Klaim setara dengan Allah — ancaman mati
Yohanes 5:18
Konflik Hari Sabat
“Jawaban itu membuat orang-orang Yahudi berusaha lebih keras lagi untuk membunuh Yesus, bukan hanya karena Yesus melanggar hari Sabat, melainkan juga karena menyebut Allah sebagai Bapa-Nya sendiri, yang berarti menyamakan diri-Nya sendiri dengan Allah.”Yohanes 5:18 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri Yohanes dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.”Yohanes 5:18 · TB
Terjemahan Baru
“Kata-kata itu membuat para penguasa Yahudi semakin berusaha untuk membunuh-Nya. Mereka berbuat itu, bukan hanya karena Ia melanggar peraturan agama mengenai hari Sabat, tetapi juga karena Ia berkata bahwa Allah itu Bapa-Nya; berarti Ia menyamakan diri-Nya dengan Allah.”Yohanes 5:18 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Jawaban itu membuat mereka lebih marah lagi, sehingga mereka semakin mencari cara untuk membunuh Dia. Karena menurut mereka, Yesus sudah melanggar peraturan Musa tentang hari Sabat dan mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya. Berarti Dia membuat diri-Nya sama dengan Allah.”Yohanes 5:18 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Therefore the Jews sought the more to kill him, because he not only had broken the sabbath, but said also that God was his Father, making himself equal with God.”Yohanes 5:18 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yohanes 5:18?
Yesus disebut menyamakan diri dengan Allah karena Ia menyebut Allah sebagai Bapa-Nya sendiri. Ini menegaskan keilahian Yesus, bahwa Ia bukan hanya manusia biasa, tetapi Putra Allah yang setara dengan Allah.
Latar belakang
Dua alasan mereka ingin membunuh Yesus
Yohanes mencatat dua dakwaan: pertama melanggar Sabat, kedua — dan ini yang lebih berat — menyamakan diri-Nya dengan Allah dengan menyebut Allah sebagai Bapa-Nya sendiri. Di telinga orang Yahudi abad pertama, ini adalah penghujatan tingkat tertinggi yang hukumannya adalah mati.
Di mana
Yerusalem
Konfrontasi antara Yesus dan pemimpin agama
Kapan
~30 M
Meningkatnya oposisi terhadap Yesus
Yang berbicara
Yohanes (penulis)
Murid Yesus, menulis Injil ini ~60-90 M
Kepada
Pembaca Injil Yohanes
Komunitas Kristen awal, mayoritas non-Yahudi
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἐζήτουν ἀποκτεῖναι
ezētoun apokteinai · sought to kill
Mencari cara untuk membunuh — eskalasi dari penganiayaan ke niat pembunuhan aktif
πατέρα ἴδιον
patera idion · his own Father
Bapa-Nya sendiri — 'idion' berarti milik sendiri secara eksklusif, bukan dalam arti kolektif
ἴσον
ison · equal
Sama, setara — ini yang mereka tangkap sebagai penghujatan
Kata 'idion' (milik sendiri) dan 'ison' (setara) adalah inti dari dakwaan mereka. Mereka tidak salah paham tentang apa yang Yesus klaim — mereka mengerti dengan benar. Pertanyaannya adalah: apakah klaim itu benar?
Tahukah kamu
Menyebut Allah sebagai 'Bapaku' — betapa radikalnya
Dalam tradisi Yahudi, Allah bisa disebut Bapa Israel secara kolektif, tapi tidak pernah 'Bapaku' secara personal dan eksklusif seperti yang Yesus lakukan. Klaim relasi personal yang intim dan setara ini adalah yang membuat para pemimpin marah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yohanes 5:18
Yohanes 10:33
Penjelasan langsung dari orang Yahudi mengapa mereka ingin melempari Yesus
“Bukan karena pekerjaan baik, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan Engkau, sekalipun manusia biasa, menjadikan diri-Mu Allah.”
Imamat 24:16
Hukum Taurat yang menjadi landasan hukuman mati bagi penghujat
“Siapa yang menghujat nama Tuhan, pastilah ia dihukum mati.”
Filipi 2:6
Paulus mengkonfirmasi bahwa Yesus memang setara dengan Allah
“Yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yohanes 5:18
✕ Sering dikira
'Orang-orang Yahudi salah paham perkataan Yesus'
✓ Yang sebenarnya
Justru sebaliknya — mereka memahaminya dengan sangat tepat. Yesus mengklaim relasi unik dengan Allah. Pertanyaannya bukan apakah mereka paham, tapi apakah klaim itu benar.
✕ Sering dikira
'Ini adalah rencana pembunuhan pertama terhadap Yesus'
✓ Yang sebenarnya
Ayat 16 sudah mencatat penganiayaan. Tapi niat pembunuhan yang eksplisit memang baru muncul di ayat 18 ini — eskalasi yang signifikan.
Renungan
Renungan Singkat Yohanes 5:18
Ketika kita mengakui Yesus sebagai Tuhan, kita dipanggil untuk hidup seturut kehendak-Nya. Yesus bukan sekadar guru atau nabi, tetapi Allah yang menjadi manusia untuk menyelamatkan kita.
Tuhan Yesus, aku percaya bahwa Engkau adalah Anak Allah. Ajari aku untuk menghormati dan taat pada-Mu sebagai Tuhan dan Juruselamatku. Amin.