Kesabaran Tuhan Menahan Murka

Yesaya 48:9

Tuhan Mengampuni demi Nama-Nya

PerikopAllah Berjanji untuk Memurnikan Israel · Yesaya 48:6-22 →
“Demi nama-Ku, Aku menunda murka-Ku. Demi kemasyhuran-Ku, Aku menahannya bagimu supaya Aku tidak melenyapkan kamu.”

Yesaya 48:9 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yesaya 48:9?

Demi nama dan kemasyhuran-Nya, Allah menahan murka-Nya dan tidak memusnahkan umat-Nya. Ini menunjukkan bahwa kasih dan kesetiaan-Nya lebih besar daripada murka-Nya.

Latar belakang

Tuhan Menahan Murka demi Nama-Nya

Tuhan menyatakan bahwa demi nama-Nya sendiri, Dia menunda murka dan menahannya, supaya Israel tidak dimusnahkan. Tindakan ini bukan karena kebaikan Israel, tetapi karena kemuliaan nama Tuhan.

Di mana

Babilonia

Nubuat pengasingan

Kapan

~700 SM

Nubuat pra-pembuangan

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Israel menolak peringatan Tuhan
Pembebasan akan datang
Kamu di sini
T

Yang berbicara

Tuhan

Allah yang panjang sabar dan setia pada nama-Nya.

I

Kepada

Israel

Bangsa pilihan yang keras kepala.

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

אָרַךְ

ʾārak · menunda

Memperpanjang, membuat menjadi lama.

אַף

ʾap · murka

Kemarahan, terutama hidung yang membara (metafora kemarahan).

תְּהִלָּה

tehillah · kemasyhuran

Pujian, kemasyhuran yang layak dipuji.

Kombinasi kata ini menunjukkan bahwa Tuhan memilih untuk memperpanjang kesabaran-Nya, bukan melampiaskan murka, demi menghasilkan pujian bagi nama-Nya.

Tahukah kamu

Kata 'Puji-pujian' Tersembunyi

Kata 'kemasyhuran' dalam bahasa Ibrani (tehillah) sering diterjemahkan sebagai 'puji-pujian'. Jadi Tuhan menahan murka demi puji-pujian bagi nama-Nya.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 48:9

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yesaya 48:9

✕  Sering dikira

Tuhan menahan murka karena kasih-Nya yang tak bersyarat.

✓  Yang sebenarnya

Alasan utama Tuhan disebut di sini: demi nama-Nya sendiri, agar tidak dinajiskan.

✕  Sering dikira

Israel tidak akan pernah dihukum.

✓  Yang sebenarnya

Penundaan murka bukan berarti penghapusan hukuman; peringatan tetap ada.

Renungan

Renungan Singkat Yesaya 48:9

Ketika kita gagal, ingatlah bahwa kasih Allah lebih besar dari murka-Nya. Dia menunda hukuman untuk memberi kesempatan bertobat, jadi jangan sia-siakan anugerah itu dengan terus melawan.

Terima kasih Tuhan, karena Engkau sabar dan tidak membinasakan kami. Ajar kami menghargai kemurahan-Mu dengan hidup setia, amin.