Binasa di Kota Benteng
Yeremia 8:14
Murka TUHAN atas Dosa Yehuda
““Mengapa kita hanya duduk? Berkumpullah bersama-sama, marilah kita pergi ke kota-kota berbenteng dan binasa di sana. Sebab, TUHAN, Allah kita, telah menghukum kita dengan kebinasaan dan telah memberi kita air beracun untuk diminum karena kita telah berdosa terhadap TUHAN.”Yeremia 8:14 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Mengapakah kita duduk-duduk saja? Berkumpullah dan marilah kita Yeremia 8.15–19 45 pergi ke kota-kota yang berkubu dan binasa di sana! Sebab TUHAN, Allah kita, membinasakan kita, memberi kita minum racun, sebab kita telah berdosa kepada TUHAN.”Yeremia 8:14 · TB
Terjemahan Baru
“"Mengapa kita tidak berbuat apa-apa?" kata umat Allah. "Mari kita bersama-sama mengungsi ke kota-kota berbenteng, biar kita mati di sana. TUHAN Allah kita sudah memutuskan bahwa kita harus binasa. Ia sudah memberikan kepada kita racun untuk diminum sebab kita berdosa kepada-Nya.”Yeremia 8:14 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Why do we sit still? assemble yourselves, and let us enter into the defenced cities, and let us be silent there: for the LORD our God hath put us to silence, and given us water of gall to drink, because we have sinned against the LORD.”Yeremia 8:14 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yeremia 8:14?
Umat Yehuda menyadari bahwa mereka akan dihukum dan memutuskan untuk masuk ke kota-kota berbenteng, tetapi di sana mereka akan binasa. Mereka mengakui bahwa Tuhan memberi mereka air beracun sebagai akibat dosa, dan mereka menunggu kematian dengan pasrah.
Latar belakang
Orang Yehuda putus asa dan memilih bertahan di kota benteng.
Rakyat yang kehilangan harapan bertanya mengapa mereka diam saja; mereka mengajak berkumpul dan pergi ke kota-kota berbenteng untuk binasa. Mereka mengakui bahwa TUHAN telah menghukum mereka dengan air beracun karena dosa, tetapi mereka tidak menunjukkan pertobatan.
Di mana
Yerusalem
Di tengah kota, saat orang-orang berunding mau ke mana setelah panen gagal
Kapan
~600 SM
Kerajaan Yehuda menjelang pembuangan
Yang berbicara
Orang-orang Yehuda
Penduduk Yehuda yang mulai menyadari kehancuran dan putus asa, berbicara dalam kepanikan.
Kepada
Nabi Yeremia
Nabi yang menangkap pengakuan mereka dan menyampaikannya sebagai bagian dari nubuat.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אָסַף
'asaf · berkumpullah
mengumpulkan, berkumpul bersamasama
רֹאשׁ
rosh · beracun
racun, empedu, tanaman pahit
חָטָא
chata · berdosa
meleset dari sasaran, berdosa
'Asaf' (berkumpul) adalah tindakan yang mencolok karena sebelumnya dipakai untuk menghabisi, kini mereka berkumpul untuk 'binasa'. 'Rosh' adalah racun yang mematikan, gambaran konsekuensi dosa yang keras. Mereka tahu penyebabnya (dosa) tetapi tidak bisa melepaskan diri.
Tahukah kamu
Air beracun melambangkan hukuman Allah yang mematikan, gambaran yang kuat.
Dalam Kitab Ulangan 29:18, disebutkan 'akar yang menghasilkan racun dan kegetiran', yang menunjukkan bahwa pahitnya akibat dosa adalah gambaran yang umum.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 8:14
Yeremia 9:15
Hukuman yang serupa
“Aku akan memberi mereka makan buah-buah pohon yang memabukkan, dan memberi mereka minum air beracun.”
Ratapan 3:15
Pengalaman pahit
“Ia telah mengenyangkan aku dengan kegetiran, memberi aku minum apsintus.”
Ulangan 29:18
Akar racun dosa
“Jangan ada di antaramu akar yang menghasilkan racun dan kegetiran.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yeremia 8:14
✕ Sering dikira
Orang Yehuda mencari perlindungan dengan benar dengan pergi ke kota benteng.
✓ Yang sebenarnya
Mereka masih mengandalkan benteng fisik, bukan bertobat kepada TUHAN; itu sia-sia.
✕ Sering dikira
Air beracun hanya kiasan untuk kepahitan hidup, bukan hukuman dari TUHAN.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah hukuman aktif dari TUHAN atas dosa mereka, bukan sekadar akibat alami.
Renungan
Renungan Singkat Yeremia 8:14
Sering kali kita memilih jalan sendiri yang tampak aman, padahal itu menjauhkan dari Tuhan. Jangan tunggu sampai penghakiman datang untuk menyesal; bertobatlah selagi masih ada kesempatan.
Ya Tuhan, jauhkan aku dari kepasrahan palsu yang menganggap penghakiman-Mu tak terhindarkan; beri aku hati yang mau bertobat dan kembali kepada-Mu. Amin.