Busuk di Tepi Sungai
Yesaya 19:6
Hukuman dan Pemulihan Mesir
“Sungai-sungai akan mengeluarkan bau busuk, aliran-aliran air Mesir akan menyusut dan mengering. Semua buluh dan gelagah akan membusuk.”Yesaya 19:6 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“sehingga terusan-terusan akan berbau busuk, dan anak-anak sungai Nil akan Yesaya 19.7–12 65 menjadi dangkal dan tohor, gelagah dan teberau akan mati rebah.”Yesaya 19:6 · TB
Terjemahan Baru
“Terusan-terusan akan berbau busuk waktu airnya makin habis. Gelagah dan rumput akan menjadi layu.”Yesaya 19:6 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“And they shall turn the rivers far away; and the brooks of defence shall be emptied and dried up: the reeds and flags shall wither.”Yesaya 19:6 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yesaya 19:6?
Ayat ini melanjutkan gambaran kekeringan: sungai-sungai akan berbau busuk, dan segala tumbuhan di tepi sungai akan layu. Ini menunjukkan bahwa seluruh ekosistem Mesir akan hancur, memperparah penderitaan mereka sebagai akibat dari hukuman Tuhan.
Latar belakang
Bau Kematian
Sungai-sungai akan berbau busuk dan aliran airnya menyusut; semua tumbuhan di tepi sungai akan layu dan mati. Pemandangan ini menggambarkan kehancuran total ekosistem Mesir.
Di mana
Sungai Nil
Tepi sungai Nil, Mesir
Kapan
~700 SM
Periode nabi-nabi
Yang berbicara
Yesaya
Nabi Allah di Yehuda, ~740-680 SM
Kepada
Orang Mesir
Masyarakat yang tinggal di sepanjang Nil
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
בָּאַשׁ
ba'ash · busuk
berbau busuk; sering menandakan kebusukan atau pembusukan
קָנֶה
qaneh · buluh
buluh, tebu; tanaman air yang umum
סוּף
suf · gelagah
rumput rawa atau alga; sering dihubungkan dengan Laut Merah (Yam Suf)
Kata-kata 'busuk', 'buluh', dan 'gelagah' menggambarkan pembusukan vegetasi yang menjadi sumber kehidupan. Ini menekankan bahwa hukuman itu menyentuh setiap aspek kehidupan, dari ekonomi hingga ekologi.
Tahukah kamu
Hitam dan Hijau
Orang Mesir kuno menyebut tanah subur 'Kemet' (hitam) karena lumpur Nil, dan gurun 'Deshret' (merah). Kekeringan ini mengubah 'hitam' menjadi 'merah'.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 19:6
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yesaya 19:6
✕ Sering dikira
Menganggap ini hanya hiperbola puitis tanpa makna nyata.
✓ Yang sebenarnya
Ini menggambarkan bencana nyata yang menghancurkan ekonomi dan sosial Mesir.
✕ Sering dikira
Menyalahkan iklim sebagai penyebab utama.
✓ Yang sebenarnya
Ini hukuman langsung dari Tuhan atas dosa Mesir.
Renungan
Renungan Singkat Yesaya 19:6
Ketika hidup kita 'mengering' secara rohani, segala aspek jadi kering dan tidak produktif. Jaga keintiman dengan Tuhan melalui doa dan firman-Nya agar hidup kita tetap subur dan berbuah.
Roh Kudus, basahi kembali hatiku yang kering. Pulihkan semangatku dan jadikan hidupku berbuah bagi-Mu. Amin.