Kesombongan Raja yang Berbicara
Yesaya 37:24
Kesombongan yang Mengundang Murka
“Melalui hamba-hambamu, kamu telah mencela Tuhan, dan kamu telah berkata, ‘Dengan keretaku yang banyak, aku naik ke tempat-tempat tinggi pegunungan ke ujung-ujung Lebanon. Aku menebang pohon-pohon arasnya yang tinggi, dan pohon-pohon sanobarnya yang terpilih, aku akan pergi ke puncak tertingginya, ke hutannya yang paling lebat.”Yesaya 37:24 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dengan perantaraan hamba- hambamu engkau telah mencela Tuhan, dan engkau telah berkata: Dengan banyaknya keretaku aku naik ke tempat- tempat tinggi di pegunungan, ke tempat yang paling jauh di gunung Libanon; aku telah menebang pohon-pohon arasnya yang tinggi besar, pohon-pohon sanobarnya yang terpilih; aku telah masuk ke tempat tinggi yang paling ujung, ke hutan pohon-pohonannya yang lebat.”Yesaya 37:24 · TB
Terjemahan Baru
“Engkau mengirim utusan untuk membual bahwa dengan banyaknya kereta perangmu, engkau telah menaklukkan gunung-gunung tertinggi di Libanon. Engkau menyombongkan bahwa engkau telah menebang pohon-pohon cemaranya yang paling tinggi dan paling indah, serta menerobos hutan-hutannya yang paling lebat.”Yesaya 37:24 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“By thy servants hast thou reproached the Lord, and hast said, By the multitude of my chariots am I come up to the height of the mountains, to the sides of Lebanon; and I will cut down the tall cedars thereof, and the choice fir trees thereof: and I will enter into the height of his border, and the forest of his Carmel.”Yesaya 37:24 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yesaya 37:24?
Ayat ini mengutip perkataan sombong Sanherib yang menyombongkan kekuatannya: ia membanggakan banyaknya kereta dan keberhasilannya menaklukkan gunung dan hutan. Ini adalah cerminan kesombongan manusia yang mengandalkan kekuatan sendiri, tetapi tidak menyadari bahwa semua itu berada di bawah kendali Tuhan.
Latar belakang
Kebanggaan yang Menjadi Hujatan
Dalam suratnya kepada Hizkia, Sanherib membanggakan kekuatan militernya: 'Dengan keretaku yang banyak, aku naik ke tempat-tempat tinggi pegunungan...' Kata-kata ini sebenarnya adalah ejekan terhadap Allah Yehuda, karena Sanherib menganggap kehebatannya sebagai bukti kuasa para dewa Asyur. Namun Tuhan akan membalikkan perkataan itu menjadi bukti kehancurannya sendiri.
Di mana
Asyur (kemungkinan Niniwe)
Kampanye militer, dalam surat kepada Hizkia · tidak spesifik
Kapan
~701 SM
Kerajaan Terbagi
Yang berbicara
Sanherib
Raja Asyur yang sombong, merasa berkuasa atas segala bangsa
Kepada
Tuhan
Allah semesta alam, yang mendengar dan melihat
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
רֶכֶב
rekhev · keretaku
kereta perang, sering menjadi simbol kekuatan militer dan kebanggaan manusia
רֹב
rov · banyak
jumlah besar, banyak sekali, menunjukkan kehebatan yang dibanggakan
עָלָה
alah · naik
mendaki atau pergi ke tempat tinggi, sering digunakan untuk ibadah naik ke Yerusalem, tetapi di sini untuk kesombongan
Kata-kata Sanherib tentang 'keretaku yang banyak' dan 'naik' mencerminkan keangkuhan manusia yang mengandalkan kekuatan sendiri. Ironisnya, kata 'naik' juga digunakan untuk perjalanan ibadah ke Yerusalem; Sanherib mengubahnya menjadi penaklukan. Ini menunjukkan sikap yang melawan Tuhan, bukan menyembah Dia.
Tahukah kamu
Kereta Perang Asyur
Kereta perang Asyur terkenal dahsyatnya, sering berisi tiga orang pengendara, dan digunakan untuk menaklukkan daerah pegunungan seperti Lebanon.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 37:24
Mazmur 20:8
Kepercayaan berbeda
“Orang-orang ini memakai kereta, mereka memakai kuda, tetapi kita bermegah dalam nama TUHAN.”
Amsal 18:12
Kesombongan berbahaya
“Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan.”
Yesaya 2:17
Tuhan melawan sombong
“Ketinggian manusia akan direndahkan, dan keangkuhan orang akan ditundukkan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yesaya 37:24
✕ Sering dikira
Menganggap Sanherib hanya berbicara tentang kekuatan militernya, bukan sebagai penghinaan langsung kepada Tuhan.
✓ Yang sebenarnya
Kata-katanya adalah ejekan terhadap Allah Yerusalem, karena dia menyiratkan bahwa dewa-dewanya lebih kuasa.
✕ Sering dikira
Mengira 'naik ke tempat-tempat tinggi' merujuk pada persembahan kepada Tuhan, padahal ini tentang penaklukan.
✓ Yang sebenarnya
Dalam konteks politeisme kuno, mendaki gunung sering berarti mendekati dewa; Sanherib menantang kuasa Tuhan Yerusalem di gunung-Nya.
Renungan
Renungan Singkat Yesaya 37:24
Sering kali kita menyombongkan pencapaian atau kekuatan kita, tetapi lupa bahwa semuanya berasal dari Tuhan. Mari kita rendahkan diri dan mengakui bahwa semua yang kita miliki adalah anugerah. Ketika kita berhasil, biarlah kita memuliakan Tuhan, bukan meninggikan diri sendiri.
Tuhan, jauhkanlah aku dari sikap sombong yang mengandalkan kekuatan sendiri. Ajarlah aku untuk selalu rendah hati dan mengucap syukur atas segala yang Engkau berikan dalam hidupku. Amin.