Panggilan berkabung dan berguling dalam abu
Yeremia 6:26
Ancaman dari Utara dan Panggilan untuk Bertobat
““Hai putri jemaat-Ku, pakailah kain berkabung dan bergulunglah di dalam abu.” Berkabunglah, seperti untuk seorang anak tunggal, ratapan yang paling pahit, karena dengan tiba-tiba, si perusak akan datang kepada kita.”Yeremia 6:26 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Hai puteri bangsaku, kenakanlah kain kabung, dan berguling-gulinglah dalam debu! Berkabunglah seperti menangisi seorang anak tunggal, merataplah dengan pahit pedih! Sebab sekonyong-konyong akan datang si pembinasa menyerangmu.”Yeremia 6:26 · TB
Terjemahan Baru
“TUHAN berkata kepada umat-Nya, "Pakailah kain karung dan berguling-guling dalam abu. Berkabunglah dan merataplah dengan pedih seperti orang menangisi kematian anaknya yang tunggal, sebab pembinasa akan menyerang kamu dengan tiba-tiba."”Yeremia 6:26 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“O daughter of my people, gird thee with sackcloth, and wallow thyself in ashes: make thee mourning, as for an only son, most bitter lamentation: for the spoiler shall suddenly come upon us.”Yeremia 6:26 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Yeremia 6:26?
Ayat ini mengajak umat untuk berkabung dan meratap dengan sangat, seperti kehilangan anak tunggal, karena kehancuran yang akan datang. Mereka diminta untuk berguling dalam abu sebagai tanda penyesalan dan dukacita yang mendalam.
Latar belakang
Ratapan untuk anak tunggal: tanda kesedihan terdalam
Yeremia mengajak penduduk untuk berkabung seolah-olah kehilangan anak tunggal—kesedihan yang paling pahit. Mereka harus mengenakan kain kabung dan berguling dalam abu sebagai simbol penyesalan dan penghancuran total. Ini adalah respons yang tepat terhadap datangnya perusak yang tiba-tiba, yang merupakan hukuman dari Allah.
Di mana
Yerusalem
Di dalam kota yang menghadapi kehancuran
Kapan
~605 SM
Periode kerajaan Yehuda menjelang pembuangan
Yang berbicara
Yeremia
Nabi Tuhan yang setia, meski ditolak bangsanya
Kepada
Putri Sion (Yerusalem)
Kota dan penduduknya yang akan dihukum
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אֵבֶל
evel · berkabung
Tindakan berkabung dengan menangis, memakai pakaian khusus, dan meratap.
אֵפֶר
epher · abu
Debu atau sisa pembakaran; simbol penghinaan dan kesedihan.
שֹׁדֵד
shoded · perusak
Seseorang yang menjarah dan menghancurkan; penyerbu yang kejam.
Kombinasi berkabung, abu, dan perusak menegaskan bahwa penderitaan yang akan datang begitu parah sehingga hanya respons yang paling tragis yang pantas. Abu menunjukkan kerendahan dan pengakuan bahwa kehidupan telah menjadi debu, sementara perusak datang seperti badai yang menghancurkan.
Tahukah kamu
Abu sebagai tanda duka
Berguling dalam abu adalah kebiasaan kuno untuk merendahkan diri, melambangkan kefanaan dan kesedihan. Di Timur Tengah, abu juga digunakan dalam ritual berkabung yang sangat ekstrem, menunjukkan keadaan tanpa harapan.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Yeremia 6:26
Yoel 2:13
Panggilan pertobatan dengan berkabung
“Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, dan berbaliklah kepada TUHAN.”
Amos 5:16
Rasa sedih yang meluas
“Di semua jalan akan ada ratapan, dan di semua lorong orang akan berkata: 'Aduh! Aduh!'”
Yeremia 9:20
Tradisi berkabung yang serupa
“Ajarlah anak-anakmu perempuan meratap, dan setiap perempuan mengajari temannya nyanyian ratapan.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Yeremia 6:26
✕ Sering dikira
Dianggap hanya ritual lahiriah tanpa makna.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah seruan untuk pertobatan yang tulus, bukan sekadar formalitas.
✕ Sering dikira
Mengira 'anak tunggal' selalu merujuk pada Yesus.
✓ Yang sebenarnya
Di sini, itu adalah gambaran kehilangan yang paling menyakitkan, tanpa pengartian Kristologis.
Renungan
Renungan Singkat Yeremia 6:26
Kadang kita perlu meratapi dosa dan akibatnya dengan sungguh-sungguh, bukan menganggap enteng. Dukacita yang tulus bisa membawa kita pada pertobatan dan perubahan hidup.
Ya Tuhan, beri kami hati yang peka untuk menyesali dosa, dan ubahlah kami agar berbalik kepada-Mu. Amin.