Raja Yerusalem mendengar berita
Yosua 10:1
Matahari Berhenti: Kemenangan Besar
“Segera sesudah Adoni-Zedek, raja Yerusalem, mendengar bahwa Yosua sudah merebut Ai dan membinasakannya, seperti yang dilakukannya terhadap Yerikho dan rajanya, demikian juga dilakukannya terhadap Ai dan rajanya, dan bagaimana penduduk Gibeon membuat perdamaian dengan Israel dan tinggal di tengah-tengah mereka.”Yosua 10:1 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Setelah terdengar oleh Adoni-Zedek, raja Yerusalem, bahwa Yosua telah merebut Ai dan telah menumpasnya--seperti yang dilakukannya terhadap Yerikho dan terhadap rajanya, demikianlah juga dilakukannya terhadap Ai dan terhadap rajanya--dan bahwa penduduk kota Yosua 10.2–6 46 Gibeon telah mengadakan ikatan persahabatan dengan orang Israel dan diam di tengah-tengah mereka,”Yosua 10:1 · TB
Terjemahan Baru
“Adoni-Zedek, raja Yerusalem, mendengar bahwa Yosua sudah merebut dan menghancurkan sama sekali kota Ai, serta membunuh rajanya seperti yang telah dilakukannya terhadap Yerikho dan rajanya. Ia mendengar juga bahwa orang Gibeon sudah mengadakan perjanjian persahabatan dengan orang-orang Israel dan tinggal di tengah-tengah mereka.”Yosua 10:1 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Adoni Zedek, raja Yerusalem, mendengar bahwa Yosua sudah merebut dan menghancurkan seluruh kota Ai serta membunuh rajanya, seperti yang sudah mereka lakukan terhadap kota Yeriko dan rajanya. Dia juga mendengar bahwa penduduk kota Gibeon sudah membuat perjanjian damai dengan orang Israel dan tinggal di antara mereka.”Yosua 10:1 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Now it came to pass, when Adonizedec king of Jerusalem had heard how Joshua had taken Ai, and had utterly destroyed it; as he had done to Jericho and her king, so he had done to Ai and her king; and how the inhabitants of Gibeon had made peace with Israel, and were among them;”Yosua 10:1 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yosua 10:1?
Ayat ini menunjukkan awal dari sebuah konflik besar: raja Yerusalem mendengar kemenangan Yosua di Ai dan perdamaian Gibeon dengan Israel, sehingga merasa terancam. Ini menggambarkan bagaimana kabar tentang kuasa Allah menyebar dan menimbulkan ketakutan di antara musuh-musuh Israel.
Latar belakang
Raja Yerusalem Mendengar Kemenangan Israel
Adoni-Zedek, raja Yerusalem, mengetahui bahwa Yosua telah menaklukkan Ai dengan cara yang sama seperti Yerikho, dan bahwa Gibeon telah membuat perjanjian damai dengan Israel. Berita ini membuatnya takut dan mendorongnya untuk bertindak.
Di mana
Yerusalem
Istana raja Yerusalem, siang hari
Kapan
~1400 SM
Penaklukan Kanaan
Yang berbicara
Penulis Yosua
Penulis kitab, mungkin imam atau sejarawan, ~abad ke-6 SM
Kepada
Pembaca Israel
Umat Tuhan yang perlu belajar tentang kesetiaan Allah
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שָׁמַע
shama' · mendengar
Mendengar dengan perhatian, tidak hanya sekadar menangkap bunyi.
חָרַם
charam · membinasakan
Menumpas atau memusnahkan total, sering dalam konteks pengabdian kepada Tuhan.
שָׁלוֹם
shalom · perdamaian
Damai sejahtera, keadaan utuh dan selamat, lebih dari sekadar tidak berperang.
Ketiga kata ini menunjukkan bahwa tindakan Israel adalah bagian dari rencana Tuhan, dan bahkan musuh menyadari kekuatan Tuhan melalui perjanjian damai yang dibuat Gibeon.
Tahukah kamu
Nama Adoni-Zedek
Nama ini berarti 'Tuhanku adalah keadilan', mirip dengan Melkisedek ('Rajaku adalah keadilan') yang pernah bertemu Abraham.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yosua 10:1
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yosua 10:1
✕ Sering dikira
Mengira bahwa Yosua melakukan kekejian tanpa perintah Tuhan.
✓ Yang sebenarnya
Tuhan memerintahkan penumpasan ini sebagai hukuman atas kejahatan kanaan.
✕ Sering dikira
Berpikir bahwa Gibeon adalah kota kecil yang tidak penting.
✓ Yang sebenarnya
Gibeon adalah kota besar, bahkan lebih besar dari Ai, dan penduduknya perkasa.
Renungan
Renungan Singkat Yosua 10:1
Ketika kita berjalan dalam ketaatan kepada Tuhan, pengaruh kita dapat membuat orang lain takut atau gentar. Ini mengingatkan kita bahwa keberadaan kita sebagai umat Tuhan seharusnya berdampak, bahkan ketika kita tidak menyadarinya. Jangan takut menghadapi reaksi negatif dari orang lain karena kita melakukan kehendak Tuhan.
Tuhan, tolong saya untuk tetap setia kepada-Mu, sehingga hidup saya menjadi saksi yang berdampak bagi orang lain, meskipun hal itu menimbulkan ketakutan atau perlawanan. Amin.