Para imam dipanggil berkabung
Yoel 1:13
Belalang Melahap Segalanya
PerikopBelalang sebagai Hukuman TUHAN · Yoel 1:1-13 →“Kenakanlah kain kabung dan merataplah, hai para imam, merataplah, hai para pelayan mazbah. Masuk dan bermalamlah dengan kain kabung, hai para pelayan Allahku, sebab kurban persembahan dan kurban curahan sudah ditahan dari Bait Allahmu.”Yoel 1:13 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Lilitkanlah kain kabung dan mengeluhlah, hai para imam; merataplah, hai para pelayan mezbah; masuklah, bermalamlah dengan memakai kain kabung, hai para pelayan Allahku, sebab sudah ditahan dari rumah Allahmu, korban sajian dan korban curahan.”Yoel 1:13 · TB
Terjemahan Baru
“Hai para imam yang melayani di mezbah, pakailah kain karung, dan menangislah. Masuklah ke Rumah TUHAN untuk meratap semalam suntuk, sebab tak ada kurban anggur dan gandum bagi Allahmu.”Yoel 1:13 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Gird yourselves, and lament, ye priests: howl, ye ministers of the altar: come, lie all night in sackcloth, ye ministers of my God: for the meat offering and the drink offering is withholden from the house of your God.”Yoel 1:13 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yoel 1:13?
Ayat ini memanggil para imam untuk meratap dan memakai kain kabung sebagai tanda duka karena persembahan dan kurban tidak bisa dilaksanakan di bait Allah. Kain kabung adalah pakaian kasar yang dipakai orang Israel saat berkabung atau bertobat. Ini menunjukkan betapa seriusnya bencana yang terjadi, sampai ibadah pun terhenti.
Latar belakang
Panggilan untuk meratap di hadapan Allah
Bencana belalang telah memusnahkan tanaman, sehingga kurban sajian dan minuman tidak bisa dipersembahkan di Bait Allah. Yoel memanggil para imam untuk mengenakan kain kabung, meratap, dan bermalam di Bait Allah sebagai tanda dukacita yang mendalam.
Di mana
Yerusalem
Di dekat Bait Allah
Kapan
~830 SM
Periode para nabi
Yang berbicara
Yoel
Nabi dari Yehuda, ~830 SM
Kepada
Para imam dan pelayan mazbah
Pemimpin ibadah di Bait Allah
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
שַׂק
saq · kabung
kain kasar yang dipakai saat berkabung
סָפַד
sapad · merataplah
meratap, menangisi dengan suara keras
שָׁרַת
sharat · pelayan
melayani, melayani di bait suci
Ketiga kata ini menunjukkan bahwa ibadah yang sejati mencakup dukacita yang tulus di hadapan Allah, bukan hanya ritual—kain kabung dan ratapan adalah respons terhadap krisis yang memutus hubungan dengan Allah.
Tahukah kamu
Kain kabung bukan sekadar kain
Kain kabung biasanya terbuat dari bulu kambing atau unta yang kasar, dan dipakai sebagai simbol penyesalan atau duka. Orang-orang juga merobek pakaian mereka sebagai tanda berkabung.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yoel 1:13
Yesaya 22:12
Panggilan berkabung
“Pada waktu itu Tuhan, TUHAN semesta alam memanggil untuk menangis dan meratap, untuk menggundul kepala dan mengenakan kain kabung.”
Yeremia 4:8
Kain kabung dan ratap
“Sebab itu kenakanlah kain kabung, menangis dan merataplah, sebab murka TUHAN yang menyala-nyala belum undur dari pada kita.”
Yoel 2:17
Imam menangis
“Biarlah para imam, pelayan-pelayan TUHAN, menangis di antara balai depan dan mezbah.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yoel 1:13
✕ Sering dikira
Ayat ini hanya untuk para imam zaman dulu, tidak relevan bagi kita.
✓ Yang sebenarnya
Prinsipnya tetap berlaku: umat dipanggil untuk merespons krisis dengan kerendahan hati dan doa.
✕ Sering dikira
Kain kabung adalah syarat agar doa didengar.
✓ Yang sebenarnya
Kain kabung adalah ekspresi lahiriah dari hati yang hancur, bukan jimat untuk mendapat perkenanan Allah.
Renungan
Renungan Singkat Yoel 1:13
Saat keadaan sulit, kita mungkin merasa 'ibadah' kita terganggu. Tapi justru di saat itulah kita dipanggil untuk mendekat kepada Allah dengan hati yang hancur dan tulus, bukan hanya ritual. Mari kita introspeksi apakah kita lebih peduli pada bentuk ibadah daripada hubungan dengan Tuhan.
Tuhan, ajari aku untuk tetap mencari-Mu bahkan saat keadaan sulit dan ibadahku terasa kering. Amin.