Semua pemimpin diambil

Yesaya 3:2

Peringatan untuk Yerusalem yang Sombong

semua kesatria dan prajurit, hakim dan nabi, peramal dan penatua,

Yesaya 3:2 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yesaya 3:2?

Ayat ini merinci jenis-jenis pemimpin yang akan diambil: pahlawan perang, hakim, nabi, peramal, dan tua-tua, menunjukkan bahwa seluruh struktur kepemimpinan akan runtuh.

Latar belakang

Kehilangan Pemimpin

Yesaya merinci bahwa Tuhan akan mengambil para pemimpin: pahlawan perang, hakim, nabi, peramal, dan penatua. Ini menunjukkan kehancuran total struktur masyarakat.

Di mana

Yerusalem

Konteks kota Yerusalem, dekat Bait Suci

Kapan

~740 SM

Periode Kerajaan Yehuda

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Panggilan Yesaya
Penghukuman Yehuda
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yesaya

Nabi besar, penasihat raja, berani.

P

Kepada

Pembaca

Orang-orang yang mencari pemahaman Alkitab.

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

גִּבּוֹר

gibbor · kesatria

pahlawan, orang kuat

אִישׁ מִלְחָמָה

ish milkhamah · prajurit

orang perang, tentara

נָבִיא

navi · nabi

nabi, juru bicara Allah

Kata 'gibbor' dan 'ish milkhamah' menekankan kekuatan fisik, sementara 'navi' adalah pemimpin rohani. Penghukuman ini menghilangkan semua bentuk kepemimpinan, baik fisik maupun rohani.

Tahukah kamu

Pemimpin Masyarakat

Daftar pemimpin ini mencakup juga 'peramal' dan 'tukang sihir' yang seharusnya tidak ada di Israel, menunjukkan penyelewengan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 3:2

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yesaya 3:2

✕  Sering dikira

Mengira pemimpin yang disebut adalah orang benar

✓  Yang sebenarnya

Mereka adalah pemimpin yang gagal dan tidak setia.

✕  Sering dikira

Mengira penghukuman ini tidak bisa terjadi lagi

✓  Yang sebenarnya

Prinsipnya berlaku: Tuhan dapat menghakimi bangsa yang berdosa.

Renungan

Renungan Singkat Yesaya 3:2

Kita sering mengandalkan tokoh-tokoh kuat, tetapi Tuhan dapat membongkar segala sesuatu demi rencana-Nya. Mari kita belajar menaruh kepercayaan utama kepada Allah, bukan kepada manusia.

Tuhan, mampukan kami untuk hanya bersandar kepada-Mu, bukan kepada kekuatan atau kepandaian manusia. Amin.