Setelah Yudas pergi: sekaranglah saatnya kemuliaan
Yohanes 13:31
Kasih Sampai Akhir — Malam Sebelum Salib
“Sesudah Yudas pergi, Yesus berkata, “Sekaranglah saatnya Anak Manusia dimuliakan dan Allah dimuliakan melalui Dia.”Yohanes 13:31 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: "Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia.”Yohanes 13:31 · TB
Terjemahan Baru
“Sesudah Yudas pergi, Yesus berkata, "Sekarang Anak Manusia diagungkan, dan Allah diagungkan melalui Dia.”Yohanes 13:31 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Setelah Yudas keluar, Yesus berkata kepada kami, “Sekarang sudah waktunya Aku dimuliakan sebagai Sang Anak Adam. Dan Allah akan dimuliakan melalui apa yang terjadi atas diri-Ku.”Yohanes 13:31 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Therefore, when he was gone out, Jesus said, Now is the Son of man glorified, and God is glorified in him.”Yohanes 13:31 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yohanes 13:31?
Ayat ini menandai momen penting setelah Yudas pergi, di mana Yesus memandang kematian-Nya sebagai saat kemuliaan, bukan kekalahan. 'Anak Manusia dimuliakan' berarti status ilahi Yesus akan dinyatakan melalui salib, kebangkitan, dan kenaikan-Nya. Allah juga dimuliakan melalui tindakan Yesus yang taat, dan kemuliaan ini bersifat timbal balik.
Latar belakang
Kematian sebagai kemuliaan — cara pandang yang mengejutkan
Begitu Yudas pergi, Yesus langsung bicara tentang kemuliaan. Bukan kesedihan, bukan ketakutan. Di mata Yesus, salib bukan tragedi — itu jalur menuju kemuliaan. Dia menyebut kematian-Nya yang akan datang dengan kata 'dimuliakan' bukan 'dihancurkan' atau 'dikalahkan'.
Di mana
Yerusalem — Ruang Atas
Ruangan yang kini terasa berbeda setelah Yudas pergi
Kapan
~30 M
Malam sebelum penyaliban
Yang berbicara
Yesus
Berbicara dengan bebas kepada sebelas murid yang tersisa setelah Yudas pergi
Kepada
Sebelas murid yang tersisa
Yang kini mendengarkan pengajaran terakhir Yesus sebelum ditangkap
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἐδοξάσθη
Dimuliakan · glorified
Aorist pasif — kemuliaan yang datang dari luar, dari Allah, bukan prestasi Yesus sendiri
νῦν
Sekarang / saat ini · now
Bukan nanti di surga — kemuliaan sudah dimulai saat proses ini berjalan
υἱὸς τοῦ ἀνθρώπου
Anak Manusia · Son of Man
Gelar yang Yesus gunakan untuk diri-Nya — manusia penuh, bukan hanya roh
ἐδοξάσθη (aorist — sudah dimulai, pasti terjadi) menunjukkan Yesus berbicara tentang kemuliaan yang sudah dijamin. Bukan 'semoga dimuliakan' tapi 'sudah dimuliakan'. Kepastian ini yang menjadi fondasi ketenangan-Nya menghadapi salib.
Tahukah kamu
Kata 'glorified' yang diulang empat kali dalam dua ayat
Di ayat 31-32, Yesus menggunakan kata 'dimuliakan' (doxazo) empat kali dalam dua ayat pendek. Ini bukan kesalahan penulisan — ini penekanan yang sengaja. Yesus ingin murid-murid tahu: yang akan terjadi berikutnya bukan kehancuran, tapi kemuliaan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yohanes 13:31
Yohanes 12:23
Yesus sudah menyebut 'saat kemuliaan' ini lebih awal — malam ini saatnya tiba
“Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan.”
Filipi 2:9
Kemuliaan yang datang setelah perendahan diri — pola yang sama
“Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama.”
Ibrani 2:9
Penderitaan sebagai jalan menuju kemuliaan — bukan penghalang
“Tetapi Dia yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yohanes 13:31
✕ Sering dikira
Kemuliaan Yesus baru dimulai setelah kebangkitan-Nya
✓ Yang sebenarnya
Yesus menggunakan aorist ('sudah dimuliakan') bahkan sebelum salib — proses kemuliaan itu sudah berjalan dari saat Yudas pergi dan misi penebusan bergerak maju.
✕ Sering dikira
'Anak Manusia dimuliakan' berarti Yesus akan terhindar dari penderitaan
✓ Yang sebenarnya
Konteks jelas bahwa 'kemuliaan' ini justru melewati salib — bukan jalan pintas melewatinya.
Renungan
Renungan Singkat Yohanes 13:31
Saat menghadapi situasi sulit, kita bisa melihatnya sebagai kesempatan untuk memuliakan Tuhan melalui sikap dan tindakan kita. Kemuliaan Tuhan sering muncul justru dalam pengorbanan dan ketaatan, bukan hanya dalam kesuksesan yang tampak.
Tuhan, mampukan aku untuk melihat kemuliaan-Mu bahkan dalam masa-masa sulit, dan jadikan hidupku sebagai sarana untuk memuliakan-Mu. Amin.