Yesus disalibkan di antara dua orang
Yohanes 19:18
Jalan Salib: Dari Ruang Sidang ke Golgota
“Di sana, mereka menyalibkan Yesus bersama dengan dua orang lain, yang disalibkan di kanan dan kiri Yesus, sementara Yesus berada di tengah.”Yohanes 19:18 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dan di situ Ia disalibkan mereka dan bersama-sama dengan Dia disalibkan juga dua orang lain, sebelah- menyebelah, Yesus di tengah-tengah.”Yohanes 19:18 · TB
Terjemahan Baru
“Di sana Ia disalibkan. Bersama-sama dengan Dia ada juga dua orang lain yang disalibkan; seorang di sebelah kiri, seorang di sebelah kanan dan Yesus di tengah-tengah.”Yohanes 19:18 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Di situlah mereka menyalibkan Dia. Bersama Yesus, disalibkan juga dua orang penjahat di sebelah kanan dan kiri-Nya. Jadi salib Yesus berada di tengah-tengah.”Yohanes 19:18 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Where they crucified him, and two other with him, on either side one, and Jesus in the midst.”Yohanes 19:18 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yohanes 19:18?
Yesus disalibkan di antara dua orang lain, di tengah-tengah. Ini menggenapi nubuat bahwa Ia akan terhitung di antara pemberontak, dan menunjukkan bahwa Yesus mati di antara orang-orang berdosa, tepat seperti yang Ia lakukan untuk menyelamatkan kita.
Latar belakang
Posisi di tengah bukan kebetulan
Yesus berada di tengah, sementara dua orang lain di kanan dan kiri. Bagi Yohanes, posisi di tengah mungkin bermakna simbolis — Yesus bukan salah satu dari banyak penjahat, Ia adalah pusat dari seluruh peristiwa. Lukas akan mencatat percakapan Yesus dengan salah satu dari dua orang itu.
Di mana
Golgota, di luar tembok Yerusalem
Bukit penyaliban terbuka yang bisa dilihat dari jalan masuk kota
Kapan
~30 M
Sengsara Yesus — puncak penyaliban
Yang berbicara
Narator (Yohanes)
Mencatat fakta penyaliban dengan singkat dan tanpa dramatisasi berlebihan
Kepada
Pembaca Injil Yohanes
Komunitas yang perlu melihat keagungan dalam kehinaan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἐσταύρωσαν
menyalibkan · crucified
Tindakan memaku orang di kayu salib; Yohanes tidak mendeskripsikan proses brutalnya
μετ᾽ αὐτοῦ
bersama Dia · with him
Bersama Yesus; dua orang lain 'bersama Dia' bukan 'di tempat yang sama'
μέσον
tengah · middle
Posisi sentral; Yesus secara fisik berada di posisi utama
Yesus ditempatkan di 'tengah' — kata yang dalam Yohanes sering bermakna lebih dari sekadar posisi fisik. Di tengah dua penjahat, Ia hadir sebagai Hakim yang dihakimi, Raja yang dieksekusi.
Tahukah kamu
Penyaliban adalah hukuman paling memalukan di Roma
Cicero, orator Romawi, menyebut salib sebagai 'kematian paling mengerikan dan paling memalukan' yang bahkan tidak boleh disebutkan di hadapan warga negara Romawi. Hukuman ini dirancang tidak hanya untuk membunuh tapi juga untuk mempermalukan sepenuhnya di depan publik.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yohanes 19:18
Yesaya 53:12
Nubuat tentang Mesias yang ditempatkan bersama penjahat — digenapi secara literal
“Ia membiarkan diri-Nya dihitung di antara para penjahat.”
Lukas 23:39-43
Lukas mencatat percakapan Yesus dengan salah satu dari dua orang ini
“Salah satu penjahat yang tergantung menghujat Yesus... tetapi yang lain menegur dia... Dan kata Yesus kepadanya, 'Hari ini juga engkau akan bersama-sama dengan Aku di Firdaus.'”
Markus 10:37
Ironi: Yakobus dan Yohanes minta posisi di kanan-kiri; di kayu salib yang ada di kanan-kiri adalah dua penjahat
“Mereka berkata kepada-Nya, 'Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaan-Mu nanti, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang di sebelah kiri-Mu.'”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yohanes 19:18
✕ Sering dikira
'Dua orang yang disalib bersama Yesus adalah pencuri'
✓ Yang sebenarnya
Yohanes tidak menyebut profesi mereka; hanya Lukas yang memberi konteks lebih; mereka bisa saja pemberontak atau penjahat umum
✕ Sering dikira
'Penyaliban Yesus adalah kebetulan sejarah biasa'
✓ Yang sebenarnya
Yohanes melihat ini sebagai penggenapan nubuat Yesaya tentang Mesias yang dihitung di antara penjahat
Renungan
Renungan Singkat Yohanes 19:18
Yesus menempatkan diri-Nya di tengah orang-orang yang gagal, menunjukkan bahwa Dia dekat dengan kita yang berdosa. Kita tidak perlu merasa terlalu buruk untuk datang kepada-Nya; justru di situlah Dia ingin bertemu kita.
Yesus, terima kasih karena Engkau tidak menjauh dariku yang berdosa. Tarik aku untuk selalu berlari kepada-Mu, apa pun kondisiku. Amin.