Para pemimpin yang tamak
Yeremia 8:10
Hukuman atas ketidaksetiaan
PerikopDosa dan Hukuman · Yeremia 8:4-22 →“Karena itu, Aku akan memberikan istri-istri mereka kepada orang lain, dan ladang-ladang mereka kepada para penakluk karena dari yang paling kecil sampai yang paling besar, semuanya tamak akan keuntungan yang tidak benar; dari nabi hingga imam, setiap orang melakukan penipuan.”Yeremia 8:10 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sebab itu Aku akan memberikan isteri-isteri mereka kepada orang lain, Yeremia 8.11–14 44 ladang-ladang mereka kepada penjajah. Sesungguhnya, dari yang kecil sampai yang besar, semuanya mengejar untung; baik nabi maupun imam, semuanya melakukan tipu.”Yeremia 8:10 · TB
Terjemahan Baru
“Karena itu Aku akan memberikan ladang mereka kepada tuan tanah lain, dan istri mereka kepada orang lain. Mereka semua, besar kecil, mencari keuntungan dengan jalan yang tidak jujur. Bahkan nabi dan imam pun menipu orang.”Yeremia 8:10 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Therefore will I give their wives unto others, and their fields to them that shall inherit them: for every one from the least even unto the greatest is given to covetousness, from the prophet even unto the priest every one dealeth falsely.”Yeremia 8:10 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yeremia 8:10?
Allah akan menghukum umat-Nya dengan memberikan istri dan ladang mereka kepada orang lain karena keserakahan dan penipuan yang merajalela, dari rakyat kecil hingga pemimpin, termasuk nabi dan imam. Mereka semua mengejar keuntungan yang tidak benar, sehingga tidak luput dari murka Allah.
Latar belakang
Akibat dari penolakan firman
TUHAN menyatakan bahwa karena umat menolak firman-Nya, Dia akan memberikan istri-istri mereka kepada orang lain dan ladang mereka kepada penakluk. Alasan-Nya jelas: dari yang kecil sampai yang besar, semua tamak akan keuntungan tidak benar, dan para nabi serta imam melakukan penipuan.
Di mana
Yerusalem
Dalam konteks khotbah Yeremia di kota Yerusalem
Kapan
~600 SM
Periode kerajaan Yehuda menjelang pembuangan Babel
Yang berbicara
TUHAN
Allah Israel, berbicara melalui nabi Yeremia
Kepada
Umat Yehuda
Penduduk Yerusalem dan Yehuda yang hidup sekitar tahun 600 SM
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
בָּצַע
batsa · tamak
Mengejar keuntungan dengan cara yang tidak jujur.
בֶּצַע
betsa · keuntungan yang tidak benar
Nama benda untuk keuntungan yang diperoleh melalui kekerasan atau ketidakadilan.
שֶׁקֶר
sheqer · penipuan
Kebohongan atau tipu daya, sering dipakai untuk menyebut berhala dan ajaran palsu.
Akar masalahnya bukan sekadar keserakahan, tetapi menerima keuntungan yang dibangun di atas penipuan dan kebohongan—sesuatu yang sangat serius di mata Allah karena berkaitan dengan karakter bangsa.
Tahukah kamu
Praktik pernikahan di masa itu
Di Israel kuno, istri dan ladang adalah tanda berkat dan warisan dari TUHAN. Memberikan keduanya kepada orang lain menunjukkan kehilangan total janji Allah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 8:10
Mikha 3:11
Keserakahan pemimpin
“Para kepalanya memutuskan perkara karena suap, para imamnya mengajar karena bayaran, dan para nabinya menenung karena uang.”
Yesaya 56:10-11
Para pemimpin serakah
“Para penjaganya buta, mereka tidak tahu apa-apa; mereka semua anjing bisu, tidak dapat menggonggong; mereka suka berbaring dan tidur. Dan anjing-anjing itu rakus, tidak pernah kenyang.”
Yeremia 6:13
Pengulangan tema
“Sebab dari yang terkecil sampai yang terbesar, semuanya mengejar keuntungan; dari nabi sampai imam, semuanya melakukan tipu daya.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yeremia 8:10
✕ Sering dikira
Ayat ini hanya tentang pemimpin dan imam, bukan tentang orang biasa.
✓ Yang sebenarnya
Frasa 'dari yang terkecil sampai yang terbesar' menunjukkan semua lapisan masyarakat terlibat dalam ketamakan.
✕ Sering dikira
Memberikan istri dan ladang kepada orang lain adalah bentuk hukuman yang kejam tanpa makna.
✓ Yang sebenarnya
Dalam konteks bangsa, itu adalah konsekuensi logis dari kehilangan warisan karena penyerbuan musuh.
Renungan
Renungan Singkat Yeremia 8:10
Keserakahan adalah dosa yang merusak baik pemimpin maupun orang biasa. Kita diperingatkan untuk tidak mencari keuntungan dengan cara curang, sebab Allah melihat dan akan bertindak terhadap setiap ketidakadilan.
Ya Allah, bersihkan hatiku dari ketamakan dan keinginan menipu, agar aku hidup jujur dan berkenan kepada-Mu. Amin.