Nyanyian bagi yang mandul

Yesaya 54:1

Harapan bagi yang Terbuang

“Bersorak-sorailah, hai yang mandul, yang tidak pernah melahirkan! Bergembiralah dan berserulah dengan keras, hai kamu yang belum pernah merasakan sakit bersalin! Sebab, anak-anak dari perempuan yang ditinggalkan suaminya akan lebih banyak daripada anak-anak dari perempuan yang bersuami,” kata TUHAN.

Yesaya 54:1 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yesaya 54:1?

Ayat ini mengajak orang yang mandul—lambang Zion yang dibuang—untuk bersorak karena Tuhan akan memberkati mereka dengan banyak keturunan. Ini berbicara tentang pemulihan: mereka yang merasa kosong dan ditinggalkan akan dipenuhi lebih dari yang lain, menunjukkan kasih karunia Tuhan yang luar biasa.

Latar belakang

Panggilan untuk bersorak

Yesaya menyapa Sion yang diumpamakan sebagai perempuan mandul dan ditinggalkan, tetapi Tuhan berjanji bahwa keturunannya akan banyak. Ini adalah pesan pengharapan di tengah penghakiman.

Di mana

Yerusalem (saat menulis), Babel (audiens)

Konteks penulisan: pelayanan Yesaya di Yerusalem

Kapan

~700 SM

Nabi-nabi awal

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Peringatan akan pembuangan
Kembali dari pembuangan
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yesaya

Nabi di Yehuda, ~740-681 SM

B

Kepada

Bangsa Israel di pembuangan

Umat yang dibuang ke Babel, hancur

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

רָנַן

ranan · bersorak-sorailah

bersorak dengan nyaring karena sukacita

עָקָר

aqar · mandul

tidak subur, tidak dapat melahirkan

עָזַב

azav · ditinggalkan

meninggalkan, membuang

Kata 'bersorak' dipakai untuk sorak kemenangan, bukan sekadar senang. Tuhan memerintahkan sukacita atas janji yang belum terlihat, menunjukkan iman yang aktif.

Tahukah kamu

Mandul dalam Alkitab

Dalam budaya Timur Tengah kuno, kemandulan adalah aib besar, tetapi di sini Tuhan membalikkan keadaan menjadi sukacita.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 54:1

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yesaya 54:1

✕  Sering dikira

Ayat ini hanya untuk orang yang mandul secara fisik.

✓  Yang sebenarnya

Kemandulan adalah metafora untuk Israel yang kehilangan harapan dan masa depan.

✕  Sering dikira

Tuhan mengabaikan penderitaan.

✓  Yang sebenarnya

Tuhan justru memulihkan dan memberikan keturunan sebagai tanda kasih-Nya.

Renungan

Renungan Singkat Yesaya 54:1

Pernahkah kita merasa tidak berguna atau 'mandul' dalam hal tertentu? Ayat ini mengingatkan bahwa Tuhan sanggup mengubah kesedihan menjadi sukacita dan memberikan berkat yang melimpah di luar dugaan. Mari kita bersorak dalam pengharapan, bukan meratapi keadaan.

Tuhan, ajari kami untuk bersorak dalam pengharapan, karena Engkau sanggup mengubah kekosongan kami menjadi kelimpahan. Amin.