Pakaian Dirobek di Istana
Yesaya 36:22
Ancaman Asyur dan Respons Hizkia
“Kemudian, Elyakim, anak Hilkia, yang mengepalai istana, Sebna, juru tulis, dan Yoah, anak Asaf, juru ingat, pergi menghadap Hizkia dengan merobek pakaian mereka dan memberitahukan kepadanya perkataan kepala juru minuman itu.”Yesaya 36:22 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kemudian pergilah Elyakim bin Hilkia, kepala istana, dan Sebna, panitera negara, dan Yoah bin Asaf, bendahara negara, menghadap Hizkia, dengan pakaian yang dikoyakkan, lalu Yesaya 37.1–4 129 memberitahukan kepada raja perkataan juru minuman agung.”Yesaya 36:22 · TB
Terjemahan Baru
“Maka Elyakim, Sebna dan Yoah merobek pakaian mereka tanda sedih, lalu pergi melaporkan kepada raja apa yang telah dikatakan oleh perwira Asyur itu.”Yesaya 36:22 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Then came Eliakim, the son of Hilkiah, that was over the household, and Shebna the scribe, and Joah, the son of Asaph, the recorder, to Hezekiah with their clothes rent, and told him the words of Rabshakeh.”Yesaya 36:22 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yesaya 36:22?
Para pejabat Yehuda yang merobek pakaian sebagai tanda duka dan kaget, melaporkan perkataan musuh kepada Hizkia. Ini menunjukkan transparansi dan ketergantungan kepada raja, serta mengakui situasi yang mengancam.
Latar belakang
Para pejabat melapor
Elyakim, Sebna, dan Yoah kembali kepada Hizkia setelah mendengar hinaan juru minuman Asyur. Mereka merobek pakaian sebagai tanda duka dan krisis, lalu menyampaikan semua perkataan itu kepada raja. Tindakan ini menunjukkan keputusasaan dan kebutuhan akan petunjuk ilahi.
Di mana
Yerusalem
Di istana Raja Hizkia, setelah pertemuan di saluran air
Kapan
~701 SM
Kerajaan Yehuda
Yang berbicara
Penulis/Redaktur Yesaya
Nabi yang menulis tentang penghakiman dan pengharapan
Kepada
Pembaca Kitab Yesaya
Umat yang perlu belajar tentang kepercayaan kepada Tuhan
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
קָרַע
qara' · merobek
mengoyakkan atau merobek secara paksa
בֶּגֶד
beged · pakaian
pakaian atau jubah, sering menjadi simbol status
דָּבָר
dabar · perkataan
kata-kata, hal, atau pesan
Merobek pakaian menunjukkan respons emosional yang serius terhadap ancaman. Kata 'dabar' tidak hanya berarti ucapan, tetapi juga peristiwa atau perkara yang nyata. Ini mengingatkan bahwa firman yang disampaikan memiliki dampak yang nyata dan perlu ditanggapi dengan sungguh-sungguh.
Tahukah kamu
Merobek pakaian adalah protokol krisis
Dalam budaya Timur Dekat kuno, merobek pakaian adalah ekspresi dukacita yang umum, tetapi juga bisa menjadi bentuk protes atau tanda penyesalan. Di sini, ini menandakan betapa gentingnya situasi.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 36:22
2 Raja-raja 19:1
Respons Hizkia serupa
“Segera setelah raja Hizkia mendengar itu, dikoyakkannyalah pakaiannya dan diselubunginyalah dirinya dengan kain kabung, lalu masuklah ia ke rumah TUHAN.”
18:37
Paralel sejarah
“Maka keluarlah Elyakim bin Hilkia, kepala istana, dan Sebna, panitera negara, dan Yoah bin Asaf, bendahara negara, menghadap Hizkia dengan pakaian yang dikoyakkan.”
Yesaya 37:1
Lanjutan narasi
“Segera setelah raja Hizkia mendengar itu, dikoyakkannyalah pakaiannya dan diselubunginyalah dirinya dengan kain kabung, lalu masuklah ia ke rumah TUHAN.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yesaya 36:22
✕ Sering dikira
Menganggap merobek pakaian hanya sebagai ekspresi emosi berlebihan.
✓ Yang sebenarnya
Itu adalah tindakan simbolis yang lazim untuk menunjukkan penyesalan atau krisis, bukan sekadar histeria.
✕ Sering dikira
Mengira para pejabat tidak melakukan apa-apa selain melapor.
✓ Yang sebenarnya
Mereka juga merobek pakaian sebagai tanda duka, dan langkah ini membuka jalan bagi Hizkia untuk mencari Tuhan.
Renungan
Renungan Singkat Yesaya 36:22
Jangan takut mengakui masalah atau kekalahan; lebih baik jujur kepada pemimpin atau rekan yang dapat dipercaya daripada memendam sendiri. Dalam doa, kita bisa membawa semua kekhawatiran kepada Tuhan.
Tuhan, aku datang kepada-Mu dengan semua beban dan kekhawatiranku; tolong aku untuk jujur dan terbuka terhadap pertolongan-Mu. Amin.