Nama baru dari TUHAN
Yesaya 62:4
Janji pemulihan Sion
“Kamu tidak akan lagi disebut “yang ditinggalkan” dan negerimu tidak akan lagi disebut “sunyi”. Akan tetapi, kamu akan disebut “yang Kuperkenan” dan negerimu “yang menikah” karena TUHAN berkenan kepadamu, dan negerimu akan dinikahi.”Yesaya 62:4 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Engkau tidak akan disebut lagi "yang ditinggalkan suami", dan negerimu tidak akan disebut lagi "yang sunyi", tetapi engkau akan dinamai "yang Yesaya 62.5–8 233 berkenan kepada-Ku" dan negerimu "yang bersuami", sebab TUHAN telah berkenan kepadamu, dan negerimu akan bersuami.”Yesaya 62:4 · TB
Terjemahan Baru
“Namamu bukan lagi 'Yang Ditinggalkan', negerimu bukan lagi 'Yang Kesepian'. Engkau akan disebut, 'Yang Disayangi Allah', dan negerimu dinamakan, 'Yang Sudah Menikah,' sebab TUHAN berkenan kepadamu, Ia seperti suami bagi negerimu.”Yesaya 62:4 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Thou shalt no more be termed Forsaken; neither shall thy land any more be termed Desolate: but thou shalt be called Hephzibah, and thy land Beulah: for the LORD delighteth in thee, and thy land shall be married.”Yesaya 62:4 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yesaya 62:4?
Umat Allah tidak lagi disebut 'yang ditinggalkan' atau 'sunyi', tetapi disebut 'yang Kuperkenan' dan 'yang menikah'. Ini adalah gambaran pemulihan dan hubungan yang intim antara Allah dan umat-Nya.
Latar belakang
Ganti sebutan, ganti nasib
TUHAN berjanji bahwa Yerusalem tidak lagi disebut 'yang ditinggalkan' atau negerinya 'sunyi', melainkan 'yang Kuperkenan' dan 'yang menikah'. Ini adalah gambaran pemulihan hubungan Allah dengan umat-Nya, seperti pernikahan yang membawa sukacita.
Di mana
Yerusalem (visi nubuat)
Dalam penglihatan, di tengah reruntuhan kota
Kapan
~700 SM (periode pelayanan Yesaya)
Kitab Nabi-nabi
Yang berbicara
Yesaya
nabi besar, ~740-680 SM
Kepada
Bangsa Israel
umat pilihan yang sedang dalam pembuangan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
עֲזוּבָה
azuvah · ditinggalkan
ditinggalkan, diabaikan, seperti istri yang diceraikan
שְׁמָמָה
shemamah · sunyi
kehancuran, keterasingan, tanah yang tandus
בְּעוּלָה
be'ulah · dinikahi
dinikahi, dimiliki oleh suami, menunjukkan hubungan yang sah dan penuh kasih
Ketiga kata ini menunjukkan transisi dari keadaan ditinggalkan dan tandus menjadi keadaan yang dinikahi dan dipulihkan. Ini menekankan bahwa pemulihan bukan hanya fisik, tetapi juga relasional—Allah kembali mengambil umat-Nya sebagai milik-Nya.
Tahukah kamu
Nama sebagai identitas
Dalam budaya Ibrani, nama seseorang sangat penting dan sering mencerminkan karakter atau nasib. Mengganti nama berarti memberikan identitas dan masa depan yang baru.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 62:4
Hosea 1:10
Pemulihan status
“Tetapi jumlah orang Israel akan seperti pasir di laut... dan mereka akan disebut 'anak-anak Allah yang hidup'.”
Yesaya 61:3
Ganti perkabungan
“untuk mengaruniakan kepada mereka kepala hiasan... minyak kesukaan ganti perkabungan, pakaian pujian ganti roh yang lemah”
Wahyu 21:2
Metafora pernikahan
“Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru... berdandan seperti pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yesaya 62:4
✕ Sering dikira
Ayat ini hanya tentang kota Yerusalem secara fisik.
✓ Yang sebenarnya
Meskipun secara harfiah tentang kota, ini juga melambangkan umat Allah yang dipulihkan dalam hubungan perjanjian.
✕ Sering dikira
Nama baru diberikan oleh manusia atau karena usaha sendiri.
✓ Yang sebenarnya
Nama baru ini adalah pemberian TUHAN sendiri, sebagai inisiatif anugerah-Nya.
Renungan
Renungan Singkat Yesaya 62:4
Masa lalu yang penuh keterpurukan tidak menentukan masa depan kita. Di dalam Kristus, kita telah diperkenan dan dikasihi. Biarkan kebenaran ini mengubah cara kita memandang diri sendiri dan masa lalu.
Bapa, terima kasih karena Engkau telah mengganti nama burukku menjadi nama yang baik, dan menerimaku sebagai anak-Mu. Amin.