Meninggalkan Berhala

Yesaya 17:8

Hukuman dan Harapan bagi Damsyik

Ia tidak akan memandang mazbah-mazbah buatan tangannya dan tidak akan memperhatikan lagi barang yang dibuat oleh jari-jarinya, ataupun Asyera dan berhala-berhala.

Yesaya 17:8 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yesaya 17:8?

Ayat ini menggambarkan pemurnian umat: mereka tidak lagi bergantung pada mezbah buatan tangan mereka sendiri, patung Asyera, atau berhala-berhala. Ini adalah gambaran penyembahan yang sejati, yang meninggalkan segala bentuk penyembahan berhala.

Latar belakang

Kesadaran akan Kesombongan Penyembahan Berhala

Ayat ini menjelaskan bahwa pada hari pertobatan itu, manusia tidak lagi menghormati berhala buatan tangan mereka, termasuk mazbah, patung Asyera, dan benda-benda lain. Mereka menyadari bahwa hal-hal itu tidak berguna dan hanya hasil karya mereka sendiri.

Di mana

Yerusalem

Kota Yerusalem, kerajaan Yehuda

Kapan

~740 SM

Periode Kerajaan Terbagi

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Ancaman Aram-Israel
Jatuhnya Samaria
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yesaya

Nabi di Yehuda, ~740-681 SM

B

Kepada

Bangsa Israel

Umat yang tergoda penyembahan berhala

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

מִזְבֵּחַ

mizbeach · mazbah

meja korban, tempat persembahan

מַעֲשֵׂה יָדָיו

ma'aseh yadav · buatan tangannya

hasil karya tangan sendiri

אֲשֵׁרָה

asherah · Asyera

dewi Kanaan, atau tiang penyembahannya

Kesadaran bahwa berhala adalah buatan tangan sendiri membuka mata bahwa menyembahnya adalah sia-sia; hanya Allah yang layak disembah.

Tahukah kamu

Apa itu Asyera?

Asyera adalah dewi kesuburan Kanaan, dilambangkan dengan tiang kayu atau pohon; penyembahannya sering menarik bangsa Israel.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 17:8

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yesaya 17:8

✕  Sering dikira

Berhala hanya patung fisik.

✓  Yang sebenarnya

Berhala juga bisa berupa apa pun yang kita andalkan selain Allah, seperti uang, kekuasaan, atau popularitas.

✕  Sering dikira

Membuang berhala cukup dilakukan sekali.

✓  Yang sebenarnya

Pertobatan adalah proses berkelanjutan; kita perlu terus memeriksa hati kita.

Renungan

Renungan Singkat Yesaya 17:8

Apa 'berhala' dalam hidup kita? Bisa berupa karier, harta, atau hubungan yang kita tempatkan di atas Allah. Mari periksa hati kita dan singkirkan segala sesuatu yang mengambil tempat Tuhan.

Bapa, ampunilah kami jika kami tanpa sadar memuja hal-hal duniawi; bersihkan hati kami agar hanya menyembah Engkau. Amin.