Musa menulis tentang Yesus
Yohanes 5:46
Kesaksian tentang Yesus Berasal dari Allah Bapa
“Sebab, jika kamu percaya kepada Musa, kamu harusnya percaya kepada-Ku karena Musa menulis tentang Aku.”Yohanes 5:46 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku.”Yohanes 5:46 · TB
Terjemahan Baru
“Andaikata kalian percaya kepada Musa, kalian akan percaya kepada-Ku, sebab tentang Akulah dia menulis.”Yohanes 5:46 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Kalau kamu percaya pada perkataan Musa, seharusnya kamu juga percaya pada semua yang Aku katakan, karena Musa sudah menulis tentang Aku.”Yohanes 5:46 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“For had ye believed Moses, ye would have believed me: for he wrote of me.”Yohanes 5:46 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yohanes 5:46?
Yesus berkata bahwa jika mereka benar-benar percaya kepada Musa, mereka pasti percaya kepada Yesus, karena Musa menulis tentang-Nya. Hal ini menunjukkan kesinambungan antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru; seluruh Kitab Suci menunjuk kepada Kristus.
Latar belakang
Iman kepada Musa seharusnya membawa ke Yesus
Yesus membuat kaitan logis: jika kamu benar-benar percaya kepada Musa, kamu harusnya percaya kepada-Ku — karena Musa menulis tentang Aku. Percaya kepada Musa tanpa percaya kepada Yesus adalah inkonsistensi yang membuktikan bahwa kepercayaan mereka kepada Musa pun tidak sungguh-sungguh.
Di mana
Yerusalem
Diskusi teologis yang memuncak
Kapan
~30 M
Wahyu diri Yesus sebagai Anak Allah
Yang berbicara
Yesus
Anak Allah yang berinkarnasi, mengklaim Musa menulis tentang diri-Nya
Kepada
Orang-orang Yahudi (pemimpin agama)
Pemimpin agama yang percaya Musa tapi menolak Yesus
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἐπιστεύετε
episeuete · believed
Kalian percaya — imperfect: kondisi yang seharusnya (jika) sudah berlangsung
ἔγραψεν
egrapsen · written
Telah menulis — aorist: tindakan penulisan yang sudah selesai di masa lalu
περὶ ἐμοῦ
peri emou · about me
Tentang Aku — klaim langsung bahwa Musa menulis tentang Yesus
Kalimat 'jika percaya Musa, percaya Aku' adalah argumen yang sangat kuat secara logika: kedua iman ini seharusnya tidak bisa dipisahkan. Satu mengalir ke yang lain secara alami.
Tahukah kamu
Di mana Musa menulis tentang Yesus?
Perjanjian Baru mengidentifikasi banyak teks dalam kitab Musa yang menunjuk kepada Yesus: ular tembaga (Bil 21:9, Yoh 3:14), korban domba Paskah (Kel 12), nabi yang dijanjikan (Ul 18:15-18), dan banyak lagi. Seluruh sistem ibadat Musa adalah bayangan dari kenyataan dalam Kristus.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yohanes 5:46
Lukas 24:44
Yesus mengkonfirmasi bahwa seluruh Kitab Musa berbicara tentang Dia
“Lalu Ia berkata kepada mereka, 'Inilah perkataan-Ku yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Musa dan kitab para nabi.'”
Ulangan 18:15
Musa sendiri menubuatkan nabi yang akan datang, yang dipenuhi dalam Yesus
“Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu seperti aku... TUHAN Allahmu akan membangkitkan bagimu.”
Yohanes 1:45
Filipus mengenali Yesus sebagai yang ditulis Musa
“Kami telah menemukan Dia yang dituliskan Musa dalam kitab Taurat dan para nabi, yaitu Yesus dari Nazaret.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yohanes 5:46
✕ Sering dikira
'Musa hanya menulis nubuatan yang secara literal merujuk Yesus'
✓ Yang sebenarnya
Referensi kepada Yesus dalam tulisan Musa mencakup sistem kurban, hari raya, tokoh seperti Musa sendiri, dan nubuatan langsung. Ini adalah gambaran komprehensif, bukan hanya beberapa teks khusus.
✕ Sering dikira
'Orang Yahudi yang percaya Musa otomatis tidak percaya Yesus'
✓ Yang sebenarnya
Yesus berargumen sebaliknya: percaya Musa yang sungguh-sungguh seharusnya membawa ke percaya Yesus. Masalahnya adalah ketidakonsistenan dalam kepercayaan mereka kepada Musa itu sendiri.
Renungan
Renungan Singkat Yohanes 5:46
Percaya kepada Kitab Suci tidak cukup jika kita tidak percaya kepada Yesus yang menjadi pusatnya. Mari kita membaca Alkitab bukan hanya sebagai buku sejarah, tetapi sebagai kesaksian tentang Kristus yang hidup.
Ya Tuhan, ajar kami membaca Alkitab dengan iman yang bertumbuh, sehingga kami semakin mengenal dan percaya kepada Yesus. Amin.