Kehendak TUHAN dalam Penderitaan Hamba
Yesaya 53:10
Hamba yang Menderita dan Dimuliakan
“Akan tetapi, TUHAN berkehendak menghancurkan dia, membuat dia sakit. Ketika dia menyerahkan dirinya sebagai kurban penebus salah, dia akan melihat keturunannya dan memperpanjang hari-harinya; dan kehendak TUHAN akan terlaksana di tangan-Nya.”Yesaya 53:10 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya.”Yesaya 53:10 · TB
Terjemahan Baru
“TUHAN menghendaki bahwa ia menderita, dan menyerahkan diri sebagai kurban penghapus dosa. Maka ia akan panjang umur dan melihat keturunannya melalui dia kehendak TUHAN akan terlaksana.”Yesaya 53:10 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Yet it pleased the LORD to bruise him; he hath put him to grief: when thou shalt make his soul an offering for sin, he shall see his seed, he shall prolong his days, and the pleasure of the LORD shall prosper in his hand.”Yesaya 53:10 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yesaya 53:10?
Yesaya 53:10 menjelaskan bahwa penderitaan hamba Tuhan adalah kehendak Allah, sebagai kurban penebus dosa. Namun, setelah penderitaan itu, dia akan melihat keturunannya dan memperpanjang umur, dan kehendak Allah akan berhasil. Ini menunjuk pada kebangkitan dan kemenangan Yesus.
Latar belakang
Penderitaan Hamba yang Berkenan kepada Allah
Ayat ini mengungkapkan bahwa penderitaan dan kematian Hamba (Mesias) bukanlah kebetulan atau kekalahan, melainkan kehendak TUHAN. Meskipun Hamba diremukkan, ia akan melihat keturunannya dan memperpanjang hidup—gambaran kebangkitan dan keberhasilan misi-Nya.
Di mana
Yerusalem
Dalam penglihatan kenabian, berbicara kepada bangsa yang akan dibuang
Kapan
~700 SM
Periode Kerajaan Yehuda menjelang pembuangan Babel
Yang berbicara
Yesaya
Nabi besar abad ke-8 SM, penulis kitab Yesaya.
Kepada
Bangsa Israel
Umat pilihan Allah, sedang berada dalam pembuangan.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
חָפֵץ
chafets · berkehendak
menginginkan atau mengambil kesenangan dalam sesuatu
דָּכָא
daka · menghancurkan
meremukkan atau menindis dengan keras
אָשָׁם
asham · kurban penebus salah
korban restitusi untuk dosa, menekankan pembayaran ganti rugi
Kehendak Allah bukanlah kesenangan pada penderitaan, tetapi kesenangan pada penebusan yang dicapai melalui penderitaan Hamba. Kata 'asham' menekankan bahwa kematian-Nya adalah pembayaran ganti rugi yang memulihkan hubungan yang rusak.
Tahukah kamu
Kata 'kurban penebus salah'
Istilah ini merujuk pada korban penghapus dosa dalam Imamat 5, yang biasanya berupa domba jantan. Ini menunjukkan bahwa kematian Hamba adalah korban pengganti yang menebus dosa umat.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 53:10
Yohanes 12:24
Kematian menghasilkan hidup
“Jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.”
Ibrani 10:10
Kehendak Allah dikaitkan dengan korban
“Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.”
Filipi 2:8-9
Ketaatan hingga mati dimuliakan
“Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yesaya 53:10
✕ Sering dikira
Allah senang melihat penderitaan Hamba-Nya.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini tidak berarti Allah menikmati penderitaan, tetapi bahwa Allah berkenan pada ketaatan Hamba yang membawa keselamatan.
✕ Sering dikira
'Keturunan' berarti Hamba punya anak biologis.
✓ Yang sebenarnya
Di sini 'keturunan' secara rohani merujuk pada banyak orang yang percaya kepada-Nya, bukan anak biologis.
Renungan
Renungan Singkat Yesaya 53:10
Terkadang kita tidak mengerti mengapa kita harus menderita. Tetapi ayat ini mengingatkan bahwa Allah dapat memakai penderitaan untuk tujuan yang lebih besar. Percayalah bahwa di balik setiap ujian, ada rencana indah yang akan digenapi.
Bapa, jika aku harus melewati lembah kekelaman, beri aku kekuatan untuk tetap percaya pada rencana-Mu yang sempurna. Amin.