Orang Yahudi tidak percaya
Yohanes 9:18
Terang Membuka Mata yang Buta
“Orang-orang Yahudi itu tetap tidak percaya bahwa orang itu tadinya memang buta dan sekarang dapat melihat, sampai mereka memanggil orang tua dari orang yang sekarang dapat melihat itu,”Yohanes 9:18 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi orang-orang Yahudi itu tidak percaya, bahwa tadinya ia buta dan baru dapat melihat lagi, sampai mereka memanggil orang tuanya”Yohanes 9:18 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi para pemimpin Yahudi itu tidak mau percaya bahwa orang itu memang buta sebelumnya dan sekarang dapat melihat. Karena itu mereka memanggil orang tuanya,”Yohanes 9:18 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Tetapi mereka tetap tidak percaya bahwa dia memang buta sebelumnya dan baru sekarang bisa melihat. Oleh karena itu mereka memanggil bapak-ibunya.”Yohanes 9:18 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“But the Jews did not believe concerning him, that he had been blind, and received his sight, until they called the parents of him that had received his sight.”Yohanes 9:18 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yohanes 9:18?
Orang-orang Yahudi tidak percaya bahwa orang itu tadinya buta, jadi mereka memanggil orang tuanya untuk memverifikasi. Ini menunjukkan ketidakpercayaan mereka dan usaha mencari bukti tambahan.
Latar belakang
Tidak percaya meskipun ada bukti
Para pemimpin agama Yahudi tidak mau percaya fakta yang sederhana: orang ini tadinya buta dan sekarang bisa melihat. Mereka mencari cara untuk membatalkan kenyataan. Solusi mereka: panggil orang tuanya untuk verifikasi — mungkin saja orang ini bohong atau ini orang yang berbeda.
Di mana
Yerusalem
Di hadapan majelis orang Yahudi (Farisi dan pemimpin agama)
Kapan
~30 M
Investigasi resmi atas mujizat
Yang berbicara
Yohanes (penulis)
Mencatat ketidakpercayaan penguasa agama sebagai penghalang utama
Kepada
Pembaca Injil Yohanes
Komunitas yang memahami pola penolakan terhadap Yesus
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
οὐκ ἐπίστευσαν
tidak percaya · did not believe
Pisteuō dengan negasi — menolak untuk mempercayai; ini bukan keraguan, tapi penolakan aktif
ἕως ὅτου
sampai · until
Heōs hotou — batas waktu; mereka tidak percaya SAMPAI memanggil orang tua, mengisyaratkan mereka mencari alasan untuk menolak
ἐφώνησαν
memanggil · called
Phōneō — memanggil dengan suara keras, memanggil untuk hadir; panggilan resmi
Kata 'tidak percaya' (ouk episteusan) yang aktif menunjukkan penolakan berdasarkan keputusan, bukan karena kekurangan bukti — mereka punya bukti tapi memilih tidak percaya.
Tahukah kamu
Strategi 'minta saksi kedua' adalah prosedur hukum Yahudi
Hukum Yahudi membutuhkan dua atau tiga saksi untuk menetapkan kebenaran suatu perkara (Ulangan 19:15). Memanggil orang tua bukan langkah jahat — ini prosedur hukum standar. Tapi niatnya sudah condong ke arah penolakan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yohanes 9:18
Yohanes 12:37
Pola ketidakpercayaan meskipun ada bukti yang berulang di Injil Yohanes
“Walaupun Yesus telah membuat begitu banyak tanda di depan mereka, namun mereka tidak percaya kepada-Nya.”
Ulangan 19:15
Dasar hukum untuk memanggil saksi tambahan
“Satu orang saksi saja tidak dapat menentukan kesalahan seseorang... hanya atas keterangan dua atau tiga orang saksi perkara itu dapat diteguhkan.”
Roma 1:18
Pola menindas kebenaran yang jelas terlihat
“Sebab murka Allah dinyatakan dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia yang menindas kebenaran dengan kelaliman.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yohanes 9:18
✕ Sering dikira
'Orang Yahudi ini semua munafik'
✓ Yang sebenarnya
Penulis membedakan orang Yahudi biasa (yang kagum, termasuk tetangga) dengan pemimpin agama Yahudi yang menolak
✕ Sering dikira
'Mereka tidak percaya karena tidak ada cukup bukti'
✓ Yang sebenarnya
Teks jelas: mereka punya bukti (orang yang kini bisa melihat berdiri di hadapan mereka) tapi tetap tidak percaya
Renungan
Renungan Singkat Yohanes 9:18
Terkadang orang meragukan kesaksian kita dan mencari alasan untuk tidak percaya. Tetaplah berdiri pada kebenaran yang kita alami.
Tuhan, beri aku keteguhan hati saat kesaksianku diragukan orang. Amin.