang mengatur perdamaian seperti di Gibeon.
Tahukah kamu
Gibeon: Kota yang Terus Berperan
Gibeon kemudian menjadi kota tempat Tabernakel berdiri sebelum Bait Allah dibangun (1 Tawarikh 16:39), dan Yosua pernah meminta matahari berhenti di sana (Yosua 10:12-14).
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yosua 11:19
Yosua 9:15
Perjanjian Gibeon
“Yosua mengadakan persahabatan dengan mereka dan mengikat perjanjian untuk membiarkan mereka hidup.”
Ulangan 7:2
Perintah lawan
“Janganlah mengadakan perjanjian dengan mereka dan janganlah mengasihani mereka.”
Yosua 10:1
Reaksi raja
“Ketika Adoni-Zedek, raja Yerusalem, mendengar bahwa Yosua telah merebut Ai dan menumpasnya...”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yosua 11:19
✕ Sering dikira
Mengira semua penduduk Kanaan harus dibunuh tanpa kecuali, dan Gibeon adalah kegagalan Israel.
✓ Yang sebenarnya
Gibeon adalah pengecualian yang Allah izinkan; mereka menjadi pelayan di tempat kudus, dan perjanjian itu dihormati.
✕ Sering dikira
Menganggap perang suci ini membenarkan kekerasan atas nama Tuhan.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah peristiwa khusus dalam sejarah keselamatan, bukan pola umum; Israel sendiri adalah alat penghukuman atas dosa Kanaan yang sudah sangat berat.
Renungan
Renungan Singkat Yosua 11:19
Dalam hidup, kita sering menghadapi 'pertempuran' yang tidak bisa dihindari. Namun, ada kalanya Tuhan membuka jalan damai seperti yang terjadi pada Gibeon. Bijaklah membedakan kapan harus berperang dan kapan harus mengulurkan tangan damai, selalu dengan meminta hikmat Tuhan.
Tuhan, berikanlah aku hikmat untuk tahu kapan harus berjuang dan kapan harus mencari damai, serta keberanian untuk mengikuti kehendak-Mu dalam setiap situasi. Amin.