Ingin ke Padang Gurun
Yeremia 9:2
Kesepian Akibat Kebobrokan
“Seandainya Aku memiliki tempat persinggahan di padang gurun, sehingga Aku dapat meninggalkan jemaat-Ku dan pergi dari mereka! Sebab, mereka semua adalah pezina, kumpulan orang-orang yang tidak setia.”Yeremia 9:2 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sekiranya di padang gurun aku mempunyai tempat penginapan bagi orang-orang yang sedang dalam perjalanan, maka aku akan meninggalkan bangsaku dan menyingkir dari pada mereka! Sebab mereka sekalian adalah orang-orang berzinah, suatu kumpulan orang-orang yang tidak setia.”Yeremia 9:2 · TB
Terjemahan Baru
“Sekiranya di padang gurun dapat kutemukan tempat menginap bagi orang yang dalam perjalanan! Maka aku akan meninggalkan bangsaku, dan lari ke sana untuk menjauh dari mereka. Mereka pengkhianat semuanya, suatu kumpulan orang yang tak setia,”Yeremia 9:2 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Oh that I had in the wilderness a lodging place of wayfaring men; that I might leave my people, and go from them! for they be all adulterers, an assembly of treacherous men.”Yeremia 9:2 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yeremia 9:2?
TUHAN merasa sangat kecewa dengan umat-Nya yang tidak setia, mereka semua seperti pezina dan pengkhianat. Dia ingin menjauh dari mereka karena keputusasaan-Nya. Ini menggambarkan betapa parahnya dosa mereka sehingga Allah sendiri merasa perlu untuk 'pergi' dari mereka.
Latar belakang
Keinginan Meninggalkan Umat yang Tidak Setia
Tuhan menyatakan keinginan untuk menjauh dari umat-Nya karena mereka semua telah menjadi pezina, yaitu tidak setia kepada perjanjian-Nya. Mereka mengejar ilah-ilah lain dan hidup dalam kebohongan.
Di mana
Yerusalem
Di tengah kota yang penuh tipu daya
Kapan
~586 SM
Menjelang pembuangan
Yang berbicara
TUHAN
Allah yang murka namun rindu umat-Nya kembali
Kepada
Bangsa Yehuda
Umat yang telah menjadi pezina rohani
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
מלון
malon · tempat persinggahan
penginapan, tempat berhenti
מדבר
midbar · gurun
padang gurun, tempat sepi
נאף
na'af · pezina
berzinah, tidak setia
Keinginan untuk pergi ke padang gurun melambangkan kekecewaan total Tuhan; perzinahan di sini bukan hanya fisik, tetapi rohani, yaitu menyembah ilah lain.
Tahukah kamu
Metafora Pernikahan
Perjanjian Allah dengan Israel sering digambarkan seperti pernikahan, sehingga ketidaksetiaan disebut perzinahan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 9:2
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yeremia 9:2
✕ Sering dikira
Menganggap Tuhan benar-benar ingin meninggalkan umat-Nya secara permanen tanpa kasih.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah ekspresi kekecewaan; Tuhan tetap mengasihi, tetapi harus menghukum.
✕ Sering dikira
Mengira 'gurun' hanya tempat fisik, padahal melambangkan keadaan terisolasi dari Allah.
✓ Yang sebenarnya
Gurun adalah metafora keterpisahan dan kekeringan rohani.
Renungan
Renungan Singkat Yeremia 9:2
Ketidaksetiaan kita kepada Tuhan benar-benar menyakiti hati-Nya. Seperti pasangan yang dikhianati, Tuhan merasakan kekecewaan yang dalam ketika kita berpaling dari-Nya. Evaluasi kembali kesetiaan kita kepada-Nya dalam kehidupan sehari-hari.
Ya Allah, ampunilah ketidaksetiaanku; pulihkanlah hatiku agar selalu setia kepada-Mu. Amin.