Ilah-ilah yang Dibakar

Yesaya 37:19

Doa Hizkia di Tengah Ancaman

dan telah membuang ilah-ilah bangsa-bangsa itu ke dalam api, karena semuanya itu bukanlah Allah, melainkan buatan tangan manusia; kayu dan batu sehingga dapat dibinasakan.

Yesaya 37:19 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yesaya 37:19?

Ayat ini menegaskan bahwa ilah-ilah bangsa lain bukanlah Allah yang sejati, melainkan buatan manusia dari kayu dan batu, sehingga mudah dibinasakan. Hizkia mengakui bahwa hanya TUHAN yang layak disembah dan bahwa kehancuran mereka adalah bukti ketidakberdayaan mereka.

Latar belakang

Hizkia Mengakui Kuasa TUHAN

Dalam doa, Hizkia mengakui bahwa raja-raja Asyur telah membinasakan berbagai bangsa dan membuang ilah-ilah mereka ke dalam api. Ia menegaskan bahwa ilah-ilah itu bukan Allah, melainkan buatan tangan manusia dari kayu dan batu, sehingga dapat dihancurkan.

Di mana

Yerusalem

Di dalam Bait Allah

Kapan

~701 SM

Kerajaan Pecah

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ancaman Sanherib
Pembebasan Yerusalem
Kamu di sini
H

Yang berbicara

Hizkia

Raja Yehuda yang saleh, ~39 tahun

T

Kepada

TUHAN

Allah Israel yang hidup

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

מַעֲשֵׂה

ma'aseh · buatan

hasil karya, pekerjaan tangan

יְדֵי

yedei · tangan

tangan, kekuatan, kuasa

עֵץ

ets · kayu

pohon, kayu, bahan bakar

Ketiga kata ini menekankan bahwa ilah-ilah itu hanyalah hasil karya tangan manusia, bukan yang ilahi. Ini kontras dengan TUHAN yang adalah Pencipta, bukan yang diciptakan.

Tahukah kamu

Ilah-Ilah yang Dikalahkan

Arkeologi menemukan bahwa bangsa Asyur sering menghancurkan patung dewa bangsa yang ditaklukkan untuk menunjukkan supremasi dewa mereka, Asyur.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 37:19

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yesaya 37:19

✕  Sering dikira

Hizkia meragukan kuasa TUHAN dengan membandingkan-Nya dengan berhala.

✓  Yang sebenarnya

Hizkia justru menegaskan keunggulan TUHAN atas berhala yang tak berdaya.

✕  Sering dikira

Pernyataan ini berarti semua ilah bangsa lain tidak ada sama sekali.

✓  Yang sebenarnya

Hizkia berbicara dalam konteks ibadah; ia menegaskan bahwa hanya TUHAN yang layak disembah.

Renungan

Renungan Singkat Yesaya 37:19

Kita sering tergoda untuk mengandalkan hal-hal yang terlihat hebat, seperti harta, jabatan, atau teknologi, padahal semuanya itu sementara dan bisa gagal. Mari kita periksa apakah ada 'ilah-ilah' dalam hidup kita yang seharusnya kita letakkan di bawah otoritas Tuhan, dan ingat bahwa hanya Dia yang layak disembah dan dipercaya sepenuhnya.

Tuhan, mampukan aku untuk selalu mengutamakan Engkau di atas segala sesuatu yang dapat dibinasakan, dan percaya hanya kepada-Mu sebagai sumber kekuatan dan keselamatan. Amin.